Persaingan Kedua Kubu Menjelang Pilpres Semakin Seru Namun Kurang Mendidik

Persaingan Kedua Kubu Menjelang Pilpres Semakin Seru Namun Kurang Mendidik

 

Oleh : Daniel Sulaiman

Persaingan politik kedua kubu (Jokowi vs Prabowo Subianto) semakin seru dan memanas, dukungan pun saling berdatangan bagi kedua kubu bahkan sampai kelompok “grassroots” memberikan dukungan kepada kedua kubu yang berbeda. Janji-janji politik jika memenangkan Pemilu 2019 sudah dikoar-koarkan, termasuk “saling hantam dan saling serang” melalui pernyataan di media massa masih terus sengit terjadi, sayangnya semuanya kurang mendidik karena hanya mempertontonkan libido politik untuk berkuasa.

Sebanyak 100 orang pengemudi Ojek Online dari Komite Aksi Nasional Transportasi Online (Kato) berkumpul dalam rangka mendeklarasikan dukungan kepada Capres-Cawapres RI nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Rusli (Ketua Bidang Perekrutan Anggota Ojek Online) mengatakan, anggota Kato di seluruh Indonesia siap untuk mendukung dan siap memenangkan pasangan Prabowo-Sandi. Sekitar 75 persen ojek Online di Indonesia telah mendukung Prabowo-Sandi. Mereka mendukung Prabowo-Sandi agar ketika Prabowo-Sandi terpilih, para ojek online diberikan regulasi yang jelas.

Sementara itu, Djoko Santoso yang juga Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi) mengatakan pihaknya merasakan saat ini semangat perubahan telah dapat dirasakan dimana-mana. BPN akan terus mengakomodir para relawan agar dapat bekerja secara efektif.

Sedangkan, Paguyuban Pecel Lele Arek Lamongan mendeklarasikan dukungan untuk calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Deklarasi dukungan disampaikan di Kopi Politik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketua paguyuban, Cak Ahmed mengatakan, anggota Paguyuban Pecel Lele Arek Lamongan adalah warga Jawa Timur yang sehari-hari hidup di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai nahdliyin, mereka merasa memiliki kewajiban moral untuk memenangkan Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin. Deklarasi dukungan ini dibacakan oleh delapan orang anggota paguyuban. Namun, mereka mengklaim memiliki anggota 3.000 orang yang tersebar di Jabodetabek. Karena berbagai kesibukan dalam aktivitas berdagang, Cak Ahmed dkk mengaku mewakili mereka. Menurut pria yang sehari-hari berdagang pecel lele di daerah Kapuk, Jakarta Barat ini, deklarasi dukungan akan disusul dengan aksi nyata. Para anggota paguyuban akan mempromosikan Jokowi-Ma’ruf kepada konsumen di lapak-lapak dagangan mereka. Tak ketinggalan, keluarga di kampung halaman juga akan menjadi target promosi.

Janji politik dan optimisme menang

Joko Widodo dan Prabowo Subianto kembali bertarung dalam Pilpres 2019 untuk memperebutkan kursi RI-1. Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno optimis bisa meraup kemenangan dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Walau banyak survei yang menyatakan Prabowo-Sandi kalah dari Jokowi-Ma’ruf, koalisi Prabowo-Sandi tidak mau ambil pusing. Prabowo-Sandi tetap semangat berkampanye demi meraup kemenangan.

loading...

Berikut ini yang membuat kubu Prabowo-Sandi yakin menang dari Jokowi: pertama, tidak berpatok dari survei. Walaupun kalah dalam survei, Gerindra tetap optimis dan yakin pasangan Prabowo-Sandi akan menjadi pemenang dalam Pilpres 2019 mendatang. Optimisme ini disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. Pihaknya tetap menghormati hasil survei tersebut walaupun tak akan berpatokan pada hasil tersebut. Survei itu juga akan dijadikan suntikan semangat dalam menguatkan konsolidasi dalam memenangkan Prabowo-Sandi.

Kedua, dengan cara damai, Fadli yakin Prabowo-Sandi menang. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon sangat percaya diri, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bakal mengalahkan pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin. Dia yakin jagoannya bakal menang telak. Fadli ingin pemilu diselenggarakan dengan damai dan tidak ada kecurangan.

Ketiga, percaya kekuatan emak-emak. Ketua Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi, M Taufik menargetkan kemenangan 60 persen secara bagi pasangan capres cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi dalam kontestasi Pilpres 2019. Guna meraih kemenangan itu, kata Taufik, peran emak-emak sangat penting jika dilihat dari jumlah pemilih pada Pemilu 2014 lalu pemilih perempuan cukup besar. Dia menuturkan, setiap gerakan dari perempuan mampu membuat kejutan.

Keempat, menggaet kaum milenial di 10 Provinsi. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo menargetkan menggaet kaum milenial di 10 provinsi yang diyakini akan menimbulkan efek domino di daerah lain. Juru kampanye Prabowo-Sandi, Ferdinan Hutahaen meyakini, suara milenial sangat menentukan kemenangan pada Pemilu 2019. Karena jumlahnya sekitar 130 juta jiwa. Karena itu BPN Prabowo-Sandi akan maksimal menggaetnya.

Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera mengumbar janji politik dengan mengatakan, jika partainya menang dalam pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 mendatang, maka akan memperjuangkan penghapusan pajak kendaraan sepeda motor.

Sementara itu, Almuzzammil Yusuf, Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS) mengatakan terdapat 105 juta sepeda motor di Indonesia. Sebagian besar di antaranya adalah milik orang-orang kecil yang akan terdampak kebijakan ini. Penghapusan pajak ini juga mengurangi kerepotan, kerumitan dan waktu produktif yang hilang karena harus mengurus surat-surat yang seharusnya dapat digunakan untuk bekerja.

‘Konter dan propaganda politik” dilontarkan Kapitra Ampera yang merupakan Caleg PDIP mengatakan, pernyataan Capres No. Urut 02 Prabowo Subianto kembali menuai polemik lantaran memberi angin segar kepada negara-negara lain untuk memindahkan kedutaan Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Oleh karena itu, para ulama yang awalnya mendukung Prabowo untuk evaluasi diri atau mencabut dukungannya. Sebab, kata dia, dari perlakuannya sendiri bisa dilihat bahwa mengarah ke asing. Pernyataan Prabowo membuktikan lebih mencintai asing/pro western daripada Islam.

“Bila Yerusalem/Palestina yang menjadi benteng terakhir itu diduduki maka akan berpengaruh ke Mekkah dan Madinah akhirnya merambat ke Jakarta. Prabowo tidak sesuai sikap, berkata membela Palestina tapi melanggar platform bangsa /kebijakan luar negeri Indonesia yang ada di pembukaan UUD. Jika ulama pendukung tidak ada merespon maka kecintaannya pada Islam patut diragukan,” ujarnya.

*) Penulis adalah pemerhati masalah Pemilu 2019

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: