Pledoi Politik Untuk Ahmad Dhani

Pledoi Politik Untuk Ahmad Dhani
Oleh: Nasrudin Joha
Jayakartapos,  Sebelum merinci ulasan, perlu ditegaskan diawal bahwa kasus yang menimpa Ahmad Dani, baik ujaran SARA yang dituduhkan di PN Jaksel atau yang sekarang sedang di kerjakan oleh Polda Jatim *adalah kasus politik, bukan kasus hukum.* Lengkapnya, kasus politik yang menggunakan sarana hukum untuk mengkriminalisasi.
Kasus Dani, sama persis dengan kasus yang dialami Asma Dewi, Alfian Tanjung, Habib Bahar, Gus Nur, termasuk sama dengan apa yang dialami Habibana Muhammad Rizq Syihab. Apa argumentasinya ?
*Pertama,* dari sisi devinisi kasus politik menggunakan sarana hukum dapat dijelaskan sebagai proses hukum yang dilatarbelakangi motif politik, baik berupa serangan dan kritik terhadap rezim atau para begundal rezim yang kemudian ditindaklanjuti dengan Proses pidana yang bertujuan membungkam pengkritik rezim, baik bermula dari laporan pidana oleh rezim dan/atau antek rezim *atau hasil penyelidikan mandiri dari aparat penenggak hukum yang telah menjadi kepanjangan tangan rezim.*
*Kedua,* pada kasus Dani proses itu bermula dari laporan pidana antek rezim, yang menggunakan pasal ‘pukat harimau’ UU ITE, jadilah Dani menjadi Terdakwa di PN Jaksel dan Tersangka di Polda Jatim, karena antek rezim tak terima kritik yang dilayangkan Dani.
*Ketiga,* kasus Dani dan kasus semisal lainnya bertujuan agar Dani dan/atau barisan pengkritik rezim segera *memutar haluan merapat kepada rezim atau setidak-tidaknya berhenti mengkritik rezim.* Merapatnya Harie Tanoe yang semula kritis kemudian melempem karena kasus pidana pajak, merapatnya Ngibulin, La Nyala tidak menyala dan mati meredup kembali, semua menunjukan bahwa opsi merapat kepada rezim adalah cara paling aman menghindar dari Resiko pidana.
*Keempat,* kasus yang semisal Dani atau lebih parah, misalkan kasus Ade Armando, Fictor Laiskodat, Busukma, Cornelis, hingga si Dungu Abu Janda, *tidak diproses karena mereka semua adalah barisan antek rezim.* hal ini mempertegas, kasus Dani kasus politik bukan kasus hukum. Jika ini murni hukum, harusnya semua diangkut tanpa pandang bulu.
Jadi dusta besar, jika ada yang mengklaim kasus Dani, Habib Bahar, Gus Nur, apalagi kasus HRS disebut sebagai murni penegakan hukum. Ini adalah kasus politik terhadap orang yang ditarget secara politik, memiliki motif politik, berusaha membungkam lawan politik menggunakan sarana hukum.
Inilah risalah pembelaan Nasrudin Joha untuk Ahmad Dani dan siapapun yang mengambil opsi melawan kezaliman rezim. Nasjo, akan mengumumkan damai dan menjalin persahabatan kepada siapapun pejuang perubahan yang berusaha menghentikan tirani rezim represif dan anti Islam.
Sebaliknya, Nasrudin Joha mengumumkan perang terbuka kepada rezim dan kepada siapapun yang menjalin hubungan baik dengan rezim, menopang kezaliman rezim apalagi berusaha melanggengkan kezaliman rezim. Dengan risalah ini, kami umumkan kepada siapapun untuk menghimpun diri bersama barisan pejuang Islam, berada disamping kiri dan kanan Nasrudin Joha. Jika tidak, Anda akan kami kualifikasi sebagai antek dan bagian dari rezim.
loading...
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: