NATO : Tentara AS Tewas Dalam Serangan di Kabul

NATO : Tentara AS Tewas Dalam Serangan di Kabul

Jayakartapos,  NATO mengatakan bahwa seorang tentara AS tewas dan seorang lagi terluka dalam serangan di Kabul pada hari Sabtu, (27/10/18) dalam serangan terakhir terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Tidak ada klaim siapa yang bertanggung jawab atas serangan ketiga yang disebut “hijau-biru” dalam waktu kurang dari tiga minggu, yang telah mengguncang pasukan asing yang ditugaskan untuk melatih dan membantu militer negara yang dilanda perang itu, seperti yang dikutip dari AFP.

Taliban mengklaim dua serangan serupa di provinsi Herat barat pada (22/10/18) dan provinsi selatan Kandahar pada (18/10/18). Jenderal Scott Miller, komandan tertinggi NATO dan AS di Afghanistan, nyaris lolos dari serangan terakhir yang menewaskan seorang kepala Polisi.

“Laporan-laporan awal menunjukkan bahwa penyerang adalah anggota Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afghanistan,” tegas NATO. Penyerang itu terbunuh oleh “pasukan Afghanistan lainnya”, tambahnya.

Serangan “hijau-biru” terbaru, di mana pasukan Afghanistan mengubah senjata mereka, dan jumlah tentara AS yang tewas di Afghanistan tahun ini menjadi delapan orang.

Tentara Amerika yang terluka itu diterbangkan ke Bagram Airfield di utara ibukota Afghanistan di mana dia menerima perawatan medis dan dalam kondisi “stabil”.

Mengutip dari AFP, saat ini, ada sekitar 14.000 pasukan AS di Afghanistan, menyediakan komponen utama dari misi NATO untuk mendukung dan melatih pasukan lokal. Lebih dari 2.000 tentara Amerika telah tewas di Afghanistan sejak dimulainya perang pada tahun 2001.

Sementara korban telah jatuh secara dramatis sejak penarikan pasukan tempur NATO pada akhir 2014, korban telah bergeser ke pasukan keamanan Afghanistan.

Penyerang menewaskan tiga orang, termasuk Jenderal Abdul Raziq, yang dipandang sebagai benteng melawan pemberontakan Taliban di selatan. 13 orang lainnya terluka, termasuk Brigadir Jenderal AS Jeffrey Smiley.

Insiden itu diikuti empat hari kemudian oleh serangan di provinsi Herat yang menewaskan satu tentara NATO dan melukai dua lainnya. Semua korban adalah orang Ceko. Setelah Herat menyerang, misi Dukungan Tentukan mundur operasinya di Afghanistan selama beberapa hari, menghindari kontak langsung dengan rekan-rekan Afghanistan.(Herbowo/RED)

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: