BURUH dan PUASA RAMADHAN

BURUH dan PUASA RAMADHAN
Foto : Andi Naja FP Paraga (Penulis)
oleh : Andi Naja FP Paraga  *)
Jayakartapos,    Logika saya jadi terbalik setelah mendengar berita tidak stabilnya harga-harga barang kebutuhan sehari-hari,konon kebutuhan masyarakat saat bulan puasa meningkat padahal secara ekonomis puasa itu justru mengurangi kuantitas kebutuhan sehari-hari. Puasa justru lebih mendongkrak sisi spritualitas dengan peningkatan disiplin beribadah. Mungkinkah Spirit ini membuat kebutuhan sehari-hari meningkat. Rasanya tidak mungkin,ini pasti kekeliruan yang besar. Yang bisa diterima logika hanyalah apabila setiap muslim memacu dan memicu solidaritasnya untuk memperbanyak sedekah terhadap sesamanya selama bulan puasa tidak hanya masuk akal akan tetapi hal ini tentu persoalan yang harus diapresiasi. Sungguh hal yang menakjubkan ditengah rasa haus dan lapar seseorang justru mampu bersedekah.
Lebih menarik lagi Pemerintah justru sudah menetapkan besaran dan Waktu Pembayaran Tunjangan Hari Raya(THR) agar para buruh dapat tersenyum menjelang lebaran,persiapan Zakat Fitra sudah aman sebelum mudik,bahkan mempersiapkan oleh-oleh untuk keluarga saat mudik pun bisa diatasi. Alhasil buruh pun bisa berpuasa dan menghadapi lebaran dengan tenang sambil menikmati liburan panjang lebaran di kampung halamannya.
Namun satu hal yang tidak lupa kita pungut sebagai nilai besar oleh kaum buruh selama bulan puasa adalah memupuk keimanan dan ketaqwaan sebagai bagian integral kita membangun dan menciptakan Integritas selaku buruh di perusahaan. Menempa iman dan taqwa adalah kewajiban bagi siapapun termasuk kaum buruh. Iman dan taqwa menciptakan kejujuran dan kedisiplinan,iman dan taqwa menguatkan Solidaritas sesama buruh,iman dan taqwa mempersatukan buruh dalam ikatan persaudaraan. Saya kira tidak salah bila kita katakan didalam berserikatpun hanya bisa dikuatkan dengan spirit iman dan taqwa. Iman dan taqwa bisa meningkatkan kinerja,perestasi hingga berbuah bonus atau kenaikan pangkat dan jabatan.
Bagi buruh bulan puasa itu sesungguhnya motivasi mendorongnya menjadi bagian dari Industri yg lebih baik dan terhormat. Iman dan Taqwa dapat menggerakkan sebuah usaha untuk berkembang maju dan pesat. Itulah yang dimiliki oleh pekerja-pekerja Industri yang berhasil di seluruh dunia. Pekerja Jepang denhan Imannys mampu membuat Industri di Jepang melangkah jauh hingga menyaingi Industri Eropa.
Hanya buruh yang memiliki iman dan taqwa yang termotivasi bekerja karena setiap pekerjaannya diyakini terpantau oleh Zat yang Maha Pemantau,buruh seperti ini tidak lagi membutuhkan pengawasan karena ia meyakini apapun aktifitasnya kelak akan dipertanggung jawabkan kepada Tuhan. Buruh seperti ini sangat bertanggung jawab tentang pekerjaannya bahkan ia termotivasi untuk bekerja lebih baik dan sempurna. Ia percaya hasil kerjanya akan dipersembahkan kepada Tuhan yang telah memberinya pekerjaan untuk memenuhi kesejahteraannya.
Alhasil Spirit Puasa Ramadhan bagi buruh sangat mendongkrak kinerja pribadinya,mendongkrak kinerja timnya,mendongkrak nama baik Serikatnya dan yang paling membahagiakan mendongkrak Prestasi perusahaannya sehingga dapat melanjutkan Konstribusi bagi Pembangunan dan Kesejahteraan Bangsa.
*) Penulis adalah Ketua Komite Politik DPP SBSI
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish