Monthly: June 2019

Gelar Operasi Pekat, Polsek Pulubala Sita Berbagai Jenis Miras
By: On:

Gelar Operasi Pekat, Polsek Pulubala Sita Berbagai Jenis Miras

 

JP-Gorontalo, Untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan, Polsek Pulubala menggelar operasi pekat Otanaha 2019, Rabu malam (26/06).Operasi pekat Otanaha 2019 dipimpin langsung oleh Kapolsek Pulubala, Ipda Alfin Dwi Wahyudi Nuntung S.Trk.

Sasaran dari operasi pekat Otanaha 2019 adalah judi, miras, sajam, prostitusi dan narkoba. Dalam operasi pekat Otanaha 2019 petugas berhasil menyita berbagai jenis minuman keras dari beberapa tempat di willayah hukum Polsek Pulubala.

Di Desa Pulubula, Kecamatan Pulubala, petugas berhasil menyita 3 botol minuman merek Kasegaran, 15 botol minuman merek bir Bintang, 2 sak besar 10 liter minuman merek cap Tikus, 5 botol minuman merek Pinaraci.

Di Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, petugas berhasil menyita 11 botol minuman cap tikus dengan ukuran perbotol 500 ml, 6 botol bir Bintang, 13 botol minuman merek Kasegaran, dan 2 botol minuman merek Pinaraci.

Di Desa Ayumolingo, Kecammatan Pulubala, petugas berhasil menyita 7 botol minuman merek Pinaraci, 3 botol minuman merek bir Bintang, 7 botol minuman merek Kasegaran, dan 10 botol cap Tikus ukuran 600 ml.(Harwib)

Jangan Jadi Halal Biharam
By: On:

Jangan Jadi Halal Biharam

oleh : Andi Naja FP Paraga

JP-Jakarta,  Halal Bihalal menjadi istimewa ketika Presiden pertama dan Proklamator Kemerdekaan Indonesia DR Ir H Soekarno menggelarnya di Istana Negara sebagai upaya mempertemukan tokoh-tokoh bangsa pasca gelombang pemberontakan dan disintegrasi tahun 1965. Tentu kita masih mengingat dan punya catatan potensi disintegrasi hingga catatan pemberontakan saat itu. Syeikh KH Hawab Abdullah salah satu tokoh Nahdatul Ulama menyodorkan kepada Bung Karno Konsep Halal Bihalal dan memang faktanya potensi disintegrasi dan pemberontakan bisa diperkecil.

Halal Bihalal starting di Istana Negara dan secara perlahan menjadi kegiatan yang ditradisikan disetiap Lembaga Negara, Lembaga Pemerintahan, Lembaga Non Pemerintah, Swasta, dan masyarakat hingga saat ini. Momentum Halal Bihalal tidak hanya momentum kumpul-kumpul pasca lebaran, namun sudah menjadi momentum yang baik untuk kegiatan rekonsolidasi internal yang sangat efektif dan sangat positif.

Namun kita digelitik oleh sekelompok massa yang memasukkan permohonan Izin menyelenggarakan acara Halal Bihalal di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, justru pada saat rencana pembacaan putusan hasil sidang sengketa pemilihan Presiden 2019.

Rencana ormas tersebut spontan direspon dengan penolakan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), bahkan Polda Metro Jaya tidak menerbitkan ijin penyelenggaraan kegiatan tersebut. Alasan penolakan sangat rasional bahkan masyarakat awam pun bisa memahami penolakan itu. Tapi ormas yang kini digerakkan Novel Bamukmin itu sangat ngotot. Loh halal bihalal kok ngotot.

Novel Bamukmin dan kawan-kawan gagal memahami dan memaknai halal bihalal sebagai sebuah momentum rekonsiliasi berbangsa dan bernegara ditengah mulai terlihat sejuknya suasana berbangsa pasca bulan puasa. Banyak politisi yang telah melakukan rekonsiliasi pasca Pemilu 2019 demi terciptanya kesejukan bahkan rekonsiliasi itu secara perlahan telah menghilangkan dikotomi antar partai pendukung paslon Presiden dan Wakil Presiden. Ditingkat grassroot bahkan sudah jarang ditemukan kubu-kubuan politik karena puasa ramadhan satu bulan penuh telah memusnahkan egoisme politik dan semakin indah ketika ber-Idul Fitri. Momentum Ramadhan dan Lebaran terbukti efektif melembutkan sikap keras para pendukung paslon.

Saya berpendapat jika Novel Bamukmin dan kawan-kawan memaksakan keinginannya untuk berhalal bihalal didepan Gedung Mahkamah Konstitusi itu bukanlah Halal bihalal melainkan Halal Biharam. Halal acaranya tetapi haram cara dan tujuannya, inilah yang saya sebut Halal Biharam. Tidak pernah ada peringatan halal bihalal yang demonstratif namun terindikasi destruktif. Halal Bihalal bukan untuk menolak sebuah keputusan KPU atau Putusan hukum apalagi putusan konstitusional. Halal Bihalal adalah demontrasi rekonsiliasi bangsa demi menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara.

Saya mengucapkan terimakasih kepada POLRI khususnya Polda Metro Jaya yang secara tegas menolak permohonan Ijin kegiatan Halal Bihalal yang diusulkan Novel Bamukmin dan kawan-kawan. Sikap Novel Bamukmin dan kawan-kawan tidak menunjukkan sikap yang sejuk bahkan terlihat memaksakan kehendak. Kita tidak ingin ada yang merusak substansi Halal Bihalal hanya karena kepentingan politiknya apalagi karena kepentingan Ideologinya. Halal Bihalal dihadirkan Bung Karno bersama Syeikh KH Wahab Abdullah adalah upaya riil mengawal keutuhan NKRI, PANCASILA dan UUD 1945 dan HARAM Hukumnya jika keluar dari substansinya. Halal Bihalal adalah sebuah Ijtihad yang agung dan mulia dari para pendahulu dan pendiri bangsa dan POLRI memiliki kewenangan besar untuk mempertahankan dan mengawal IJTIHAD Bangsa yang bernama HALAL BIHAL ini.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

Sesosok Mayat Ditemukan di Sungai Baru Desa Bugo
By: On:

Sesosok Mayat Ditemukan di Sungai Baru Desa Bugo

JP-Jepara, Sesosok mayat ditemukan di sungai baru, di Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (26/03).

Korban di ketahui bernama Nanang Maulana Saputra (15) warga Desa Guwosobokerto Rt. 05 Rw II, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Rumain (56) warga Desa Bugo.

Rumain (56) melihat jasad korban sudah mengambang di sungai, melihat hal itu lalu saksi langsung melaporkan ke Perangkat Desa kemudian diteruskan ke Polsek Welahan.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan Polsek Welahan, diketahui bahwa jenazah tersebut bernama Nanang, dan berdasarkan keterangan pigak keluarga, bahwa korban sejak Senin, (24/06) sekira pukul 10.00 WIB meninggalkan rumah tanpa ijin, tapi kepergian korban diketahui oleh Suryati Ibu korban.

Saat pergi korban mengendarai sepeda motor yang ditemukan tidak jauh dari lokasi jasad korban, dan saat ini jenazah korban sedang di otopsi di Puskesmas II Welahan. (Irawan)

Persia Bukan Tandinganmu
By: On:

Persia Bukan Tandinganmu

oleh : Andi Naja FP Paraga

Pesaing besar Persia dahulu adalah Bizantium Romawi yang memiliki United State yang lebih besar dari yang dimiliki Amerika Serikat saat ini. Namun perjalanan sejarah memastikan Romawi kehilangan kedigdayaannya dan kini hanya menjadi sebuah Negara yang seolah tak memiliki jejak adikuasa di tengah Benua Biru. Persaingan Eksistensi adidaya telah menempatkan Persia menjadi pemenang. Kini Bizantium Persia sejak Tahun 1979 bernama Republik Islam Iran. Nama baru ini menandai berakhirnya kekuasaan Amerika Serikat melalui boneka USA Reza Pahlevi sang sekutu USA yang pernah menjadi Presiden Iran yang dahulu

Amerika Serikat tentu sangat kehilangan muka karena tidak hanya kehilangan mitra besar di Timur Tengah namun mereka merasa kehilangan logika militer. gerakan rakyat yang dipimpin oleh seorang kakek Ayatullah Khomaini telah menghabisi seluruh pengaruh USA di Negeri para Mullah(Ulama) ini tanpa sisa. Sang boneka Reza Pahlevi harus tunggang langgang mengarungi nasib tragisnya. Amerika Serikat tak bisa membayangkan bagaima kekuatan besar yang ia bangun puluhan tahun tumbang tanpa sisa hanya dalam waktu beberapa hari. Dunia pun tercengang karena negara pemimpin blok barat itu harus menerima fakta kehilangan superioritasnya justru ketika penguasaannya terhadap Timur Tengah begitu massif.

Tetapi Negara Imperialis ini mencoba mengakhiri deritanya dengan memanfaatkan Negara yang bertetangga dengan Iran. Pilihannya adalah IRAK sebuah Negara yang dipimpin oleh seorang diktator dari partai Ba’ath bernama Saddam Hussein. Tak pelak USA mendukung perang panjang Irak melawan Iran selama 9 tahun hingga mereka kelelahan karena tak kunjung menang. Saddam Hussein yang dipersiapkan menjadi pemimpin Jazirah Arab oleh USA itu ternyata bukan singa gurun. Ia tak lebih dari seekor keledai yang diharuskan menjadi singa bahkan lebih suka menghabisi lawan politiknya sendiri didalam negeri. Saddam Hussein gagal total bahkan menyeret negaranya pada krisis panjang. Saddam Hussein pun ditinggalkan Amerika Serikat dan mencoba menutupi kekecewaannya dengan menginvasi Kuwait.

Saddam Hussein menerima tulah besar karena Invasinya ke Kuwait menjadi papan luncur kejatuhannya. Kuawait juga merupakan Sekutu Amerika Serikat yang masih dalam bulan madu. Negara Kecil namun kayak minyak dan gas itu adalah jarahan baru yang menggiurkan sementara Irak sudah porak poranda akibat perang selama 9 tahun melawan Iran. Amerika Serikat tahu persis bagaimana menghadapi Saddam Hussein dan bagaimana menghadapi Sistem Militer yang mereka bangun sendiri puluhan tahun di Irak. Untuk itu USA mengundang semua sekutunya di Nato menghancurkan seluruh Fasilitas Senjata Nuklir dan berbalik 360 derajat menuduhkan semua perbuatan jahannam mereka kepada Saddam Hussein dan menjadi alasan kuat mereka untuk mengakhiri kekuasaan Bonekanya sendiri di Irak.

Tetapi mimpi besar mereka untuk menguasai kembali Iran tetap menjadi tekad USA dari presiden ke Presiden. Namun Iran sudah menetapkan USA adalah setan besar yang harus dihadapi dengan segala cara bahkan Negeri Para Mullah ini dengan tegas mengatakan setiap upaya USA di Timur Tengah harus dilawan walaupun bukan berada di Wilayah teritorial Iran. Upaya Amerika Serikat membangun ISIS selama 40 tahun dan mencoba untuk memporak porandakan Irak dan Suriah digagalkan Iran bekerjasama dgn Irak dan Suriah dalam waktu 4 tahun. Amerika Serikat mencoba menginvasi Yaman dengan menggunakan Arab Saudi sebagai sekutu loyalnya walaupun telah mengirim tentara bayaran yang mahal, namun tak mampu menaklukan Yaman bahkan kini Saudi Arabia harus menerima fakta bahwa Wilayah Negerinya yg berbatasan dengan Yaman menjadi sasaran Perang Militer Yaman.

USA semakin Panik dan semua sekutunya di Timur Tengah tentu wajib membantu Ambisi majikan besar mereka. Ketika IUSA menyatakan Perang terhadap Iran lewat Donald Trump dan mulai melakukan Pressure di Selat Harmous namun tak bisa berbuat apa-apa,sementara drone mata-mata USA hancur berkeping-keping di Langit Iran dihajar Senjata Iran membuat nyali Donald Trump menciut. Didalam Negeri mereka(USA)antaran Presiden bersama Petinggi Militernya berbeda pendapat dengan PENTAGON yg menyimpulkan bahwa perang melawan Iran adalah kealahan besar sambil menerangkan analisis militernya. Beberapa Negara Eropa meminta USA mempertimbangkan dengan matang karena hancurnya drone mata-mata Super Canggih USA merupakan Signal buruk bagi USA.

Eropa adalah Sejarah Bizantium Romawi dan pasti tau bahwa yang dihadapi Amerika Serikat kini adalah Generasi Bizantium Persia. Jika Amerika Serikat tak ingin menjadi sejarah pahit jilid II sebaiknya menahan diri. AMERIKA SERIKAT adalah Cerminan Eropa dan dapat dikatakan USA adalah Eropa di Benua Amerika. Akankah mereka ingin kehilangan USA-nya. Tentu tidak. Donald Trump Si Mulut Besar ini biarlah diajari oleh Bangsa Iran bahwa “imperialisme” mereka sudah berlebihan. Biarlah ia merasakan Sendiri bagaimana menghadapi Negara yang jiwa mereka hidup karena Panggilan Sayyidus Syuhada Al Imam Husein Putra Ali Bin Abithalib Sang Cucu Nabi Akhir Zaman. Negara itu memang telah mempersiapkan dirinya menjadi lawan setan besar itu tidak hanya dengan Modal Spritualitas yang tinggi tetapi juga dengan Modal Militerisme yang terbalut Spritualutas.

Tingkatkan Profesionalisme, Yonkav 12 Gelar Latihan menembak Senjata Ranpur
By: On:

Tingkatkan Profesionalisme, Yonkav 12 Gelar Latihan menembak Senjata Ranpur

JP-Singkawang, Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti menggelar Latihan Menembak Senjata Kendaraan Tempur (Latbakjatranpur) 2019 di Pasir Panjang, Singkawang. Latihan tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan profesionalisme para prajurit Yonkav 12/BC yang merupakan pembinaan kekuatan TNI AD dalam Program Kerja TA 2019.

Dalam latihan menembak senjata berat ini menggunakan 2 unit Tank Amx-13/Kanon kaliber 105 mm dengan sasaran jarak 900 meter, 2 unit Tank Amx-13/APC SMB Browning kaliber 12,7 mm dengan sasaran jarak 300 meter dan senjata PSU Mag 58 kaliber 7,62 mm dengan sasaran jarak 300 meter. Pelaksanaan latihan didampingi Asnik dari Pusdikkav Pussenkav dan Tim Asnik dari Paldam Kodam XII/Tanjungpura.

Pada kesempatan tersebut Danyonkav 12/BC Mayor Kav Rinaldi Irawan, M.Han., juga selaku Komandan Latihan menegaskan, tujuan latihan menembak senjata kendaraan tempur ini adalah untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak senjata Ranpur. Agar petembak di satuan dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan juga mendukung tugas pokok TNI AD di masa-masa yang akan datang.

Danyonkav juga menyampaikan, sasaran latihan yang ingin dicapai adalah dua aspek diantaranya sasaran kuantitatif bagi seluruh personel yang menjabat petembak senjata berat dan sasaran kualitatif dengan tujuan mampu menembak senjata berat Ranpur dengan baik. “Hasil yang harus dicapai dalam latihan menembak senjata berat ini adalah para petembak diharuskan mampu menghancurkan sasaran sesuai target yang telah di tentukan,” pungkas Danyon.

Sumber: Pendam XII/TPR