Perusahaan Cina Dituduh Mencuri Rahasia Dagang Dari Perusahaan Komputer AS

Perusahaan Cina Dituduh Mencuri Rahasia Dagang Dari Perusahaan Komputer AS
source by blog.oanda.com

Jayakartapos,  Departemen Kehakiman mengungkapkan Kamis (01/11/18) bahwa grand jury federal telah menuduh perusahaan di China dan Taiwan untuk mencuri rahasia dagang dari Micron, perusahaan yang berbasis di Idaho yang mengendalikan hingga seperempat dari industri memori akses acak yang dinamis.

Selain perusahaan, tiga individu warga negara Taiwan didakwa.

Pejabat Departemen Kehakiman mengatakan itu adalah yang terbaru dalam peningkatan jumlah usaha oleh entitas Cina untuk mengambil teknologi Amerika. China “tidak tahu malu membungkuk untuk menaiki tangga pembangunan ekonomi dan melakukannya dengan biaya Amerika,” kata John Demers, asisten jaksa agung untuk keamanan nasional, seperti yang dikutip dari NBC News.

Jaksa federal mengatakan salah satu terdakwa menjabat sebagai presiden perusahaan yang diakuisisi oleh Micron lima tahun lalu. Dalam tuduhan tersebut mengatakan dia bekerja untuk perusahaan Taiwan, United Microelectronics Corporation, dan mengatur pencurian rahasia dagang dari Micron senilai hampir $ 9 miliar.

Dalam tuduhan tersebut, bahwa Perusahaan itu kemudian bermitra dengan sebuah perusahaan milik negara China, Fujian Jinhua Integrated Circuit Company, sehingga China dapat mencuri teknologi dari Amerika Serikat. Teknologi akses acak yang tidak dimiliki oleh orang-orang China sampai baru-baru ini, kata Departemen Kehakiman.

Mengutip dari NBC News bahwa Alex Tse, pengacara AS di San Francisco, di mana tuduhan itu diajukan, mengatakan bahwa Cina belum mulai membuat produk menggunakan teknologi Amerika. “Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari properti  yang dicuri yang melanggar hukum,” katanya.

Minggu ini, Departemen Perdagangan mengambil tindakan untuk memblokir perusahaan Cina tersebut agar tidak membeli barang dan jasa di Amerika Serikat, agar tidak mengambil untung dari teknologi yang dicurinya. Dan Departemen Kehakiman mengajukan gugatan perdata, mencari perintah pengadilan yang akan memblokir perusahaan Cina dan Taiwan agar tidak mentransfer teknologi yang dicuri atau mengekspor produk ke AS berdasarkan itu.

“Kami tidak hanya bereaksi terhadap kejahatan. Kami bertindak untuk memblokir para terdakwa agar tidak melakukan lebih banyak bahaya terhadap Micron,” kata Jaksa Agung Jeff Sessions saat mengumumkan tuduhan itu.

David Bowdich, wakil direktur FBI, mengatakan hampir setiap dari 56 kantor lapangan nasional sedang menyelidiki kasus-kasus spionase ekonomi yang mengarah kembali ke China.

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: