RAMADHAN Adalah HIGH TRAINING

RAMADHAN Adalah HIGH TRAINING
Foto : Andi Naja FP Paraga (Penulis)

oleh : Andi Naja FP Paraga *)

Puji Syukur Kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan Maha Pendidik yang telah menetapkan kepada Umat Manusia satu bulan Pendidikan dan pelatihan baik Niat(Motivasi),Ibadah(Kerja) dan Target(Kesucian diri dan Tawwa) bernama Ramadhan. Sungguh bulan ini hadir mendidik Jasmani(Fisik) dan Rohani(Mental Spritual) agar senantiasa tangguh tidak hanya menghadapi Cobaan dan Ujian dari Eksternal(Godaan dari luar) bahkan harus tangguh menghadapi Ujian dari Internal(diri sendiri). Bulan ini tidak hanya melatih membentengi diri pola hidup Konsumtif yang tengah menjadi model manusia modern,tetapi juga melatih membentengi diri dari keinginan dari dalam diri sendiri,membentengi diri dari motivasi yang buruk,Ibadah(Bekerja) asal-asalan bahkan membentengi diri dari sikap melepas tanggung jawab karena bentuk tanggung jawab sepenuhnya adalah mengantar seseorang berpuasa hingga saat berbuka puasa yang tepat dan cara berbuka puasa yang benar.

Bulan Prinsip
Puasa adalah itikad merubah sesuatu mulai diri sendiri( Starting by Our Self),karena itu puasa tidak bisa dinilai orang lain,seseorang yg berpuasa yang mengetahui puasanya benar atau tidak adalah dirinya sendiri. Ia bisa saja mengatakan kepada orang lain bahwa ia berpuasa padahal ia tidak berpuasa. Ketika ia mengatakan ia berpuasa padahal tidak sedang berpuasa maka sesungguhnya ia telah membohongi dirinya sendiri. Orang yang biasa membohongi dirinya sendiri sesungguhnya tidak terlalu sulit membohongi orang lain. Karena itu orang yang sungguh-sungguh berpuasa adalah orang yang berjuang keras memperbaiki dirinya sendiri. Jadi jelas sasaran puasa adalah menjadikan dirinya terlebih dahulu bisa dipercaya oleh Tuhan sebagai orang yang beriman. Inilah Pola pendidikan terbaik terhadap diri sendiri dari semua pola pendidikan yang pernah ada didunia.

Puasa tidak berdiri sendiri(Sinergitas Pendidikan)
Ketika seseorang berpuasa kewajibannya terhadap Ibadah dan muamalah yang lain tidak boleh berhenti. Seseorang yang berpuasa harus tetap menjalankan kewajiban sholat lima waktu bahkan ia harus tambahkan dengan Sholat Sunnat Malam(Intensitas dan Kwantitas Sholat) justru bertambah. Ia memiliki kewajiban menjaga pembicaraannya agar tetap lurus,menjaga dan mengawal Syahwatnya untuk tidak buas-brutal. Disisi lain ia memiliki kewajiban untuk berbagi kepada yang lain(bersedekah dan berzakat),bahkan berbagi makanan buka puasa dan makanan sahur. Semua ini terintegrasi satu dengan yang lain. Semakin dalam ia memahami puasa maka semakin awas terhadap hal-hal yang bisa merusak keimanannya,semakin kental memperbaiki hubungan Vertikalnya terhadap Tuhan dan semakin kencang mengeratkan hubungan Horisontalnya tethadap sesama manusia. Jika tidak mampu mensinergikan keduanya maka rusaklah keimanannya.

loading...

Bulan Target untuk lebih baik (Self Quality)
Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk lebih baik daripada sebelumnya dan bulan puasa(Ramadhan) justru hadir untuk memperbaiki kualitas seseorang. Setiap orang yang berpuasa senantiasa memacu dan memicu dirinya untuk beribadah lebih banyak dan lebih baik,memicu dan memacu dirinya untuk beramal dan berkarya lebih baik semata-mata mengharapkan keridhoaan Allah yaitu Ketaqwaan. Ia tentu ingin meraih ketaqwaan sebagaimana ketaqwaan umat yang bertaqwa di masa-masa kenabian. Karena itu ia terus mencari momentum untuk mencapai kualitas itu. Ia mengurangi tidur malam dan mengisinya dengan Sholat Sunnat,Eirid,Dzikir hingga bersalawat. Ia mencari momentum terbaik dan momentum itu ada pada Malam Laylatul Qadr. Ketika ia mengetahui bahwa Malam Penetapan Takdir itu Nilainya lebih baik dari”Seribu Bulan” maka ia akan memburu kualitas Ibadahnya pada momen itu. Seribu bulan sama dengan delapan puluh tiga tahun. Artinya siapapun yang beribadah dimalam itu sama halnya ia telah beribadah seribu tahun. Oleh karenanya sangat jelas bahwa Ramadhan merupakan bulan target Kualitas.

Kesimpulannya bulan Puasa Ramadhan adalah Bulan Pendidikan Tinggi. Inilah bulan dimana kita semua memasuki Perguruan Tinggi dengan bimbingan Al Qur’an sebagai Kitab Suci rujukan tertinggi Umat Islam dan dengan Panduan Rasulullah Muhammad Shallalahu Alaihi wa Aalihi Wassalam dan Para Pewaris Kenabian melalui kitab-kitab Hadist yang Shahih.

Masihkah Anda memilih pola Pendidikan dan pelatihan lain yang sesungguhnya sekedar Ilmu Motivasi sederhana namun distempel sebagai Ilmu Motivasi luar biasa oleh manusia. Buat saya Puasa Ramadhan sudah terlalu lebih dari cukup untuk mendidik kita menjadi lebih baik bahkan menjamin Ketaqwaan yang tidak pernah dijamin oleh sistem Diklat lain yang berasal dari manapun di Seluruh Dunia.

*) Penulis adalah Ketua Komite Politik DPP SBSI

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: