Fenomena Ibu Ani Yudhoyono

Fenomena Ibu Ani Yudhoyono

oleh : Andi Naja FP Paraga

Jayakartapos, Pasti yang paling merasa kehilangan atas Almarhumah Hajjah Kristiani Herawati atau Ibu Ani Yudoyono adalah Bapak Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) DR Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarga besar beliau. Namun sesungguhnya yang merasakan kehilangan besar adalah seluruh rakyat Indonesia. Lagi-lagi Indonesia harus kehilangan sosok-sosok ibu bangsa yang sulit tergantikan. Tapi dibalik rasa kehilangan besar ini bangsa Indonesia tersadarkan siapakah sesungguhnya negarawan-negarawan Indonesia ditengah narasi-narasi cinta persatuan bangsa berseliweran di tahun politik ini. Saya merasa sangat yakin bahwa tokoh-tokoh yang turut hadir berbelasungkawa adalah negarawan-negarawan Indonesia yang sesungguhnya. Inilah fenomena pertama atas kewafatan ibu Ani Yudhoyono.

Fenomena yang tak kalah mencengangkan bangsa ini pun adalah fenomena sosok putri seorang Jenderal Sarwo Edi Wibowo yang memiliki karakter patriotisme mengadapi penyakit yang dideritanya dengan tegar. 4 (empat) bulan lamanya beliau melawan kanker darah akut yang menyerangnya tanpa memperlihatkan rasa mengeluh bahkan beliau selalu menghadapinya dengan keceriaan. Beliau menunjukkan dirinya putri yang terdidik terbina menghapi tantangan penyakitnya. Sikap ibu Ani Yudhoyono ini tidak hanya membangun optimisme keluarganya namun sekaligus membangun optimisme anak bangsa untuk tegar menghadapi cobaan hidup. Dengan demikian beliau mengajarkan kepada bangsa indonesia bahwa segawat apapun situasi yang dihadapi dalam hidup ini optimisme harus dipertahankan.

Fenomena ketiga adalah fenomena seorang mantan orang penting di Republik Indonesia yang menilai bahwa mengabdi untuk bangsa dan negara tak boleh berhenti walaupun tidak menduduki lagi posisi menentukan. Beliau tetap berjuang mengangkat derajat kaum perempuan dan membina mental anak-anak bangsa dengan peran-peran sosial beliau. Inilah yang menjadi komitmen dari bapak Susilo Bambang Yudhoyono setelah Ibu Ani Wafat, bahwa bapak SBY akan terus melanjutkan perjuangan beliau dan bertekad mewujudkannya. Kegiatan ibu Ani telah terus memberikan harapan bagi bangsa ini bahwa memperjuangkan kesejahteraan kaum perempuan dan anak adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai. Ibu Ani adalah sosok yang bisa dan mampu membuktikan bahwa pengabdian bagi bangsa dan negara itu tak akan berakhir hinga ajal mengakhirinya.

Almarhumah ibu Ani Yudhoyono adalah sosok rekonsiliator yang mumpuni. Tahun politik 2019 bersama suami tercinta pro aktif mengelilingi daerah tanpa mengenal lelah. Beliau sosok konsolidator yang tangguh. Tanpa beliau tentu Partai berlambang Bintang Mercury (Partai Demokrat) tak mungkin bisa terus bertahan ditengah derasnya kompetisi politik. Itulah mengapa para kader partai Demokrat memposisikan beliau sebagai Idola. Kemampuannya berkomunikasi bahkan berorasi tak perlu diragukan dan hal itu tersimpan dalam rekam jejak beliau, tidak hanya ketika berkampanye tetapi juga terlihat ketika beliau memberi kata sambutan dan pidato pada acara-acara resmi. Fenomena mantan ibu Negara yang sangat cocok jika diusung menjadi calon Kepala Negara hanya ada pada beliau. Itulah mengapa pernah muncul ide mencalonkan beliau sebagai Capres 2019.

Sungguh banyak fenomena dari ibu Ani Yudhoyono yang tak bisa kita tulis sepenuhnya. Namun saya percaya bahwa kita semua memiliki catatan tentang beliau yang mengesankan dan fenomenal. Kini ditempat peristirahatan beliau di Taman Makam Pahlawan Kalibata beliau berbaring indah bersama para Pahlawan Bangsa lainnya dan seluruh doa anak bangsa terkirim dengan tulus menembus barzakh berharap agat beliau memperoleh HUSNUL KHATIMAH. Berbaringlah dengan senyum khasmu duhai Ibu. Tersenyumlah menatap negeri yang anda titipkan untuk generasi penerusmu. Selamat Beristirahat dengan Damai (RIP) dan kami mengucapkan INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIUN. Allahummagfirlaha wa Afihi Wagfuanha, Allahumma Tahrimna Ajraha.Walatahtimna Bakdaha. Ya Tuhan Terimalah beliau dengan penuh Cinta dan Kasih SayangMU.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchIndonesianJapaneseMalayPortugueseRussianSpanish
%d bloggers like this: