Daily: March 30, 2019

Agum Gumelar: Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas Akan Netral Dalam Pemilu 2019
By: On:

Agum Gumelar: Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas Akan Netral Dalam Pemilu 2019

 

JP-Jakarta. Melalui Surat Edaran Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Nomor : SE/02/III/2019/IKAL tertanggal 28 Maret 2019 yang ditanda tangani oleh Agum Gumelar menyatakan bahwa, sebagai sebuah organisasi atau kelembagaan, IKAL harus bersifat netral.

“Namun, sebagai individu anggota IKAL mempunyai hak politik yang sama dengan warga negara lainnya, sehingga bagi masing-masing individu dipersilahkan untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani, dengan tidak membawa atribut IKAL,” ujar Agum Gumelar sebagai Ketua Umum IKAL dalam surat edaran tersebut.

Selanjutnya, surat edaran itu berisi perbedaan memilih bersifat sementara, diharapkan segera berakhir begitu perhelatan demokrasi selesai, dan kembali menjadi satu keluarga besar yang utuh serta menghormati apapun yang menjadi keputusan demokrasi. (Red)

Trump Ancam Tutup Perbatasan Dengan Meksiko Minggu Depan
By: On:

Trump Ancam Tutup Perbatasan Dengan Meksiko Minggu Depan

Jayakartapos, Presiden Donald Trump mengancam akan menutup perbatasan selatan atau sebagian besar perbatasan, jika Meksiko tidak menghentikan imigran yang menyeberang ke AS tanpa otorisasi, dan ini akan dilakukan minggu depan, ujarnya Jum’at (29/03).

Melansir dari ABC News, Trump sepanjang hari mengulangi ancamannya dan mengatakan dia “tidak main-main” sambil berjanji untuk menutup perbatasan Selatan “untuk waktu yang lama” jika Meksiko tidak bertindak mencegah orang menyeberangi perbatasan ke Amerika Serikat.

Meksiko dapat menghentikannya tepat di perbatasan selatan mereka, ujar Trump kepada wartawan, Jumat (29/03). “Mereka memiliki perbatasan selatan dan mereka memiliki perbatasan yang dapat diatur dengan sangat baik.”

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, dalam sebuah acara di Veracruz, Jumat malam (29/03) mengatakan, bahwa dia tidak secara khusus membahas penutupan perbatasan, tetapi mendukung diplomasi.

“Kami telah memberi tahu Presiden Trump sendiri bahwa cara terbaik untuk menangani fenomena migrasi adalah menciptakan lapangan kerja dan memiliki kesejahteraan di Amerika Tengah dan Meksiko dan inilah cara kami memecahkan masalah, tidak dengan cara lain ujar Lopez Obrador, seperti yang dilansir dari ABC News.

Otoritas perbatasan AS memperkirakan jumlah imigran tidak berdokumen yang berhenti di perbatasan selatan dapat mencapai 1 juta pada akhir tahun, dan berpotensi dua kali lipat level tahun lalu serta meningkat 140 persen dibandingkan tahun pertamanya di kantor.

Ini bukan pertama kalinya Trump mengancam akan menutup perbatasan selatan. Setelah gelombang imigran berusaha memasuki San Diego pada November 2018, presiden merespons dengan ancaman serupa.(Icha)

Indonesians People Did Not Want ISIS Members Come Back To Indonesia
By: On:

Indonesians People Did Not Want ISIS Members Come Back To Indonesia

 

Jayakartapos, Indonesians taking refuge at the Kurdish-run Al-Hol camp in Al-Hasakah, Syria, are begging to come home because supplies are starting to run out.

Mariam Abdullah, one of about 50 Indonesians in the camp, asked for help so that she and her family can return to Indonesia in a two-minute video posted on Indonesian online news outlet Tirto.id. “We are asking for help so we can return home,” Mariah said as quoted by Tirto.id.

Indonesians taking refuge at the Kurdish-run Al-Hol camp in Al-Hasakah, Syria, are begging to come home because supplies are starting to run out.

Mariam Abdullah, one of about 50 Indonesians in the camp, asked for help so that she and her family can return to Indonesia in a two-minute video posted on Indonesian online news outlet Tirto.id. “We are asking for help so we can return home,” Mariah said as quoted by Tirto.id.

Mariam claimed that she, her husband and four children were from Bandung, West Java.

She said she and her children had fled the village of Baghouz two days prior to the interview with the online news outlet. Mariam told the reporter, Afshin Ismaeli, that her husband, Saifuddin, was missing.

A recent update from the World Health Organization (WHO) revealed that there were approximately 67,000 internally displaced people who resided in the camp as of March 14. This number is exceeding the original capacity of the camp, which was initially designed to hold 10,000 people.

Due to the unexpected number of incoming arrivals, there has been a shortage of health-care services in the area, which has resulted in the refugees suffering from hypothermia and various communicable diseases. As of March 14, the organization recorded 120 deaths in the camp, in which 80 percent of the casualties are children under 5 years old.

Despite of the camp’s alarming state, many Indonesian netizens showed no sympathy for Mariam as well as the other Indonesians who are suffering the same fate as her.
One Twitter user, @rizamsyafiq, questioned why they joined the Islamic State group in the first place.

“They made a conscious decision to go there, betrayed the nation in the process, and are begging to come home after the Islamic State group lost. I only have one thing to tell them: suck it,” he wrote on his account on Thursday. Another user, @qlytooq, blatantly told them not to come back to Indonesia. “Enjoy the paradise that you wanted, don’t ever come back to Indonesia.” he wrote (https://www.thejakartapost.com/news/2019/03/29/is-sympathizers-from-indonesia-want-to-come-home-amid-dire-conditions-in-camp).

Meanwhile, an international issues observer, Wildan Nasution in Pekanbaru, Riau said after Islamic State had completely been defeated by Syria’s military (SDF) which was backed up by the United States, several countries which have their citizens who had joined as ISIS symphatizers or members, have same problems because they want to come back to their country including Indonesia.

“I think the political stance of Indonesia’s government on this matter has been clear that we are not permit their come back to their homeland, because many of Indonesian’s people have been worried if ISIS symphatizers have given permit to come back, they have other chance to spread their radical values among our society,” Wildan said (Red).

Lapak di Kolong Tol Pluit Terbakar
By: On:

Lapak di Kolong Tol Pluit Terbakar

JP-Jakarta, Kebakaran melanda lapak yang terletak dibawah kolong tol di Rt.07/16 Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Sabtu (30/03).

Sekira pukul 08.20 WIB api berkobar di lapak yang berada di bawah kolong tol Pluit. Penyebab terjadinya kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek.

Api berhasil dipadamkan oleh 12 unit mobil pemadam kebakaran dari Sudin Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, seorang warga yang menderita luka ringan di larikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.(BK)

6 Begal Yang Meresahkan Warga Berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Madiun
By: On:

6 Begal Yang Meresahkan Warga Berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Madiun

JP-Madiun, 6 begal yang meresahkan warga Madiun berhasil diringkus Satreskrim Polres Madiun, dan dua pelaku di antaranya masih di bawah umur.

Keenam begal tersebut diketahui melakukan aksi pembegalan pada Minggu dini hari (24/03) di jalan raya Madiun-Surabaya di Desa Garon, Kecamatan Balerejo.

Dalam aksinya, salah seorang begal menggunakan sajam untuk mengancam korbannya. Adapun keenma pelaku begal tersebut adalah Khoirul Joko (19), Edhi S alias Esok (20), Ari alias Genggek (20), dan Mashruf alias Arif (20), AF (17), AD (17).

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa tiga unit sepeda motor, yaitu Honda Kharisma warna hitam dengan nopol AE 5025 EV, dua Honda Vario warna hitam dengan nopol AE 5584 L dan nopol AE 2557 GU, dan sajam yang digunakan untuk mengancam korbannya.(Chandra)