Yusril Ihza Mahendra : Tidak Perlu Ada Kebencian Terhadap HTI

Yusril Ihza Mahendra : Tidak Perlu Ada Kebencian Terhadap HTI
Foto : Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Sc Sumber : teropongsenayan.com

JP-Jakarta. Tidak perlu ada kebencian terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dicabut status badan hukumnya, namun sedang diperkarakan. Pengurus dan anggota HTI itu semuanya adalah saudara-saudara kita sesama muslim. Bahwa ada perbedaan pendapat mengenai konsep khilafah, perbedaan seperti itu lazim dalam sejarah pemikiran Islam.

Demikian dikemukakan Yusril Ihza Mahendra di Jakarta belum lama ini seraya menyarankan, polemik soal pembakaran bendera berkalimat tauhid di Limbangan, Garut, Jawa Barat pada saat perayaan Hari Santri Nasional agar semua pihak mengambil jalan musyawarah demi meredam persoalan ini.

“Tudingan berbagai pihak yang menyebut pembakaran tersebut dilakukan karena para pelaku yang berasal dari Banser mengira bendera berkalimat tauhid adalah milik organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Penjelasan MUI kiranya juga cukup terang bahwa pada bendera yang dibakar itu tidak ada tulisan HTI,” ujar pakar hukum tata negara ini.

Menurutnya, bendera dengan menggunakan bulan dan bintang juga bisa digunakan siapa saja dan itu tidak otomatis menjadi bendera Partai Bulan Bintang yang dipimpinnya. “Bendera berlambang bulan dan bintang itu hanya bisa dianggap Bendera PBB jika ada tulisan ‘Partai Bulan Bintang,” ujar Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini seraya menyarankan agar semua pihak yang berpolemik dalam masalah ini tidak menempuh jalur pidana (Red).

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish