ANDI NAJA FP PARAGA : UNJUK RASA YANG MENGORBANKAN KESEHATAN ANGGOTA TIDAK BAIK DILAKUKAN SAAT COVID 19

Berita Nasional

Foto: Andi Naja FP Paraga

Jayakartapos, Terlalu beresiko jika mengerahkan massa yang besar. Ada fakta Ijtima Jamaah Tabligh di Gowa Sulawesi Selatan dengan massa puluhan ribu dibubarkan oleh Polri atas pertimbangan menghentikan mata rantai penyebaran Covid 19. Faktanya memang ada 73 orang yang dinyatakan positif. Tentu penanggung jawab acara harus mempertanggung jawabkan semua kegiatan berikut menerima resiko jika dinyatakan melanggar anjuran Pemerintah. Rasanya tidak baik mengorbankan kesehatan anggota jika hanya sekedar untuk beramai-ramai menyampaikan aspirasi.

Demikian dikemukakan Andi Naja FP Paraga kepada Redaksi di Jakarta (8/4/2020) seraya menambahkan dirinya tidak berani berspekulasi apakah sedikit banyaknya elemen organisasi dan anggotanya yang akan turun aksi. Tapi bahwa rencana untuk turun aksi itu memang ada bahkan jadwal semula justru tanggal 28 Maret 2020, tapi tidak diberi izin Polda Metro, artinya sungguh terlalu beresiko jika hal itu dipaksakan.

“Rapat Kerja yang berlangsung secara virtual itu tidak menyalahi ketentuan Social Distancing yang diberlakukan pemerintah karena memang tidak ada pertemuan fisik jika rapat dengan pola virtual,” ujarnya.

Menurut mantan Sekjen di DPP KSBSI ini, rencana aksi beberapa elemen buruh dimasa PSBB Covid 19 tentu sangat memprihatinkan dan mustahil bagi Polda Metro Jaya memberi izin.

“Karena itu sebaiknya aksi solusi adalah aksi online. Penuhi semua Medsos dengan himbauan dan koreksi. Usahakan seluruh media cetak dan elektronik memuat keberatan-keberatan buruh,” sarannya (Red/Bayu).