Terlalu Pagi Prediksi Juara Pileg-Pilpres 2019

Terlalu Pagi Prediksi Juara Pileg-Pilpres 2019
Oleh : Erros Djarot
Jayakartapos,  Mereka yang tidak terlalu mengikuti perkembangan dunia politik, sering bertanya kepada saya; siapa nanti yang bakal keluar sebagai juara pada Pileg dan Pilpres 2019. Tidak hanya yang berada di dalam negeri, teman-teman dari luar negeri maupun para mahasiswa kita yang tengah belajar dan warga negara Indonesia yang tengah bekerja di luar negeri, banyak yang juga melontarkan pertanyaan serupa.
Pertanyaan lebih teknis lagi menyoal apakah apa yang digelontorkan oleh sejumlah lembaga survei bisa dijadikan pegangan untuk memprediksi hasil akhir Pileg dan Pilpres 2019? Munculnya pertanyaan ini dipicu oleh seringnya mereka menerima kiriman pesan singkat lewat WA dari sejumlah Lembaga Survei. Hasil survei mereka yang dilansir lewat pesan singkat WA menyodorkan tingkat elektabilitas para kandidat capres-cawapres maupun partai peserta pemilu. Tentunya berikut angka-angka dan penjelasan yang mencoba menjastifikasi angka-angka yang tersuguh secara rasional.
Denny JA merupakan salah satu pegiat survei Pileg-Pilpres yang paling aktif mengirimkan hasil kajiannya pribadinya. Angka-angka prediksinya tentang tingkat perolehan suara dari masing-masing kandidat per hari atau minggu saat digelontorkan, hadir sebagai ‘fatwa’ Denny JA, ‘dewa’nya Lembaga Survei Pemilu. Tentu saja kirimannya cukup membantu kita untuk ‘berprasangka’ atau turut bermain untuk mengira-ngira siapa yang kelak bakal keluar sebagai juara. Akurasinya? Sangat naif bila terlalu mengandalkan angka-angka prediksi sang Dewa ini untuk dipegang sebagai angka yang akurat (terjadi) seakan angka itulah yang bakal muncul sebagai hasil akhir pada Pileg-Pilpres 2019.
Dari dua peristiwa fenomenal, Pilkada Jakarta dan Jabar yang lalu, terbukti prediksi sang Dewa meleset jauh. Walau di beberapa daerah lain cukup banyak yang akurat. Biasanya ketika di daerah tersebut peristiwa politik pilkadanya landai-landai saja, prediksi Denny cukup kredibel untuk bisa dijadikan pegangan. Namun ketika dinamika politik begitu tinggi dengan berbagai multi dimensi problema politik yang mewarnai perhelatan, peristiwa politik yang anomali dan hasil akhir yang mengejutkan sering terjadi.
(Penulis adalah Budayawan)
loading...
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: