BELAJAR KEPADA CHINA, MENGELOLA ARUS DERAS REFORMASI :

BELAJAR KEPADA CHINA, MENGELOLA ARUS DERAS REFORMASI :
Foto : Andi Naja (Penulis)

Oleh : Andi Naja FP Paraga Dkk  “)

 

Jayakartapos,    Kesalahan Presiden Suharto hanya dua, kata Hu Jinto, mantan Presiden RRT, keduanya sangat fatal bagi kelangsungan pembangunan bangsa dan negara, yaitu Korupsi Dibiarkan, dan Hukum Tidak Ditegakkan. Integritas dan keteladanan Suharto, jauh di bawah integritas dan keteladanan Deng Xioping. Integritas dan keteladanan pemimpinan merupakan “tembok kokoh” yg dapat menahan dan mengarahkan arus deras reformasi/revolusi.

Para elit bangsa Indonesia seharusnya banyak mempelajari, bagaimana elit Tiongkok mampu mengarahkan arus deras reformasi/revolusi dan membandingkannya dengan Uni Sovyet yg sudah tercabik-cabik menjadi beberapa negara.

Seperti yg disampaikan Ian Bremmer (Akhir Pasar Bebas, 2011, h: x-xi), pejabat-pejabat negara di China sengaja mengamati keruntuhan Uni Sovyet dari layar kaca setiap menitnya. Kelangsungan hidup mereka, seolah-olah bergantung pada peristiwa itu. Mereka dapat memetik beberapa pelajaran penting dari peristiwa itu. Pertama, mereka mengakui bahwa, jika PKC (Partai Komunis China) gagal memberikan kemakmuran kepada rakyat China, berarti masa kejayaaan partai itu tinggal menghitung hari;

loading...

Kedua, meski bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar komunisme, mereka terpaksa menerima, bahwa negara/pemerintah tidak dapat begitu saja memandatkan pertumbuhan ekonomi kepada dirinya. Negara/pemerintah RRC harus melepaskan energi-energi kewirausahaan dan inovasi kepada rakyatnya yg jumlahnya sangat besar, maka China akan dapat melangkah maju, dan PKC dapat bertahan. Pendek kata, meski bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar komunisme, RRC perlu merangkul pasar;

Ketiga, para elite China di bawah Deng Xioping “melihat”, begitu potensi pertumbuhan (ekonomi dan jiwa kewirausahaan) ini terbebaskan, PKC baru benar-benar dapat melindungi monopolinya atas kekuasaan politik dengan meyakinkan bahwa negara/pemerintah mengendalikan sebesar mungkin kekayaan yg dibangkitkan oleh pasar.

*) Andi Naja FP Paraga adalah Ketua Komite Politik DPP SBSI

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: