Kesadaran Sebagai Hamba Beriman

Kesadaran Sebagai Hamba Beriman
Jayakartapos,  Merupakan tugas kita semua, menyambungkan hidup ini dengan Allah, Al-Ilah, sesembahan satu-satunya, Ar-Rabb, Tuhan satu-satunya, Ar-Rahman, yang Maha Pengasih, Ar-Rahim yang Maha Penyayang. Menyambungkan seluruh aspek hidup ini dengan Dzat yang Maha Mulia itu, *_dengan jalan mengamalkan seluruh perintahNya dan menjauhi semua laranganNya._*
Demikianlah kita mem-buktikan iman kepadaNya. Demikianlah kita berjuang untuk menjadi hambaNya yang mencari ridhaNya. Demikianlah kita bekerja keras untuk mendekat kepadaNya.
Keyakinan kita kepada Allah, pemilik tunggal Asmaul Husna, memotivasi kita untuk *_menyambungkan_* pikiran kita, hati kita, perasaan kita, ucapan dan prilaku kita dengan Dzat yang Maha Mulia itu. Kita selalu berorientasi pada ridhaNya.
Kita senantiasa berfikir bagaimana mengamalkan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Kita selalu bekerja *_untuk mendapatkan kasih sayangNya._* Ucapan kita pun selalu dijaga, agar tidak ada kata-kata yang dapat mengundang murkaNya.
Bahkan perasaan kita pun selalu dikontrol agar perasaan kita kepada Allah selalu baik, selalu bersangka baik kepada Allah.
Demikianlah kita menuhankan Allah. Demikianlah kita bertauhid. Demikianlah kita menghayati iman kita kepada Allah.
Demikianlah kita berusaha membuktikan keyakinan kita kepada Allah.
Marilah kita merenungkan firman Allah swt:
 *فَفِرُّوْ إِلَى اللهِ*
“Maka berlarilah kamu kepada Allah”(QS : Adzariyat : 50).
Ayat ini memerintahkan kita untuk berlari kepada Allah. Artinya, kita diwajibkan untuk bercepat-cepat mengamalkan perintahNya, dan cepat-cepat menjauhi laranganNya.
Dalam ayat lain Allah swt berfirman:
*وَسَارِعُوْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ*
“Dan besegeralah kamu menuju ampunan dari TuhanMu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, disiapkan untuk orang-orang yang bertaqwa”
(QS. Ali Imran : 133).
Ayat yang mulia ini memerintahkan kepada kita bercepat-cepat menuju ampunan Allah dan syurgaNya. Maksudnya, kita diperintah oleh Allah untuk segera bertaubat, memperbanyak istighfar, segera beribadah, memperbanyak amal shaleh, menjauhi dosa dan maksiat. Dengan demikian kita akan mendapat ampunan Allah dan syurgaNya.
Orang yang beriman selalu berusaha untuk waspada. Mewaspadai penyimpangan dari jalan Allah. Mewaspadai kelalaian. Mewaspadai bisikan syetan.
Mewaspadai sangkaan jelek terhadap Allah Swt. Dengan kewaspadaan itu, seorang mu’min menjaga kesadarannya.
Yaitu kesadaran sebagai hamba Allah yang mencari ridha Allah. Kesadaran sebagai muslim yang merindukan kasih sayang Allah Ar-Rahman, Ar-Rahim.
Kesadaran sebagai makhluk Allah yang amat sangat lemah sekali, sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan Allah setiap detik.
Kesadaran sebagai musafir di dunia fana ini, yang sebentar lagi pasti akan meneruskan perjalanan menuju keabadian syurga firdaus yang mulia.
Sesungguhnya kesadaran-kesadaran inilah yang wajib kita bangun dalam kepribadian kita pada setiap rukuk dan sujud kita. Pada setiap ayat Al-Qur’an yang kita baca. Pada setiap untaian dzikir yang kita bisikkan. Pada setiap ungkapan permohonan kita kepada Allah swt.
[ Mulia Mulyadi ]
loading...
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: