Bagaimana Seharusnya Beragama

Bagaimana Seharusnya Beragama
Foto : Andi Naja FP Paraga (Penulis)

oleh : Andi Naja FP Paraga

Kekurangan Pengetahuan tentang Ilmu Agama yang meliputi Dasar dasar Agama (Tauhid) Hukum,aturan (Tarikh) sejarah (Tarikh) sungguh menjadi bahaya laten. Didalam Islam keharusan mengenal dasar-dasar agama sangat diutamakan. Mengenal Allah Tuhan Yang Maha Esa menjadi hal yang sangat penting dan hal yang paling utama.”Awwaludini Makrifatullah” atau yang paling pertama dalam agama adalah memakrifati Allah(mengenal) Allah.

Dahulu kala secara sederhana dikenalkan ada 20 Sifat Wajib bagi Allah Tuhan Yang Maha Esa dan dari kebalikan sifat itu disebut “Sifat Mustahil” bagi Allah. Salah satu contoh Allah memiliki Sifat”Mukhallafatuhu lil hawaditsi” atau” “tidak serupa dengan yang baru” bermakna Allah itu tidak serupa dengan makhluk ciptaanNYA apalagi serupa dengan.ciptaan Makhluk-makhluknya. Pengenalan terhadap salah satu sifat Allah ini belum tentu sudah difahami mendalam oleh kita semua.

Hal diatas baru setitik persoalan yang menjadi bagian dari ilmu ilmu dasar bertauhid dari banyak titik titik yang wajib difahami. Jadi ketika ada yang merasa sudah bertauhid padahal belum memahami titik titik penting itu seyogyanya belajar kembali. Ia harus berjihad dahulu untuk belajar bersungguh-sungguh bertauhid sebelum ia mengaku-ngaku “Pembela Kalimat Tauhid’. Jika belum mendalaminya sangat mungkin mereka tidak bertauhid atau lebih ringan saja mereka” belum bertauhid”.

Persoalan Tauhid yang tidak kalah penting adalah”Makrifatul Rasul” atau memakrifati-mengenali Rasul(Utusan Tuhan). Menjadi kewajiban setiap Muslim untuk belajar dan belajar tentang’Utusan Tuhan’. Mengenali mengapa harus ada Utusan Tuhan,Ciri-ciri Utusan Tuhan,sejarah Keturunannya(Nasab),Sejarah Hidupnya,mengenali budi pekertinya dan mengenali cara-cara perjuangannya didalam mengamalkan dan menyampaikan pesan pesan Tuhan. Sekiranya belum faham tentang semua hal diatas sebaiknya belajar lagi. Sering-seringlah membaca Riwayat Kehidupan Para Rasul dan bertanyalah kepada Ulama terhadap hal-hal yang yang belum difahami.

Keyakinan yang dibangun tidak didasari pada kesempurnaan Ilmu Tauhid apalagi dibangun berdasarkan pengetahuan yang minimalis itu sangat berbahaya bagi dirinya dan umat islam. Didalam Islam Prinsip belajar “Dari Alam Buaian hingga Alam Kubur’ harus dijalankan” dan tentu harus belajar pada orang yang tepat. Jangan belajar hanya satu bulan satu tahun saja lalu merasa cukup tapi belajar terus menerus. Jangan belajar Ilmu Agama pada Geogle karena Geogle bukan Ulama.

Sejak dahulu kala banyak pihak yang belajar Ilmu Agama bukan pada Ahlinya(Ulama) sehingga muncullah kelompok-kelompok Pembangkang yang mengaku”Paling Islam” padahal ketika melihat tata kramanya sangat bertentangan dengan”Akhlak Islam”. Celakanya lagi kelompok-kelompok seperti ini muncul seperti Munculnya Jamur di musim hujan,sangat banyak bahkan menjadi kelompok yang fanatik. Mereka hanya belajar dari kitab satu ke kitab yang lain dan tidak setiap saat belajar didampingi ulama. Setiap saat belajar hanya dengan sesama kelompok pengajian sehingga tidak ada pengkajian.

Belajarlah dari Ulama karena Ulama itu “Pewaris Nabi”. Jika ada yang mengaku-aku Ulama tetapi tidak terdapat budi pekerti Nabi baik pada perkataannya maupun Perbuatannya sebaiknya hentikan belajar pada ulama seperti itu. Ulama yang mengaku ulama apalagi sekedar” diulamakan” oleh kelompoknya cukup diuji dari Akhlaknya(Budi Pekertinya) saja. Mengapa demikian penting penekanannya pada Budi Pekerti-Akhlak karena sesungguhnya Nabi Muhammad yang Mulia diturunkan tidak hanya mengajarkan Keislaman akan tetapi untuk menyempurnakan Akhlak.

Sangat banyak kelompok yang tidak merasa perlu berakhlak. Menurut mereka hidup ini hanya Jihad dan Jihad(Versi mereka)jika perlu hanya perang dan perang,selain mereka adalah sesat,Kafir dan masuk neraka. Kelompok seperti ini menganggap yang lain tidak dijalan yang benar dan karena itu mereka merasa berkewajiban meluruskannya. Inilah kelompok yg menjuluki dirinya kelompok pemurnian agama dan sudah hadir sejak awal setelah Wafatnya Sang Nabi. Kelompok ini pun hadir dari zaman ke Zaman turun temurun hingga zaman sekarang ini. Jika kita tidak faham Tarikh(Sejarah Islam) maka kita akan jadi santapan mereka. Karena itu belajar sejarah Islam termasuk sejarah Islam di Nusantara dari zaman ke Zaman.

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: