Prabowo Subianto :Petani di Klaten Tidak Bisa Menjual Beras Karena Banyak Beras Impor

Prabowo Subianto :Petani di Klaten Tidak Bisa Menjual Beras Karena Banyak Beras Impor
en.wikipedia.org

JP-Karanganyar, Saya baru “blusukan” ke Klaten, dimana mendapat keluh kesah dan laporan dari masyarakat khususnya para petani bahwa mereka tidak bisa menjual beras karena pemerintah telah impor beras, sehingga banyak beras impor beredar di pasar.

Demikian dikemukakan Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto dalam acara sarasehan bersama perwakilan tokoh pendukung seluruh Solo Raya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah seraya menambahkan, dalam acara ini hadir sesepuh Ponpes Takmirul Islam Solo beserta Alumni Ponpes Gontor, dimana selama ini yaitu 80 tahun beliau-beliau tidak pernah mau berpolitik praktis, namun kali ini telah menyatakan siap mendukung Prabowo-Sandi.

“Mengapa mereka mendukung Prabowo-Sandi, karena negara dan bangsa kita sudah tidak sehat dan mengarah pada degradasi,” ujar Calon Presiden RI Nomor Urut 02 tersebut seraya mencontohkan Uni Soviet yang sangat hebat, namun tidak mampu memenuhi pangan masyarakat akhirnya hancur, sehingga kita perlu belajar dari pengalaman negara lain.

Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra ini menyatakan, dirinya sangat kuat di Jawa Tengah karena banyak tokoh-tokoh hebat termasuk Rektor UMS yang mendukungnya. “Ini adalah kehendak rakyat, kalau rakyat menghendaki dan akan saya menyelenggarakan pemerintah yang bersih. Saya beserta tim sudah menghitung kekayaan negara dan itu semua cukup untuk menaikkan gaji semua orang,” janjinya.

“Saya tidak suka bangsa saya dihina, saya tidak suka kekayaan kita dicuri, karena bangsa yang hebat bisa menjamin makan rakyatnya. Memang ilmu agama saya tidak tinggi, tapi dalam tentara kita selalu dihadapkan dengan maut, maka kita selalu dekat dengan Tuhan,” tegas mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad ini seraya menambahkan, kita tidak akan impor BBM, menggunakan tanah yang tidak produktif menjadi produktif dan menciptakan politik di Indonesia tanpa uang.

Sementara itu, Purwanto, Yudhonagoro, SE, M.Par, M.Si menyampaikan jargon pergerakan dalam Pemilu yaitu “Padi menang, Prabowo Presiden, Sandiaga Uno Wakil Presiden, NKRI harga mati”.

“Saya memiliki sebanyak 5.000 karyawan dan semua mendukung pak Prabowo, dan kebetulan saya juga Caleg DPR RI dari Partai Berkarya. Kami sudah all out, tahun 2019 harus ganti Presiden dan semoga bisa memperbaiki bangsa ini,” tegasnya (Red).

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: