ATURAN PSBB DI JAKARTA BELUM TEGAS DILAKSANAKAN

Berita Hukum
Foto: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, sumber foto: Ist

Jayakartapos-Jakarta, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menilai Pemprov DKI Jakarta belum tegas menegakkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, tercermin petugas di lapangan yaitu Satpol PP dan unsur aparat lainnya sebagai penegak aturan PSBB belum tegas melaksanakan aturan itu dilapangan.

“Petugas dalam melaksanaan PSBB masih sangat lemah terindikasi masih banyak toleransi. Contohnya masih ada tempat usaha yang tidak boleh beroperasi sesuai aturan PSBB masih buka, padahal sesuai dengan Pergub DKI Jakarta tidak boleh, ketika hal itu masih berjalan harus ditertibkan”, katanya pada Jum’at (16/4/2020)

Semua pihak jangan menuntut kepada masyarakat untuk tertib sementara di pihak lain masih ada yang tidak tertib sehingga hal itu sangat tidak fair. Dalam hal ini semua pihak harus bersama-sama untuk patuh aturan PSBB”, ucap anggota Komisi Bidang Pemerintah DPRD DKI Jakarta.

“Solusi saat ini dalam evaluasi pelaksanaan PSBB adalah Pemprov DKI Jakarta harus tegas dalam tegakkan aturan. Aturan dalam PSBB semuanya sudah dibuatkan sekarang bagaiman implementasi di lapangan yaitu petugasnya”, katanya.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mengemukakan, PSBB dibuat untuk mendorong masyarakat agar tertib dan masyarakat sebagian yang tidak tertib harus dikenakan sanksi. Oleh karena itu, sekali lagi diperlukan ketegasan Pemprov DKI Jakarta menegakkan aturan tersebut.

Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta telah meneken Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tantang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, yang berisi 28 pasal. Pergub tersebut berlaku mulai pukul 00.00 pada 10 April 2020. Pergub tersebut juga mengatur seluruh masyarakat Jakarta berada di rumah dan meniadakan kegiatan di luar selama 2 minggu ke depan atau hingga 23 April 2020.

Reporter: Deny SP