SURATKU UNTUKMU DUHAI AL MUSTOFA

SURATKU UNTUKMU DUHAI AL MUSTOFA
Andi Naja

Jayakartapos,  Teruntuk Yang Mulia
Al Mustofa Rasulullah Muhammad Shallalahu alaih wa Aalihi Wassalam

Sungguh berabad-abad jauhnya Zamanmu dengan zamanku Duhai Nabi,bahkan ribuan mil jarak kotamu dengan kotaku,tapi engkau mengatakan kita bisa dekat dengan mengucapkan SALAM dan SHOLAWAT atasmu,itulah cara mendekatkan jarakmu dengan umatmu. Kemudian kami merasa engkau ada disisi kami,engkau menjawab salam-salam kami. Engkau hilangkan rasa kesendirian orang yang terasing,engkau hadir menjadi teman para musyafir,engkau hadir mendampingi yang sakit bahkan engkau menyediakan diri menjemput umatmu yang sedang dijemput Izrail.

Ya Al Mustafa Muhammad Nabi dan Rasul Umat ini..

Engkau pasti tahu bagaimana umat-umatmu sejak zamanmu hingga zaman ini. Masih seperti yang dahulu tidak beda dengan zamanmu ada yang dipuji Allah melalui lisan sucimu tapi ada juga yang dikritik Allah. Masih seperti di zamanmu Ya Nabi. Ada yang mendekat kepadamu seolah ia tak perduli dunia dan segala isinya,ada yang mendekat padamu namun ketika ia harus berniaga ia pun pergi tentu ada yang sejenak,ada yang sedang,ada yang lama tapi mereka kembali karena rindunya menatap wajah Agungmu,rindunya pada suara lembutmu. Demikian pula dizaman kami Duhai Al Mustafa.

Tapi Duhai Junjunganku..
Seperti di zamanmu ketika engkau menyebutkan ciri ciri orang-orang munafik karena engkau melihat mereka ada di tengah umatmu,itupun ada dizaman kami.
Seperti di Zamanmu ketika Allah memaparkan ciri-ciri pendusta Agama itu karena semua itu ada di Zamanmu,Duhai begitupula di zaman ini.

Duhai Junjunganku ..
Tapi yang paling kami takutkan ketika diberitakan di zamanmu ada sekelompok umat dari yang mengaku umatmu telah menggunakan Masjid justru untuk menodai Kotamu Madinah dengan Khutbah-khutbah yang provokatif dan agitatif lalu engkau perintahkan membakar Masjid itu. Engkau menyebutnya Masjid Diror. Kini di Zaman kami hal itupun ada dan tak satupun yang memerintahkan membakarnya atau menyebutnya Masjid Diror.

Namun Masjid-masjid dimana Shalawat dan Salam atasmu selalu dikumandangkan dan tidak sebutirpun kalimat Provokatif dan Agitatif justru sering dibakar hanya karena mereka dinilai Sesat. Sangat sering perkampungan mereka jadi sasaran amukan massa yang mengaku umatmu Duhai Al Mustofa. Bahkan mereka yang dibakar kampung halamannya itu tak bisa kembali lagi sekedar melihat tanah kelahiran mereka dan anak cucunya walaupun sejenak. Kini mereka diluntah-luntahkan seperti Bani Israil dan terlihat akan dikembalikan ke tempatnya semula.

Duhai Al Mustofa Junjunganku..
Kami yakin engkau melihat semua kejadian ini dan kami meyakini betapa derasnya air mata sucimu menangisi kejadian ini. Lalu terbayanglah peristiwa pembakaran kemah,-kemah Putra-Putri Sayyidah Fatimah Alaihasalam di Karbala..Seperti itu Duhai Rasulullah..

Kami menangisi peristiwa ini dan memanggilmu,memanggil Fatimah Az Zahra,memanggil Amirul Mukminin Ali Ibnu Abithalib,memanggil Sayyidina Hasan Al Mujtaba Syafa’ati Kaum yang telah terusir dari kampung halamannya karena kecintaannya terhadap junjungan-junjungannya. Kami merasakan betapa kuatnya kecintaan mereka kepada junjungan-junjungannya ketika kami berkunjung kepada mereka pada suatu kesempatan. Syafa’ati mereka Duhai Junjungan kami..

Assalamualaika Ya Rasulullah
Assalamualaika Ya Nabiyallah
Assalamualaika Ya Abal Qasim
Assalamualaika Ya Abah Zahra
Assalamualaika Ya Jaddal Hasani wal Husein
Assalamualaika Ya Imamar Rahmah..

Adrik Ummata Muhammad Shallalahu alaihi wa Aalihi Wassalam

Duhai kami mengeluhkannya di bulan Maulidmu duhai junjungan kami karena mereka mengetahui keberkahan yang meliputi bulan kelahiranmu. Mereka biasa mengadakan peringatan Maulidmu di rumah-rumah mereka dengan Suka Cita hingga seluruh hasil panen sawah dan kebun mereka dihadirkan ditengah gemuruh bacaan Kitab Al Barzanji. Curahkan keberkahanmu Maulidmu kepada mereka duhai junjunganku agar menjadikannya terus tabah dengan keadaan apapun yang menimpa mereka.

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: