“Moral Hazard” Caleg Dan Oknum Penyelenggara Pemilu 2019

“Moral Hazard” Caleg Dan Oknum Penyelenggara Pemilu 2019
merahputih.com

Oleh : Sukardi Mustara

Jayakartapos,  “Moral hazard” atau kerusakan moral nampaknya menjangkiti seluruh level masyarakat, bahkan mereka yang akan “bertarung” dalam Pemilu 2019 juga banyak yang diduga melakukan moral hazard. Fenomena ini jelas menunjukkan cita-cita revolusi mental belum berjalan, sekaligus sebagai alarm dini bagi pemilih dalam Pemilu 2019 untuk lebih hati-hati dalam memilih caleg atau bahkan Capres sekalipun.

Belum lama ini di Bengkulu, anggota Tim Jatanras Dit Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu mengamankan dua orang terduga pelaku jambret yang kerap beraksi di Kota Bengkulu yang salah satu pelakunya adalah Calon Legislatif (Caleg) Daftar Calon Tetap (DCT) Daerah Pemilihan (Dapil) III Kota Bengkulu dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang bertempat tinggal di Jalan Merapi Ujung nomor 9 RT 8 RW 3 Kelurahan Panorama, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Atas perbuatannya Pelaku dijerat pasal 365 KUHP  Sub Pasal 363 ayat 1 dan 4 KUHP.

Sementara itu, salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Tasman (50) warga Kelurahan Parauna, Kecamatan Anggaberi, Konawe bersama salah seorang oknum anggota Panwas Aljumatul (29) warga Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, Konawe dan rekannya Lukman (43) warga Kelurahan Waworaha, Kecamatan Latoma, Konawe harus mendekam di tahanan Polres Konawe karena kedapatan bermain judi. Ketiganya dibekuk anggota Tim Khusus (Timsus) Polres Konawe saat asyik bermain judi song di rumah Rasid di Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, Selasa malam (20/11/2018) sekira pukul 20.00 Wita.

Kapolres Konawe AKBP Muh Nur Akbar melalui Kasat Reskrim Polres Konawe IPTU Rachmad Zam Zam menjelaskan, ketiganya diamankan saat asyik bermain judi song menggunakan kartu Joker. Dengan pola permainan, jika menang kartu biasa maka masing-masing pelaku memperoleh uang sebesar Rp10 ribu rupiah, menang murni memperoleh uang Rp20 ribu rupiah dan apabila menang song maka memperoleh uang Rp30 ribu rupiah.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku kini mendekam di rumah tahanan Mapolres Konawe. Mereka dijerat Pasal 303 KUPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Belajar dari kedua fakta ini, maka baik Parpol ataupun pemangku kepentingan lainnya dalam Pemilu 2019 perlu mendata ulang bahkan mengeluarkan list atau daftar terkait mereka-mereka (oknum Caleg bahkan oknum Komisioner lembaga penyelenggara Pemilu 2019 yang melakukan moral hazard), selain mereka harus diganti juga perlu dikenakan sanksi hukum. Fenomena ini juga menggambarkan kegagalan Parpol dalam membentuk karakter keanggotaannya, termasuk dapat menimbulkan sinisme di masyarakat dengan pernyataan sarkasme seperti “masih sebagai Caleg saja sudah menjambret, apalagi sudah menjadi caleg maka sangat berpotensi menjadi koruptor”. Baik Jokowi ataupun Prabowo juga perlu menghimbau Parpol pengusung dan pendukungnya agar tidak memberikan kesempatan kepada mereka yang melakukan moral hazard untuk menjadi pemimpin masyarakat disegala level. Sudah saatnya bangsa ini bersikap tegas terhadap koruptor, pejudi ataupun kelompok kleptomania atau kelompok yang harus mencuri agar batinnya menjadi senang.

*) Penulis adalah masyarakat Jatisawit, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: