TERORIS pasti tidak ber-PANCASILA

TERORIS pasti tidak ber-PANCASILA
Foto : Andi Naja FP Paraga (Penulis)

oleh : Andi Naja FP Paraga

TERORIS jelas tidak berpancasila walaupun mereka menginginkan Sistem kekhilafaan. Hal itu dapat diyakini dengan fenomena dalam sepekan ini dari penyerangan teroris di Markas Komando BRIMOB dan kejadian pengeboman gereja-gereja di Surabaya. TERORIS dalam kondisi menjadi tahanan Negara saja berani merebut senjata menyerang polisi dan melakukan penyanderaan hingga puluhan jam,apalagi teroris yang berada diluar jangkauan pengawan Kepolisian Republik Indonesia. Teroris tetaplah teroris yang sangat berbahaya bagi Kemanusian.

Teroris jelas tidak berketuhanan karena bertuhan itu tujuannya menunjukkan ketaatan kepada Tuhan,menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA. Tapi lihat yang dilakukan teroris semuanya melanggar perintah dan larangan Tuhan,mengajarkan dan menyebarkan ketakutan bahkan tidak segan-segan merusak semua sistem Ajaran Tuhan yang telah diaplikasikan oleh Manusia selama berabad-abad. Teroris jelas tidak bertuhan dan oleh karenanya mereka hidup semaunya tanpa Nilai-nilai pengagungan kepada Tuhan. Teroris jelas tidak beragama karena Agama menganjurkan dan menekankan kepatuhan kepada Tuhan tanpa reserve. Karena teroris wajib menjadi musuh Ketuhanan dan Keagamaan yang segera dimusnakan.

Teroris jelas tidak berkemanusiaan yang Adil dan beradab. Pengeboman demi pengeboman,persekusi demi persekusi,menyandera bahkan melakukan pembunuhan dan pembantaian manusia terus menerus sepanjang zaman. Teroris menyandera penumpang pesawat,menyandera penumpang kapal dan angkutan darat,teroris mrnyandera jemaat gereja dan jemaah masjid,teroris menyandera siapapun dan kelompok manapun yang dapat bernilai tebusan besar atau tanpa tebusan namun keinginannya mendirikan Daulah,merebut kekuasaan tidak dihalangi.

Teroris jelas Anti Persatuan, jangankan persatuan kebangsaan bahkan persatuan kragamaan pun diluluh lantakan. Mereka tidak suka Suku bangsa bersatu dalam persaudaraan,mereka benci Tokoh-Tokoh dan Umat beragama hidup penuh toleransi dan kerjasama. Teroris jelas tidak suka melihat ketika sesama pemeluk beragama saling bantu membantu,tolong menolong dalam mengatasi musibah dan kesusahan. Karena itu Teroris tetap menghalangi upaya siapapun yang ingin mempersatukan bangsa dan Negara dalam persaudaraan sejati.

Teroris itu Anti Musyawah Mufakat dan Demokrasi. Hsl ini dapat kita tarik benang metahnya dari Awal Kemerdekaan hingga saat ini. Ketika sidang BPUPKI memutuskan berdasarkan hasil Musyawarah Mufakat Pancasila sebagai Dasar Negara muncullah beberapa pihak yang menolak hasil musyawarah mufakat para tokoh pendiri bangsa. Gerakan pembrontakan nyaris tiada hentinya selama 22,6 tahun Bung Karno menjadi Presiden. Perjalanan pembangunan bangsa terseret-seret oleh ulah mereka. Kekuatan TNI-POLRI habis terkuras dan tercurahkan untuk menyelamatkan NKRI dari para pembrontak ini. Artinya diera itu begitu banyak pihak yang tidak menghargai hasil Musyawarah mufakat. Demokrasi di Era Bung Karno berjalan sukses karena semua partai politik buatan masyarakat mendulang suara yang signifikan sehingga banyak perwakilan masyarakat yang menjadi anggota DPR RI. Tidak ada sogok menyogok dalam.Musyawarah Mufakat maupun dalam Demokrasi. Yang ada mengedepankan Nasionalisme dan kompetisi pemilihan umum yang sehat. Masa itu berlalu barulah munsul Musyawarah Mufakat dan Demokrasi yang semu karena Hak Berdemokrasi terancam,kebebasannya menghilang hinnga lebih parah lagi demokrasi besi dibeli,suara rakyat bisa dibeli hingga saat ni. Ini kegagalan yang luar biasa dalam melaksanaan Sila ke-4 dari Pancasila. Inilah yang dikehendaki teroris

Teroris membenci Keadilan Sosial karena itu seluruh upaya pemerintah menciptakan upaya keadilan sosial dinilai menganggu gerakan eksistensi terorisme. Terorisme memiliki konsep berbeda didalam memandang kradilan. Keadilabn menurut mereka itu adalah hanya bisa diwujudkan dengan sistem Khilafah sementara dari zaman ke zaman tidak satupun sistem khilafah yang bisa mewujudkan keadilan. Silahkan para teroris itu membuka catatan sejarah dari kekalifaan Khulafaurrasyidin,Bani Umayyah,Bani Abbasyiah hingga Khilafah Turki Ustmaniyah. Sekiranya ada keadilan pada masa itu tentu Dinasti-Dinasti Khilafah itu tidak akan bubar dan tinggal sejarah. Pada ruang ini kami siap berdebat dan beradu argumentasi sekiranya pihak teroris mau menunjukkan diri. Terori tidak faham tentang keadilan yang diajarkan Agama Islam jika teroris itu beragama Islam,apalagi teroris akan memahami Konsep keadilan yang diinginkan Pancasila yaitu keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan untuk saat ini adalah Visi,keadilan adalah cita cita besar yang secara bersama-sama harus diperjuangkan. Keadilan tidak bisa ditunggu dengan sistem ekonomi yang ada saat ini. Keadilan Sosial itu bukanlah persoalan sederhana ketika ada segilintir orang memiliki kekayaan trillunan sementara jutaan rakyat tersandera kemiskinan,angkatan kerja jadi pengangguran. Keadilan sosial harus dibangun dan diperjuangkan dari waktu ke waktu, dari pemerintahan ke pemerintahan hingga tercapai Wujud sesungguhnya keadilan Sosial bagi seluruh rakyat indonesia

Kesimpulan kami Teroris dan Terorisme jelas Anti Pancasila,tidak berketuhan,tidak berpri kemanusian,menolak persatuan,Anti musyawarah,mufakat dan demokrasi dan memaksakan konsep keadilan sesuai konsep mereka. Teroris jelas musuh bersama bagi Bangsa Indonesia. Karena itu kami harapkan Rancangan Undang Undang Anti Teroresme harus segera disyahkan oleh DPR RI guna tegaknya Hukum di Republik Infonesia tercinta ini. Kita tunggu DPRI setelah kunjungan kerja mereka menemui konstituennya untuk segera bersidang mengesahkan Undang-Undang Anti Terorisme itu.

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish