Monthly: September 2019

Panglima TNI: Tidak Ada Bentrok TNI-Polri Dan TNI Dukung Polri Jaga Keamanan
By: On:

Panglima TNI: Tidak Ada Bentrok TNI-Polri Dan TNI Dukung Polri Jaga Keamanan

Foto: Jumpa pers di Media Center KemenkoPoluhkam, Jum’at (27/09), Istimewa

 

 

JP-Jakarta, Terkait viralnya video demonstran yang masuk kedalam Wisma Perwira Tinggi TNI AL (Wisma Lumba-Lumba)di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P menjelaskan bahwa dalam video tersebut bukannya TNi bentrok dengan Brimob, tapi justru TNI mendukung dan membantu Polri dalam tugas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dan kemarin prajurit Marinir mampu menyelesaikan permasalahan di lapangan dengan menghalau para pengunjuk rasa agar mundur sampai ke Bendungan Hilir,” ujar Panglima TNI di Media Center Kantor KemenkoPolhukam, Jakarta Pusat, Kamis (26/09).

Menurut Panglima TNI, jika mess lumba-lumba terkena gas air mata, itu merupakan hal yang wajar. Jangankan mess lumba-lumba, kantor saya di Medan Merdeka juga kemasukan gas air mata  hampir masuk ke halaman belakang, sama halnya dengan yang di mess lumba-lumba,” jelas Hadi Tjahjanto.

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia Pasal 7 Ayat 2, bahwa TNI memberikan dukungan atau bantuan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terkait tugas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Terkait pengamanan demo yang terjadi belakangan ini, TNI telah mengerahkan bantuan kekuatan prajurit TNI, untuk ditempatkan di tempat strategis yaitu di depan Istana Negara, gedung DPR/MPR, dan di tempat-tempat yang dianggap paling kritis yaitu di wilayah Ladokgi, pintu utama gedung DPR/MPR, depan gedung BPK Pejompongan, perempatan Slipi, jelas Panglima TNI.

Panglima TNI kerahkan 3000 prajurit untuk membantu Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Panglima TNI menegaskan bahwa “TNI terus mendukung tugas Polri dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyaraka”.(Icha)

Turunkan  Foto Presiden Joko Widodo di Gedung DPRD Sumbar, Mahasiswa Ini Diamankan Polisi
By: On:

Turunkan  Foto Presiden Joko Widodo di Gedung DPRD Sumbar, Mahasiswa Ini Diamankan Polisi

JP-Sumbar, Polda Sumatera Barat amankan seorang mahasiswa Universitas Negeri padang. TI mahasiswa fakultas ekonomi UNP diduga telah menurunkan foto Presiden Joko Widodo, Rabu (25/09).

Selain menurunkan foto presiden Joko Widodo, TI bersama rekannya sesame mahasiswa juga menggantung foto Presiden Joko Widodo dengan tali diatas gedung DPRD Sumbar.

Polda Sumbar juga akan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku lainnya. “Polisi sudah mengantongi empat nama pelaku lainnya terkait pencoretan dan pengrusakan fasilitas kantor DPRD.(Haribowo)

Permintaan Ini Sebaiknya Ditolak demi Papua dan Indonesia
By: On:

Permintaan Ini Sebaiknya Ditolak demi Papua dan Indonesia

Foto: Ilustrasi peta Papua, sumber foto; Papua News

Oleh : Neno Anderias Salukh

Jayakartapos, Mayoritas permintaan masyarakat Papua melalui tokoh-tokoh Papua yang bertemu dengan Jokowi akan diterima tetapi salah satu permintaan dari semua permintaan tersebut harus ditolak dengan menyediakan alternatif lain demi kepentingan Papua dan Indonesia yang lebih baik.

Aksi protes mahasiswa dan masyarakat Papua yang dipicu oleh perlakuan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua akhirnya mempertemukan Jokowi dengan dengan 61 tokoh dari Papua dan Papua Barat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019) siang sebagai upaya mendinginkan suasana Papua yang sedang memanas.

Tokoh-tokoh tersebut terdiri dari pejabat daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga para mahasiswa yang mewakili suara masyarakat Papua dan Papua Barat dengan sembilan permintaan yaitu:

Pemekaran provinsi 5 wilayah di provinsi Papua dan Papua Barat; Pembentukan Badan Nasional Urusan Tanah Papua; Penempatan pejabat eselon 1 dan eselon 2 di Kementerian dan Lembaga;

Pembangunan asrama nusantara untuk mahasiswa Papua di seluruh kota dan menjamin keamanan mahasiswa Papua; Usulan revisi UU otonomi khusus dalam prolegnas dalam 2020;

Menerbitkan Inpres untuk pengangkatan ASN honorer di tanah Papua; Percepatan Palapa ring timur Papua; Membentuk lembaga adat perempuan dan anak Papua; Membangun Istana Presiden RI di Ibu Kota Provinsi Papua, Jayapura Permintaan yang dibacakan oleh salah satu perwakilan yang juga Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo yang merupakan akar permasalahan Papua saat ini.

Namun, menurut Jokowi, poin-poin tersebut tidak langsung diterima begitu saja tetapi harus dikaji dan dibahas oleh Presiden dengan para menteri. Akan tetapi, salah satu poin yang langsung disetujui oleh Jokowi adalah kesembilan, Membangun Istana Presiden RI di Ibu Kota Provinsi Papua, Jayapura.

Menurut Abisai, pembangunan istana presiden di Jayapura agar sesekali presiden bisa berkantor di Papua bukan sekedar perlindungan. Sehingga perjalanan presiden bukan hanya berkunjung, tapi berkantor di Papua,” kata Abisai yang juga Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf untuk Kota Jayapura pada Pilpres 2019.

Setelah melalui beberapa percakapan tentang persediaan lahan untuk pembangunan istana, akhirnya Jokowi menyetujui pembangunan istana. Namun, pekerjaan baru akan dimulai pada tahun depan karena anggaran yang belum tersedia. Ini saya berbicara dulu dengan para menteri supaya keputusannya tidak keliru. Nanti saya ngomong iya, duitnya tidak ada. Ya jadi mulai tahun depan Istana dibangun. Mengapa Jokowi langsung menerima permintaan pembangunan istana negara di Jayapura? Mengapa poin tersebut tidak dikaji terlebih dahulu bersama permintaan-permintaan lainnya.

Obat untuk sakit hati orang Papua. Masyarakat Papua sedang dalam puncak emosi sehingga pertemuan Jokowi dengan para tokoh-tokoh penting di Papua tidak serta-merta dapat meredakan suasana.
Oleh karena itu, meski terlihat terburu-buru, keputusan Jokowi untuk menerima salah satu permintaan masyarakat Papua adalah untuk mencegah kegaduhan yang berkepanjangan.

Selain itu, permintaan percepatan pembangunan palapa ring timur Papua pun diterima oleh Jokowi. Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 4.450 KM yang terdiri dari kabel bawah laut sejauh 3.850 km dan kabel daratan sepanjang 600 KM dengan landing point sejumlah lima belas titik pada 21 kota/kabupaten.

Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network) pada wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur). Kehadiran Palapa Ring Timur akan menjadikan penyebaran jaringan internet di Papua komplit. Pasalnya, Palapa Ring Tengah dan Barat sudah diuji coba dan digunakan.

Namun, pekerjaan yang tak kunjung selesai ini dihambat oleh beberapa hal yaitu terdapat 28 titik lokasi yang sulit dijangkau termasuk adanya gencatan senjata antara TNI dan KKB.

Akan tetapi, Pemerintah bertekad untuk meresmikan Palapa Ring pada Agustus lalu tetapi tidak sempat dilakukan. Saya dikasih tahu Agustus ini konstruksinya selesai. Setelah konstruksi tidak bisa langsung komersil, harus dites.

Pemerintah pun menetapkan tanggal 5 September untuk peresmian Palapa Ring oleh Jokowi. Akan tetapi, beberapa kendala membuat rencana tersebut ditunda sehingga peresmian ditunda dan menjadi agenda permintaan masyarakat Papua dalam pertemuan dengan Jokowi.

Jokowi pun setuju untuk menyelesaikan proyek tersebut pada tahun ini. Mengenai Palapa Ring akan selesai tahun ini. Tanah Papua akan (memiliki jaringan) 4G semua. Bagaimana dengan permintaan-permintaan lainnya? Apakah Jokowi akan menerima semua permintaan tersebut?

Permintaan pemekaran provinsi 5 wilayah di provinsi Papua dan Papua Barat menjadi salah satu agenda yang harus dipertimbangkan pemerintah. Dalam buku Papua Road Map yang diterbitkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada tahun 2009 telah dituliskan salah satu akar permasalahan Papua adalah Tidak optimalnya pembangunan infrastruktur sosial di Papua, khususnya pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat dan rendahnya keterlibatan pelaku ekonomi asli Papua. Oleh karena itu, pemekaran wilayah sangat tepat untuk untuk memperkecil wilayah pelayanan sehingga penanganan masalah-masalah sosial tersebut di atas lebih cepat diselesaikan.

Hal tersebut lebih penting daripada pertimbangan syarat-syarat pembentukan Daerah Otonomi Baru sehingga pemekaran wilayah di Papua sebaiknya dilakukan oleh pemerintah.

Beberapa poin lainnya seperti penerbitan Inpres untuk pengangkatan ASN honorer di tanah Papua dan pembentukan lembaga adat perempuan dan anak Papua pun sangat penting demi kemudahan dan kecepatan pelayanan sosial kesehatan dan pendidikan.

Jika ketiga hal tersebut dilakukan maka permintaan revisi otonomi khusus tidak diterima pun tidak akan menjadi masalah bagi masyarakat Papua karena yang mereka butuhkan adalah kesejahteraan dan sentuhan langsung bukan regulasi tersebut.

Akan tetapi, mereka masukan hal tersebut dalam permintaan mereka karena yang mereka harapkan dari regulasi tersebut tidak sesuai membawa dampak yang besar bagi kemajuan Papua. Salah satu poin permintaan yang tidak boleh dijawab pemerintah adalah soal pembangunan asrama nusantara untuk mahasiswa Papua di seluruh kota dan menjamin keamanan mahasiswa Papua.

Mengapa?
Masalah yang menimpa mahasiswa Papua adalah rasisme sehingga membangun asrama tidak akan membebaskan masalah rasisme di Indonesia. Pembuatan asrama yang berbau suku oleh pemerintah, secara tidak sengaja sudah mengkotak-kotakkan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, yang perlu dilakukan pemerintah adalah perlindungan kepada mahasiswa dan masyarakat Papua secara hukum. Kekerasan verbal dan nonverbal atau dalam bentuk kekerasan apapun itu, pemerintah harus menindak tegas pelakunya.

Hal tersebut akan lebih baik, karena selain melindungi mahasiswa Papua, masyarakat Indonesia diajarkan untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan bagi sesama masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia harus memandang siapapun itu sebagai saudara entah dia berkulit hitam atau putih, berambut keriting atau lurus, bertubuh pendek atau tinggi, berhidung mancung atau pesek dan lain sebagainya. Kira-kira hal tersebut yang perlu dipertimbangkan pemerintah untuk Papua dan Indonesia yang lebih baik.

*) Pemerhati politik

Disclaimer: Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

 

Unjuk Rasa Pelajar Berlangsung Ricuh, Pos Polisi Pejompongan Dibakar
By: On:

Unjuk Rasa Pelajar Berlangsung Ricuh, Pos Polisi Pejompongan Dibakar

Foto: Pos Polisi Pejompongan yang dibakar massa/Icha

JP-Jakarta,  Aksi unjuk rasa pelajar yang berlangsung ricuh, mereka pun menembakkan petasan kearah Polisi di flyover Slipi, Jakarta Barat, Rabu (25/09). Tidak hanya menyerang Polisi dengan Petasan, massa juga melakukan pembakaran terhadap pos Polisi Pejompongan.

Aksi para pelajar tersebut ricuh setelah mereka dilarang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR karena mereka tidak memiliki ijin/pemberitahuan untuk melakukan aksi unjuk rasa. Petugas pun menghalau mereka.

Massa yang tidak terima aksinya dihalangi petugas pun akhirnya memblokir jalan tol dalam kota, dan melempari petugas dengan batu dan juga menembakkan petasan kearah petugas. Petugas pun berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.(Icha)

TNI Mutasi dan Promosi Jabatan 69 Perwira Tinggi
By: On:

TNI Mutasi dan Promosi Jabatan 69 Perwira Tinggi

Foto: Tri Dharma Eka Karma, sumber: Puspen TNI

Jayakatapos,   Mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. TNI melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan di tingkat Perwira Tinggi TNI.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1055/IX/2019 tanggal 24 September 2019 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 69 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 21 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 23 Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 25 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.

Dalam mutasi dan promosi jabatan tersebut, tercatat sebagai berikut : 21 Pati TNI Angkatan Daratyaitu Brigjen TNI Richard H.T. Tampubolon, S.T. dari Kasdam VI/Mlw menjadi Kas Kogabwilhan I (orgas baru), Brigjen TNI Bramantyo Andi Susilo dari Staf Khusus Kasad menjadi Asrena Kaskogabwilhan I (orgas baru), Kolonel Inf Suhardi dari Paban IV/Ops Sops TNI menjadi Asops Kaskogabwilhan I (orgas baru), Brigjen TNI Sudarto, S.I.P. dari Staf Khusus Kasad menjadi Aslog Kaskogabwilhan I (orgas baru), Kolonel Inf Rafael Granada Baay dari Danrem 074/Wrt (Surakarta) Kodam IV/Dip menjadi Aster Kaskogabwilhan I (orgas baru), Brigjen TNI Joko Warsito dari Wadan Pusterad menjadi Kaskogabwilhan II (orgas baru), Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. dari Danrem 181/PVT (Sorong) Kodam XVIII/Ksr menjadi Wadan Pusterad, Brigjen TNI Yulius Selvanus dari Staf Khusus Kasad menjadi Danrem 181/PVT (Sorong) Kodam XVIII/Ksr, Kolonel Rio Firdianto, S.H. dari Sesmin Kasum TNI menjadi Asintel Kaskogabwilhan II (orgas baru), Kolonel Inf Bobby Rinal Makmun, S.I.P. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Asops Kaskogabwilhan II (orgas baru), Brigjen TNI Oerip Soekotjo dari Staf Khusus Kasad menjadi Aspers Kaskogabwilhan II (orgas baru), Brigjen TNI Wahyu Agung Prayitno, S.Pd. dari Staf Khusus Kasad menjadi Askomlek Kaskogabwilhan II (orgas baru).

Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. dari Asops Panglima TNI menjadi Pangkogabwilhan III (orgas baru), Mayjen TNI Tiopan Aritonang, S.I.P. dari Pangdam XIII/Mdk menjadi Asops Panglima TNI, Brigjen TNI Hendrawan, S.I.P. dari Staf Khusus Kasad menjadi Asintel Kaskogabwilhan III (orgas baru), Kolonel Inf Suswatyo, S.I.P. dari Paban II/Orstra Sops TNI menjadi Asops Kaskogabwilhan III (orgas baru), Kolonel Inf Novy Helmy Prasetya, S.I.P. dari Danrem 061/SK (Bogor) Kodam III/Slw menjadi Aspers Kaskogabwilhan III (orgas baru), Brigjen TNI Hendra Yus dari Staf Khusus Kasad menjadi Aster Kaskogabwilhan III (orgas baru), Brigjen TNI Sofyan Yahya Botutihe, M.B.A. dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Ali Sanjaya dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Ahmad Saepuddin, S.E., M.M., AIFO dari Dosen Tetap Unhan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).

23 Pati TNI Angkatan Lautyaitu Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. dari Irjen Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksdya TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M. dari Wakasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.Si. dari Pangkoarmada II menjadi Wakasal, Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. dari Pangkolinlamil menjadi Pangkoarmada II, Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M. dari Kas Koarmada II menjadi Pangkolinlamil, Laksma TNI Iwan Isnurwanto, M.A.P. M.Tr.(Han) dari Danguskamla Koarmada II menjadi Kas Koarmada II, Laksma TNI Rachmad Jayadi dari Staf Khusus Kasal menjadi Danguskamla Koarmada II.

Laksda TNI Yudo Margono, S.E., M.M. dari Pangkoarmada I menjadi Pangkogabwilhan I (orgas baru), Laksda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M. dari Koorsahli Kasal menjadi Pangkoarmada I, Laksda TNI Anwar Saadi, S.H. dari Staf Khusus Kasal menjadi Koorsahli Kasal, Kolonel Laut (T) Bambang Wahyudi, S.H., M.H. dari Paban VI/Mintel Sintel TNI menjadi Asintel Kaskogabwilhan I (orgas baru), Kolonel Laut (E) Teguh Prasetyo, S.T., M.Soc. Sc. dari Paban III/Litbang Asro Srenum TNI menjadi Askomlek Kaskogabwilhan I (orgas baru), Kolonel Laut (P) Hersan, S.H., M.Si. dari Koorsmin Kasal menjadi Asrena Kaskogabwilhan II (orgas baru), Kolonel Mar Much Sulchan, M.Tr.(Han) dari Dirjian Bangdik Seskoal menjadi Aster Kaskogabwilhan II (orgas baru), Laksma TNI Dadi Hartanto, M.Tr.(Han) dari Kas Koarmada III menjadi Kas Kogabwilhan III (orgas baru), Laksma TNI Maman Firmansyah dari Kas Kolinlamil menjadi Kas Koarmada III.

Laksma TNI Dwika Tjahja Setiawan, S.H. dari Pati Sahli Kasal Bid. Iptek menjadi Kas Kolinlamil, Kolonel Laut (E) Jalasena Satriyawirya dari Pamen Sahli Bid. Tekum Sahli Kasal Bid. Iptek menjadi Asrena Kaskogabwilhan III (orgas baru), Laksma TNI Ir. Aziz Ikhsan Bachtiar, M.Tr.(Han) dari Staf Khusus Kasal menjadi Aslog Kaskogabwilhan III (orgas baru), Laksda TNI Darwanto, M.A.P. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI Albertus Bambang Pratiknyo, S.E., M.M. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI (Mar) Bambang Priambodo dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI (Mar) Tory Subiyantoro, S.Sos. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

25 Pati TNI Angkatan Udarayaitu Marsdya TNI Trisno Hendradi dari Dansesko TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., MMDS dari Aspers Panglima TNI menjadi Dansesko TNI, Marsda TNI Diyah Yudanardi dari Dankodiklatau menjadi Aspers Panglima TNI, Marsda TNI Tatang Harlyansyah, S.E., M.M. dari Gubernur AAU menjadi Dankodiklatau, Marsda TNI Nanang Santoso dari Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Gubernur AAU, Marsma TNI Suparmono dari Dirjianbang Akademi TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI, Kolonel Pnb Arif Widianto, S.A.B., M.Tr.(Han) dari Sesdisopslatau menjadi Dirjianbang Akademi TNI, Marsma TNI Loekman, S.E., M.M. dari Pa Sahli Tk. II Siber Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Yudi Bustami, S.Sos., dari Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas menjadi Pa Sahli Tk. II Siber Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI.

Marsma TNI Fachri Adamy, S.E. dari Wagub AAU menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas, Marsma TNI Paminto Bambang Pamungkas, S.I.P. dari Dirjian Kodiklatau menjadi Wagub AAU, Kolonel Lek Empep Abdurohman dari Kasubdisnav/LLU Disbangopsau menjadi Dirjian Kodiklatau, Marsma TNI Andi Gunawan Wirson dari Pati Sahli Kasau Bid. Air Power menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Andi Heru Wahyudi dari Kas Koopsau I menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Air Power, Marsma TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M. dari Staf Khusus Kasau menjadi Kas Koopsau I, Kolonel Pnb Mohammad Syafii dari Paban IV/Bindik Spersau menjadi Aspers Kaskogabwilhan I (orgas baru).

Marsda TNI Fadjar Prasetyo, S.E., MPP. dari Pangkoopsau I menjadi Pangkogabwilhan II (orgas baru), Marsma TNI M. Khairil Lubis dari Waasops Panglima TNI menjadi Pangkoopsau I, Marsma TNI Jorry S. Koloay dari Staf Khusus Kasau menjadi Waasops Panglima TNI, Kolonel Tek Dani Harsono dari Dirharpesbang Koharmatau menjadi Aslog Kaskogabwilhan II (orgas baru), Kolonel Lek R. Achmad Prihadi dari Seslem Seskoau menjadi Askomlek Kaskogabwilhan III (orgas baru), Marsda TNI Dwi Fajariyanto dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsda TNI Asep Sumaruddin, M.Sc. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Amrullah Asnawi, M.Sc. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Dr. Agus Mulyadi, S.H., M.H. dari Karokum Setjen Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).(Puspen TNI)