Daily: January 5, 2020

ANGGARAN MILITER INDONESIA RP 104 T, CHINA RP 3.500 T
By: On:

ANGGARAN MILITER INDONESIA RP 104 T, CHINA RP 3.500 T

Foto: TNI, sumber foto: Pendam XII/TPR

Jayakartapos, Hubungan bilateral Indonesia dan China memanas. Pemicunya, China mengklaim laut Natuna Utara dan tidak menganggap adanya ZEE Indonesia di Natuna Utara.

Aktivitas penjaga pantai (Sea Coast Guard) China bahkan menolak diusir oleh kapal Coast Guard dan Kapal Perang Indonesia (KRI) ketika mengawal nelayan-nelayan Tiongkok yang menangkap ikan secara ilegal di laut Natuna Utara.

Sampai-sampai TNI mengumumkan siaga tempur serta mengirimkan kapal perang dan pesawat intai tambahan untuk mengawal wilayah terdepan Indonesia itu. Bila konfrontasi memanas, lantas seberapa kuat kekuatan anggaran militer kedua negara?

Menurut lembaga kajian internasional, Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), dikutip kumparan, Minggu (5/1) alokasi anggaran militer Indonesia tahun 2018 sebesar USD USD 7.437,2 juta atau setara Rp 104,12 triliun (kurs USD 1 = Rp 14.000). Belanja tersebut setara 4,3 persen dari total belanja pemerintah dan setara 0,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara mengutip data Kementerian Keuangan, anggaran militer Indonesia sebesar Rp 107,7 triliun sepanjang 2018. Belanja militer Indonesia menduduki peringkat ke-2 di Asia Tenggara atau di bawah Singapura (USD 10.841 juta).

Sedangkan China sebagai negara ekonomi terbesar kedua di dunia memiliki alokasi anggaran militer USD 249.996,9 juta atau setara hampir Rp 3.500 triliun pada tahun 2018. Belanja tersebut setara 1,9 persen terhadap PDB. Bahkan anggaran militer China lebih tinggi dari total belanja pemerintah Indonesia (APBN) tahun 2018 sebesar Rp 2.220 triliun.

Merujuk data SIPRI, China menempati posisi tertinggi kedua di dunia untuk alokasi anggaran militer. Posisi pertama dipegang Amerika Serikat dengan total belanja militer USD 648.798,3 juta per tahun.

Prabowo Ingin Damai
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan, masalah kapal China masuk laut Natuna Utara tersebut akan diselesaikan dengan damai. Pernyataan Prabowo disampaikan usai melakukan pertemuan dengan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Pandjaitan.

“Kita tentunya gini, kita masing masing ada sikap. Kita harus cari satu solusi baik lah di ujungnya. Saya kira ada solusi baik,” ucap Prabowo di kantor Kemenko Maritim dan Investasi di Jakarta, Jumat (3/1).

“Kita selesaikan dengan baik ya, bagaimanapun China negara sahabat,” sambung dia.

Sumber: Kumparan

SEJARAH SINGKAT SUMUR UTSMAN BIN AFFAN. MASIH RAGU DENGAN SEDEKAH AIR…?
By: On:

SEJARAH SINGKAT SUMUR UTSMAN BIN AFFAN. MASIH RAGU DENGAN SEDEKAH AIR…?

Foto: The well of Utsman, sumber foto: Istimewa

 

 

Oleh Akhuukum Fillaah :
Abu Hashif Wahyudin Al-Bimawi

بسم الله الرحمن الرحيم
الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَهُ

Di Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama: *Sumur Ruma (The Well of Ruma)* karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.

Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Diwaktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya dan rakyat Medinah pun terpaksa harus tetap membelinya. Karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.

*Melihat kenyataan ini, Rasulullah Shollallaahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata:* _”Kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga.”_

Seorang Sahabat Nabi Shollallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bernama Utsman bin Affan mendekati sang Yahudi. Utsman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.

Tetapi Utsman Bin Affan bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma: _”Aku akan membeli setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya.”_

Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.

Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki.

Ternyata Utsman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari keesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi.

Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Utsman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya.

Tentu saja Utsman tidak harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya. Sampai sekarang di Madinah, sumur tersebut dikenal dengan nama *”Sumur Usman” atau “The Well of Usman.”*

Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya di eksport ke berbagai negara didunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu dan pendidikan.

Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua didunia atas nama Utsman bin Affan.

Hasil pengelolaan kebun kurma dan grupnya yang disaat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun. (Atau setara 200 Milyar pertahun).

Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa…? Karena visinya terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia.

Sedangkan visi dari Utsman Bin Affan adalah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama:
_”Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan. Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati.”_

Inilah cara memajukan Islam secara cerdas dan barokah dunia akherat.

PERTAMINA SESUAIKAN HARGA PERTAMAX SERIES DAN DEX SERIES
By: On:

PERTAMINA SESUAIKAN HARGA PERTAMAX SERIES DAN DEX SERIES

Foto: Ilustrasi, sumber foto: Tribun News

 

 

jayakartapos-Jakarta,  PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum jenis bensin dan solar di awal tahun 2020. Penyesuaian harga tersebut dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, penyesuaian harga tersebut berlaku di seluruh Indonesia mulai Minggu, 5 Januari 2020 pukul 00.00 waktu setempat.

“Penyesuaian harga BBM Umum merupakan aksi korporasi yang mengacu pada ketentuan yang berlaku yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan memastikan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan dengan baik, terutama pelanggan setia produk-produk unggulan Pertamina,” ujar Fajriyah.

Penyesuaian harga yang dimaksud adalah untuk jenis BBM Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.

Berikut adalah penyesuaian harga untuk wilayah Jakarta :

Pertamax mengalami penyesuaian dari harga semula Rp 9.850 menjadi Rp 9.200 per liter.

Pertamax Turbo mengalami penyesuaian dari harga semula Rp 11.200 menjadi Rp 9.900 per liter.

Pertamina Dex mengalami penyesuaian dari harga semula Rp 11.700 menjadi Rp 10.200 per liter.

Dexlite mengalami penyesuaian dari harga semula Rp 10.200 menjadi Rp 9.500 per liter.

Untuk detail harga BBM dapat dilihat di www.pertamina.com. Dengan adanya penyesuaian harga ini, diharapkan dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan setia produk Pertamina. Sekaligus sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas.**

Media Contact
Fajriyah Usman
VP Corporate Communication
PT Pertamina (Persero)
+62 858 8330 8686
fajriyah.usman@pertamina.com

IRAN VS AMERIKA SERIKAT, EKONOMI GLOBAL MEMBURUK
By: On:

IRAN VS AMERIKA SERIKAT, EKONOMI GLOBAL MEMBURUK

 

Photo: Ilustration, source: Industry Week

 

 

Oleh : Mubdi Tio Thareq *)

Jayakartapos, Menurut Amerika Serikat, Iran sudah mengganggu “kepentingan globalnya” sejak lama dan semakin meningkat eskalasinya sejak Mei 2019, bahkan “kebencian” AS ke Iran sudah lama terjadi sejak Iran tidak tunduk terhadap keinginan AS terkait denullirisasi Iran.

Kedongkolan AS ke Iran semakin mendalam ketika pada 29 Desember 2019, milisi Syiah, Kataib Hezbollah atau KAH yang dituding AS “diremote control” oleh Iran menyerang aset aset AS di Iraq dan menewaskan pegawai konrraktor AS dan melukai lainnya, bahkan tanggal 31 Desember 2019, milisi KAH menyerang Kedubes AS di Baghdad, Irak.

Oleh karena itu, Trump dengan alasan defensif dan melindungi rakyat AS di Timur Tengah akhirnya menggunakan drone menyerang markas markas milisi Syiah bahkan menewaskan Mayjen Qaseem Solemani, Pimpinan Pejuang Quds di Pasukan Garda Revolusi Iran, termasuk petinggi utama KAH, Muhandis dan beberapa pejabat utama KAH pada 2 Januari 2020. Pihak Iran menilai serangan tersebut bukan dilakukan drone melainkan helikopter yang memuntahkan banyak roket.

Kematian Solemani, Muhandis dan beberapa pejabat utama KAH direspons serius oleh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang akan melakukan “harsh reveange” melalui “Syiah avengers” dimanapun mereka berada terhadap musuh musuh Iran.

Merespons hal tersebut, Trump telah memerintahkan tambahan pasukan AS di kawasan Timur Tengah mengantisipasi “harsh reveange” yang akan dilakukan Iran. Bahkan mungkin Iran juga akan meroket sejumlah sekutu AS di Timteng seperti Israel dan Arab Saudi, termasuk mungkin akan mengganggu pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Ada beberapa skenario dan foresight yang dapat dibuat dari perkembangan terkini di Timteng. Pertama, jika skenario AS vs Iran mengarah ke perang terbuka. Dampaknya AS akan mengeluarkan anggaran lebih untuk perang ditengah belum sehatnya perekonomian AS, sementara Iran jika ganggu Selat Hormuz maka harga Migas akan meroket termasuk biaya ekspor impor akan meningkat dengan banyaknya turbulence. Skenario pertama ini akan semakin memperburuk ekonomi global jika Rusia dan China sebagai sekutu dekat Iran turut campur, walaupun kecil kemungkinannya.

Skenario kedua adalah terjadinya “random attacks” diantara kedua negara yang dilakukan directly maupun melalui agen proxy war mereka. Jika skenario ini terjadi, AS akan menghadapi dua risiko yaitu serangan tidak terpola pejuang pejuang Syiah pro Iran, termasuk kabar gembira bagi sel sel ISIS untuk menyerang dua pihak baik AS dan Iran, karena Syiah juga musuh utama ISIS dan Al Qaeda. Ekonomi global tetap terganggu setidaknya harga Migas tetap naik dan AS menaikkan pajak impor dan bunga bank untuk menutupi biaya perang.

Skenario ketiga adalah kematian Solemani adalah “saham politik” bagi Trump untuk kembali memperoleh kepercayaan politik pasca desakan impeachment terhadapnya termasuk menghadapi Pilpres AS tahun ini. Jika ini benar, kemungkinan “harsh reveange” Iran akan dilakukan saat momen politik tersebut. Bentuk serangan bisa fisik dan teknologi misalnya membajak hasil Pilpres AS agar Trump kalah. Iran bisa meminta bantuan Rusia terkait hal ini, karena diakui atau tidak, Rusia kurang suka dengan figur Trump.

Di Indonesia, ketegangan Iran dengan AS perlu diantisipasi terutama bagaimana Indonesia sudah siap siap ungsikan WNI yang ada di Israel, Iran, Irak dan Arab Saudi jika skenario pertama terjadi, termasuk membengkaknya hutang luar negeri jika skenario pertama dan kedua terjadi karena ancaman resesi ekonomi global cepat terjadi.

Termasuk jika skenario kedua terjadi, Indonesia perlu antisipasi serangan teror sel sel ISIS terhadap kedubes kedua negara di Indonesia, termasuk aksi unjuk rasa terkait masalah ini. Pendukung Syiah di Indonesia cukup eksis di beberapa provinsi.

Sedangkan jika skenario ketiga yang terjadi, maka Indonesia harus berkoordinasi erat dengan AS dan Iran terkait keselamatan warga negara kedua negara di Indonesia, dan Indonesia tetap penting netral terkait masalah ini.

*) Penulis adalah pemerhati masalah internasional

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.