Lezatnya Beribadah Itu Tanda Ia Diterima

Lezatnya Beribadah Itu Tanda Ia Diterima
sumber : blog.evercoss.com
إذا لم تجد للعمل لذة فاتهمه لأن رب شكورلابد أن يثيب العامل من لذة يشعر به
” Jika engkau tidak menikmati lezatnya ibadah ,yakinilah bahwa ibadah itu di tolak karena Allah swt Maha Membalas Kebaikan pasti akan membalasmu dengan lezatnya ibadah “
( Ibnu Qayyim al –Jauziah )
Di antara manusia ada yang menjalankan ibadah hanya sekedar gugur kewajiban saja, sehingga ia tidak merasakan ruh dan spirit dari ibadah tersebut, yang ia rasakan hanyalah kelelahan saja.
Jadikanlah ibadah itu sebagai kebutuhan dan tamasya ruhani ,maka engkau mendapatkan kelezatan di dalamnya.
Seseorang yang sudah merasakan lezatnya shalat, maka baginya tidak cukup shalat 5 waktu saja, dia tidak pernah melewatkan kesempatan-kesempatan untuk menjalankan shalat sunnah ,malamnya saat Allah turun kelangit dunia di sepertiga malam terakhir ia gunakan untuk tahajjud, karena ia yakin dengan menggelar sajadah dimalam hari maka ia akan mendapatkan jalan keluar dari peliknya permasalahan hidup.
Pagi hari saat matahari sudah naik, ia gunakan untuk shalat dhuha walau hanya 2 rakaat yang ia mampu tetapi ia tidak pernah tinggalkan ibadah yang di anjurkan untuk menjadi sunnah setiap hari oleh Syaikh Utsaimin,
Selepas wudhu ia selalu melakukan sholat sunnah wudhu, karena ia membayangkan bisa bersama Bilal yang sendalnya sudah terdengar di syurga itu disebabkan ia tidak pernah meninggalkan shalat usai wudhu.
Seseorang yang sudah merasakan nikmatnya berpuasa, maka tidak cukup baginya puasa Ramadhan, usai puasa wajib itu ia akan teruskan dengan puasa syawwa selama 6 hari karena itu sama pahalanya dengan puasa satu tahun.
Hari Senin dan Kamis selalu menjadi hari yang ia tunggu-tunggu, karena mereka yang berpuasa mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan saat ia bertemu Rabbnya nanti.
Seseorang yang merasakan lezatnya bersedekah, maka ketika ia memberi maka ia akan merasakan kenikmatan yang lebih dari pada orang  yang mendapatkan sedekah, bahkan ia merasa bahwa sebenarnya dialah yang membutuhkan untuk bisa berbagi, bukan para dhuafa itu yang membutuhkan, karena ia di tolong dan diberikan rizqi melalui doanya para fuqoro itu
 ،
وقال صلى الله عليه وسلم: «إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلاتِهِمْ وَإِخْلاصِهِمْ» (رواه النسائي، وصححه الألباني).
Rasulullah saw bersabda “ Sesungguhnya umat ini ditolong karena orang –orang lemahnya ,dengan doa mereka, shalat mereka dan keikhlasan mereka ( Hr Nasai dan dishahihkan oleh Al Bani ).
Seseorangn yang merasakan lezatnya ibadah, maka ia tidak pernah puas dalam melakukan kebaikan, sampai syurga yang menjadi cita-citanya tercapai.
Orang beruntung adalah orang yang tidak yakin bahwa amal ibadahnya diterima dan ia juga tidak yakin dosanya diampuni, sehingga ia terus sibuk beramal dan memohon ampun sebagai bekalnya bertemu dengan Allah nanti, sedangkan ciri orang yang celaka adalah mereka yang yakin dosanya di ampuni dan amalnya diterima ,sehingga membuatnya malas beramal.
Imam Ahmad berkata “ Bahwa seorang mukmin itu tidak pernah merasakan tenang sampai ia meletakkan salah satu kakinya disyurga.
Pepatah Arab mengatakan : الذة إلا بعد التعب وما “ tidak ada kelezatan kecuali setelah kita berletih-letih.
Begitu juga syurga sebagai puncak kenikmatan dan kelezatan ,ia tidak akan bisa diperoleh kecuali dengan berletih-letih di dunia, maka sungguh aneh jika ada manusia yang mengharapkan syurga tetapi ia banyak tidur dan ia takut dengan neraka, tetapi ia sering tidur di akhir –akhir malam, padahal disana Allah hadir dan turun menjawab permohonan dan ampunannya.
Ketahuilah syurga itu di kelilingi oleh hal yang tidak disukai oleh nafsu dan neraka itu di kelilingi dengan hal yang enak enak, maka pilihlah yang tidak enak menurut nafsumu agar hidupmu di akhirat, dari pada enak sebentar didunia ,tetapi sengsara selamanya di akhirat nanti.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.
(HR. Muslim)
Ustdz. Faisal Kunhi
Barakallahu Fiikum
loading...
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: