Trump Menjanjikan Akan Mengambil Tindakan Keras Terhadap Para Imigran Pencari Suaka

Trump Menjanjikan Akan Mengambil Tindakan Keras Terhadap Para Imigran Pencari Suaka
Foto : Donald Trump, sumber : twitter.com

Jayakartapos,  Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa dia berencana untuk menandatangani sebuah perintah minggu depan, yang dapat menyebabkan penahanan berskala besar terhadap para imigran yang melintasi perbatasan selatan dan melarang siapa pun yang tertangkap menyeberang secara ilegal dari pencari suaka.

“Ini adalah sebuah invasi,” kata Trump seperti sebelumnya mengenai subjek yang telah ditunjukkan untuk beresonansi dengan basis pendukung Partai Republik. Dia membuat komentar di Gedung Putih dalam pidatonya sebagai tanggapan terhadap kelompok imigran yang saat ini berjalan menuju perbatasan AS, seperti yang dilansir dari Associated Press.

Undang-undang imigrasi AS menjelaskan bahwa para imigran yang mencari suaka dapat melakukannya di atau di antara penyeberangan perbatasan. Tapi Trump mengatakan dia akan membatasi itu ke titik-titik penyeberangan resmi.

AS juga tidak memiliki ruang di perbatasan untuk penahanan berskala besar terhadap para imigran. Tapi Trump mengatakan pemerintah akan mendirikan “tenda besar.” “Kami menghentikan orang-orang di perbatasan,” katanya tegas.

Mengutip dari Associated Press bahwa pengumumannya menandai upaya terakhir Trump untuk menjaga masalah imigrasi sebelum pemilihan Selasa depan. Khususnya, dia mengatakan perintah eksekutifnya akan datang minggu depan, yang berarti itu bisa terjadi setelah hari Pemilihan.

Trump juga mengatakan bahwa dia telah mengatakan kepada militer AS memobilisasi pasukan di perbatasan barat daya. Jika pasukan AS menghadapi imigran yang melempar batu, mereka harus bereaksi seolah-olah batu-batu itu adalah “senapan”.

Aturan pasti untuk penggunaan kekuatan oleh polisi militer dan tentara lainnya yang akan beroperasi di dekat perbatasan belum diungkapkan, tetapi dalam semua kasus, pasukan memiliki hak untuk membela diri. Bagaimanapun, mereka tidak diharapkan berada dalam posisi di mana siapa pun yang mencoba menyerbu melintasi perbatasan akan segera bersentuhan dengan mereka.

Mark Hertling, seorang purnawirawan jenderal Angkatan Darat menulis di Twitter setelah pidato Trump, bahwa tidak ada perwira militer yang mengizinkan seorang tentara menembak seseorang melemparkan batu. “Ini akan menjadi perintah yang melanggar hukum,” tulisnya, mengutip Hukum  Peperangan Darat.(Herbowo/RED)

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: