Archives

MENGUKUR COVID-19 DARI PERSEPSI INTELIJEN, BAGIAN DARI BIOWAR?
By: On:

MENGUKUR COVID-19 DARI PERSEPSI INTELIJEN, BAGIAN DARI BIOWAR?

Foto: Ilustrasi, sumber foto: Nature

Penulis : Marsda Pur Prayitno Wongsodidjojo Ramelan

Jayakartapos, Dunia saat ini dibuat panik dengan mahluk Tuhan yang sangat kecil Corona Virus Covid-19. Micro organisme ini menginfeksi 200 negara tanpa dapat dicegah. Data per hari ini, setelah munculnya Covid di Wuhan China, tercatat world cases 642,741 orang terinfeksi dan 29,908 yang tewas. Semua negara termasuk yang super power sekalipun tidak bisa mencegah, hanya berusaha melakukan tindakan preventive dan upaya menyelamatkan jiwa.

World Death Rate pada tanggal 28 Maret ini 4,5%, artinya tiap 100 orang terinfeksi, maka antara 4 – 5 orang yang meninggal. Virus ini disebut lebih cerdas dari jenis SARS, mampu berevolusi dan bermutasi. Goldman Sach menyebut ini jenis flu, tetapi ternyata flu ini terganas dan sangat menular. Tindakan medis mencatat dari 642,741 mereka yang terinfeksi di dunia, baru 23,16% yang recovered.

Persaingan AS dengan China dan Prediksi Biowar

Pada tahun 2009, Amerika memutuskan kebijakan
‘rebalancing’ menggeser kebijakan Politik Luar Negeri dan Pertahanannya dari kawasan Timur Tengah ke Asia Pasifik. AS menilai China sejak 2007 mulai berulah ingin menguasai Laut China Selatan, mengeluarkan konsep OBOR dan BRI. Bank of China merencanakan US$4,2 triliun utk mencapai hegemoni dengan kekuatan uang. Tidak membicarakan militer tapi memainkan Private Security Contractor. Sementara konsep BRI disiapkan dengan anggaran US$8 triliun.

Konsep China tahun 2007 dengan strategi akan menguasai dua Samudera sudah dijalankan pada 2015. Siap bertarung di Grey Area dengan mempersiapkan 33.000 kapal berbobot 500 ton yang di kawal Coast Guard bobot  13.000 ton. Negara China (Tiongkok)  menyampaikan penegasan “You fight your way, I fight my way”. Deskripsinya jelas ditujukan kepada AS serta sekutunya.

China kemudian mencoba mencari temanyaitu  Jepang, India dan Korea Selatan.
Ketidak sukaan AS terhadap konsep China tersebut berlanjut ke Perang dagang dengan slogan dari Presiden  Trump “Make American Great Again”, dimana AS mengandalkan kekuatan maritim. Konsep pertahanannya  dibagi dalam tiga wilayah pertahanan, yaitu  Indopac, Africom dan Sencom. Kemudian pada tahun 2019, AS mencanangkan Higher Road (mirip OBOR China).

Pada intinya HR adalah, Uninterrupted Comerce, Fredom of Navigation, Conectivity
dan Maritim Domain Security.
Di sini muncul pertanyaan negara-negara di tiga Wilhan mau bergabung atau tidak? Paling khusus di wilayah Indo Pasifik. Karena itu AS pada bulan lalu menilai ulang posisi politik dan kebijakan luar negeri dari empat negara yaitu Jepang, Korsel, India dan Indonesia.

Terjadi perubahan dari konsep globalisasi menjadi regionalisasi. India mendapat nilai plus, menyatakan mendukung, karena itu Presiden Trump mengunjungi India. Sementara tiga negara lainnya belum ditetapkan statusnya.

Dalam kaitan persaingan AS dengan China, pada intinya ini adalah  persaingan hegemoni, dimana China berusaha dan dinilai berhasil mendekati tiga negara yang dinilai penting dan strategis yaitu Indonesia, Jepang dan Korsel. Selain itu AS terganggu dengan ulah China yang mencoba menguasai LCS sebagai jalur SLOC (Sea Lane of Communication) yang merupakan utar nadi perdagangan AS .

Seperti kita ketahui, AS sejak peristiwa 911 selalu melakukan counter potensi ancaman langsung ke negaranya (mainland). China dan Rusia telah ditetapkan sebagai musuh utamanya. Dari data kasus dan  sejarah, AS selalu menetralisir ancaman Nubika, misalnya  Korea Utara dan Iran terus ditekan karena masalah bantuan ahli nuklir Iran ke Korea Utara. Selain itu Korea Utara dinilai intelijen AS memiliki racun kimia VX yang dimuncukan saat pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Sepang Malaysia. Mereka memberkirakan jumlah racun VX seberat 5.000 ton.

Nah, kini mendadak muncul kasus Coronavirus yang baru diidentifikasi sebagai SARS-CoV-2 (sebelumnya 2019-nCoV), menimbulkan penyakit yasitu  Covid-19. Ini jenis virus yang belum ada vaksinnya. Setelah kini virus tersebar ke seluruh dunia, muncul saling tuduh antara Partai Komunis China China dan Presiden Trump AS asal muasal virus. Partai Komunis China menyebarkan video yang menghubungkan Wuhan Coronavirus ke AS. Ilmuwan China mengungkap rahasia, Empat protein yang diidentifikasi dalam virus diubah untuk serangan presisi – khususnya terhadap gen yang ditemukan pada orang China.
.
Sementara Presiden Trump menekankan bahwa ini adalah “virus China”. Secara logika dalam persepsi intelijen, justru AS yang sangat takut dengan ancaman Covid -19, karena tahu ini jenis flu baru yang ganas, menular dan belum ada vansinnya. Penulis perkirakan dari beberapa informasi, ini virus rekayasa yang dibuat ahli China sebagai persiapan senjata biologi.

Mengingat bahwa China selama ini selalu nekat berani melawan AS, nampaknya  ada  operasi intelijen clandestine, virus tersebut dibocorkan di Wuhan selalin sebagai bukti, juga konsep perusakan citra dan kekuatan perekonomian China yang selalu dipakan melawan AS. Nampaknya memang ada pembocoran virus ganas ini di akhir tahun 2019, dengan memanfaatkan  karakteristik lima juta penduduk Wuhan yang selalu berlibur saat akhir tahun menjadi carrier. Akibatnya China mengisolasi 18 wilayah dan 56 juta penduduknya terkunci.

Penyebaran Covid sudah di kalkulasi, China akan diisolasi dan dikucilkan. Efek berantai meruntuhkan citra China dan dampak kerusakan ekonomi China yang menjadi kekuatan menuju impian hegemoni dunia otomatis tergerus.

Tetapi sang handler
nampaknya kurang terlalu faham dan salah memperhitungkan dampaknya, awal virus memukul China kemudian berkembang ke 200 negara, termasuk ke Amerika terkena dampaknya, tetapi tujuan utama tercapai, China mengalami beberapa masalah, terutama citra dan kepercayaan masyarakat dunia.

China kini berusaha menarik simpati dengan mengirim ahli medisnya ke beberapa negara plus bantuan obat-obatan. Negara-negara yang dekat dengan China mengalami mengalami resesi dan kesulitan. (Target pengondisian tercapai).

Dalam hitungan lainnya, bila virus berasal dari AS, tidak mungkin Trump berani mengambil langkah dengan resiko besar. Oleh karena itu ini sebuah operasi intelijen clandestine high profile untuk membuktikan bahwa China memiliki senjata pemusnah masal dalam bentuk senjata biologis. Jadi nampaknya benar ini Biological warfare, akan tetapi sulit dibuktikan.

Operasi condioning serupa pernah dilakukan intelijen AS saat meyakikan Presiden Bush Junior bahwa Irak memiliki SPM (Senjata Pemusnah Massal). Saat itu Irak harus di invasi intuk menjatuhkan Sadam Husein.

Tetapi dalam kasus ini, Citra China jatuh, perekonomiannya sebagai senjata utamanya terganggu dan tanpa perlu diinvasi. Inilah kehebatan memainkan Virus sebagai sebuah senjata.

Dalam kondisi pertentangan dan saling tuduh selama beberapa waktu, Presiden China XI Jinping mengibarkan bendera putih, menelpon Presiden Trump, meminta AS melakukan tidakan substantif untuk meningkatkan hubungan AS-China, mengembangkan hubungan yang “tanpa konflik dan konfrontasi”, didasari dengan rasa “saling menghormati dan kerja sama yang saling menguntungkan.”

Presiden Trump mengatakan melalui jalur medsos “China telah melalui banyak dan telah mengembangkan pemahaman yang kuat tentang Virus. Kami bekerja sama dengan erat.”
Mengingat masalah Covid adalah juga bagian konflik AS dengan China, maka dengan terjadinya kesepakatan kedua pemimpin negara ini, kita berharap akan ditemukan jalan keluarnya. Masing-masing memiliki rahasia, kelebihan dan  dan kekurangan, yang apabila digabungkan, nampaknya masalah Convid akan dapat selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Warga AS Terbanyak di Dunia Positif Covid

Dari data yg terekam, pada tanggal 28 Maret 2020, jumlah warga AS yg terpapar Covid-19 telah melampaui China dan Italia. Total case (positif) di AS 105,015, China 81,394 dan Italia 86,408 kasus. Sementara Total death rate di hari yg sama, tertinggi Italia 9,134 , kedua China 3,295 dan ketiga AS 1,1717 jiwa. Untuk menjaga perekonomianya, Presiden Donald Trump untuk mengantisipasi dampak Covid, telah menandatangani paket stimulus sebesat US$ 2,2 Triliun.

Dalam rangka membendung penyebaran virus corona (Covid-19) tersebut New York dan Illinois mulai Jumat (20/3/2020) mulai melakukan lockdown. Sementara Presiden Donald Trump masih percaya diri dengan menyatakan Amerika Serikat sudah “memenangkan” perang.

Langkah New York, Los Angeles dan Chicago menutup diri diikuiti negara bagian New Jersey dan Connecticut. Namun Trump menegaskan tidak pelrlu lockdown secara nasional. Alasannya penyebaran virus corona di beberapa negara bagian AS tidak sebanyak yang padat penduduknya Rumah sakit
Amerika melaporkan semakin kewalahan dengan pasien COVID-19. Sementara 40 persen kasus ada di daerah yang telah di lockdown, tetapi AS berhasil menekan death rate. Hal ini membuktikan kemampuan AS dalam bidang kesehatan.

Ada bagian menarik seperti pernah penulis sampaikan pada artikel terdahulu, Goldman Sach pada Pada hari Kamis (12/3/2020) mengadakan konferensi pers yang dipimpin oleh ekonom utamanya, Jan Hatzius, dan kepala bagian medisnya, Michael Rendel. Disampailan bahwa 50% orang Amerika akan bisa tertular virus (150 juta orang) karena sangat menular. Disebutkan bahwa Virus ini setara dengan flu biasa (Rhinovirus) dan ada sekitar 200 strain, dimana sebagian besar orang Amerika akan terpapar 2-4 per tahun. Sekitar 70% warga Jerman akan terkena (58 juta orang).Puncak-virus diperkirakan terjadi selama delapan minggu ke depan, setelah itu akan menurun, ini sekitar 28 Mei 2020.

Informasi lain yang menarik, disampaikan oleh Abighya Anand, 14 tahun, dari India. ia  telah meramalkan delapan bulan yang lalu bahwa dunia akan memasuki fase sulit mulai November 2019 hingga April 2020. Dunia akan berperang melawan wabah dan dikatakannya akan selesai pada 25 Mei 2020. Sementara dampak ekonomi dunia baru akan selesai pada Novemer 2021.Inilah linknya https://newsaf.feednews.com/news/detail/81b14a8a38c5848b6fe3a1b346483803?client=news

Kesimpulan

Kasus Covid-19 kini telah menginfeksi 200 negara, bermuasal dari Wuhan yang belum terbukti adanya operasi intelijen clandestin dibelakangnya, akan tetapi analis intelijen dapat menganalisis  indikasi yang berlaku. Adanya perang
statement saling tuduh antara AS dengan China memberi arah ini persoalan konflik kedua negara berbau Biowar (Bioligical Warefare) terkait kasus dengan Covid-19.

Kini keduanya dihukum oleh alam bila benar menggunakan virus untuk tujuan politik, pettahanan atau lainnya. Kedua negara merasakan rakyatnya masing-masing jadi korban, terbanyak yang terpapar dan banyak yang meninggal. Belum lagi ditambah 200 negara lain yang rakyatnya juga menjadi korban.

Berarti kini , kasus Convid-19 sudah bukan konflik antara AS versus China, tetapi perang antara Virus melawan manusia. Perdamaian kedua negara AS dan China menjadi titik awal mengatasi micro organisme ganas ini.

Dari prediksi Goldman Sach bahwa sekitar 18 Mei 2020 Convid mencapai puncaknya dan turun, juga mirip ramalan Abighya Anand. Wallahualam.

Sebagai penutup, dalam perang modern dikenal senjata Nubika (Nuklir, Biologi dan Kimia) plus teknologi. Manusia kini diingatkan bahwa virus-Covid-19 adalah mahluk Tuhan dan kini mampu menginfeksi manusia di 200 negara. Tidak ada satupun negara yang mampu menahannya termasuk negara super power AS, Rusia dan China.

Ini sebuah peringatan dari Tuhan, agar jangan sekali- kali lagi menggunakan dan merekayasa virus menjadi senjata. Virus bisa dan mampu memusnahkan manusia tanpa bersisa seorangpun kalau itu atas izin dan kehendakNya.

Semoga kita sadar dan merenungkannya. Salam, PRAY Old Soldier.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

IKHTIAR PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA HADAPI CORONA VIRUS
By: On:

IKHTIAR PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA HADAPI CORONA VIRUS

Foto: Toni Ervianto (Penulis)

Oleh : Toni Ervianto *)

Jayakartapos, Pandemik korona saat ini telah berdampak pada beberapa negara, menjangkiti hampir 550 ribu orang, dan menimbulkan lebih 25 ribu kematian. Nilai stok market terjerembab, pusat-pusat bisnis tutup, dan negara-negara terkena harus menyediakan dana besar untuk penanggulangan. Indonesia saat ini harus mengalihkan Rp62 triliun dana APBN untuk menanggulangi pandemik ini.

Sejak kasus covid-19 merebak di Tiongkok dan mulai menyebar ke berbagai negara lain, pemerintah pusat sudah mengeluarkan pelbagai kebijakan dan langkah antisipatif guna menghindari dampak buruk yang ditimbulkan, bahkan sejak covid-19 belum masuk ke Indonesia. Setelah dua warga Depok terkonfirmasi positif covid-19, pemerintah pusat kembali mengeluarkan aturan dan kebijakan, salah satunya mengenai aturan social distancing yang dimulai pada Senin (16/3)-Minggu (29/3).

Perkembangan pandemik virus korona di Indonesia harus diakui mulai masuk pada tahap yang mengkhawatirkan. Data epidemiologi kasus korona per 27 Maret 2020 sore mencengangkan. Dari sekitar 3.500 orang yang menjalani tes, yang terjaring positif sebanyak 1.046 orang (positive rate 29,8%). Dari kasus positif ini, yang meninggal 87 orang (case fatality rate/CFR 8,3%). Tingkat positive rate dan CFR ini termasuk ekstrem. Di Filipina dan Malaysia, CFR-nya berturut-turut berkisar 6,3% dan 1,1%. Sementara itu, pada tingkat gobal, CFR berkisar 4,3%.

Pemerintah Indonesia dalam mengatasi Corona virus juga menggunakan prinsip penanggulangan pandemi meliputi fase-fase anticipation, early detection, containment, control and mitigation, dan elimination atau eradication. Dua fase awal, yakni fase-fase anticipation and early detection, tidak relevan lagi dibicarakan karena pandemik telah terjadi. Karenanya, fase selanjutnyalah yang menjadi amat penting, yaitu containment serta control and mitigation.

Hanya sayangnya kedisiplinan warga untuk patuh dan melaksanakan anjuran/himbauan negara kurang diindahkan antara lain bekerja di rumah, ibadah di rumah dan tinggal dirumah.

Beberapa daerah merespons cepat
Ada beberapa wilayah yang sudah atau berencana melakukan karantina wilayah (karena Indonesia tidak mengenal istilah lockdown). Tujuannya : Melindungi masyarakat dari penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat; Mencegah dan menangkal penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat;

Meningkatkan ketahanan nasional di bidang kesehatan masyarakat; Memberikan pelindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat dan petugas kesehatan.

Dampak positif lockdown atau karantina wilayah dinilai memperlambat penyebaran virus korona melalui kontak langsung. Aktivitas transportasi dan bisnis terhenti sementara, berdampak pada penurunan emisi. Tidak adanya aktivitas transportasi berdampak pada tidak adanya kemacetan di jalan raya. Industri yang mendukung aktivitas lockdown, misalnya, gim, pembelajaran daring, dan streaming TV akan mencatat peningkatan kinerja.

Sedangkan, dampak negatif karantina wilayah atau lockdown adalah adanya panic buying karena kekhawatiran minimnya persediaan pangan. Kemungkinan adanya ekses-ekses keamanan dan sosial.

Pertumbuhan ekonomi melambat karena tidak adanya transaksi/kegiatan ekonomi, kecuali secara virtual dari rumah dan belanja kebutuhan pokok di toko terdekat.

Perusahaan bisnis besar yang berhubungan langsung dengan masyarakat, dari perbankan, ritel, logistik, hingga restoran, akan tertekan. Pendapatan sektor informal turun drastis. Peningkatan stres pada masyarakat karena berada dalam rumah pada waktu yang lama.

Sebenarnya sudah ada ketentuan pemerintah dalam UU Kekarantinaan Kesehatan, dimana pasal-pasal penting dalam UU Kekarantinaan Kesehatan antara lain : Pasal 9 Setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan. Setiap orang berkewajiban ikut serta dalam penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan.

Pasal 49 Dalam rangka melakukan tindakan mitigasi faktor risiko di wilayah pada situasi kedaruratan kesehatan masyarakat, dilakukan karantina rumah, karantina wilayah, karantina rumah sakit, atau pembatasan sosial berskala besar oleh pejabat karantina kesehatan. Karantina rumah, karantina wilayah, karantina rumah sakit, atau pembatasan sosial berskala besar harus didasarkan pada pertimbangan epidemiologis, besarnya ancaman, efektivitas, dukungan sumber daya, teknis operasional, pertimbangan ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan. Karantina wilayah dan pembatasan sosial berskala besar ditetapkan oleh menteri.

Pasal 93 Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Beberapa daerah yang sudah melakukan karantina wilayah antara lain Jakarta dengan menerapkan social distancing.

Disamping itu, Anies Baswedan juga memerintahkan ibadah, sekolah, dan bekerja dari rumah sejak Senin-Jumat (16-29/3, untuk anak sekolah bahkan diperpanjang sampai 5 April 2020). Pembatasan koridor Trans-Jakarta. Tidak melaksanakan salat Jumat selama dua pekan. Tidak ada car free day. Penerapan jarak antarpenumpang di Trans-Jakarta, MRT, LRT, dan KRL.

Kemudian, Kota Medan, Sumatra Barat Penutupan di 12 ruas jalan mulai Sabtu (28/3) sampai waktu atas normal pemerintah pusat. Pagi pukul 09.00 WIB-15.00 dan malam 19.00 WIB- 23.00. Sedangkan, Bangka Belitung Usulan pembatasan angkutan udara dan laut akan dimulai pada 28 hingga 30 Maret 2020. Pada 31 Maret-6 April, angkutan udara dan laut ini dihentikan untuk sementara. Sementara itu, Depok Warga Perumahan Grand Putra Mandiri di Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat, menginisiasi melakukan karantina wilayah sejak 26 Maret. Tegal menerapkan karantina total mulai 30 Maret 2020-30 Juli 2020, walaupun diprotes oleh kelompok pedagang kaki lima yang keberatan dengan kebijakan tersebut. Surabaya melakukan penutupan di Jalan Tunjungan dan Jalan Darmo Surabaya dilakukan pada 27-28 Maret 2020 pukul 19.00 WIB sampai 23.00 WIB. Penutupan kendaraan dan segala aktivitas masyarakat pada 28-29 Maret 2020 pukul 10.00 sampai 14.00 WIB.

Di Wilayah Timur Indonesia, Maluku misalnya melalui SK Gubernur Nomor 148 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Darurat Bencana Non Alam Virus Corona (Covid-19) menyebutkan menutup jalur penerbangan dan pelayaran dari dan ke Maluku selama 14 hari sejak 22 Maret 2020.

Sementara, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Kabupaten Maybrat sejak 26 Maret 2020 membatasi akses darat, baik dari Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, maupun Kabupaten Manokwari. Sedangkan, di Papua sejak 26 Maret 2020 berlaku hingga 14 hari ke depan, akses masuk dan keluar orang melalui bandar udara maupun pelabuhan laut di seluruh kabupaten/kota di Papua ditutup sementara.

Ada beberapa hal positif ditengah mewabahnya virus Corona antara lain : pertama, lonjakan pengiriman bahan pangan diperkirakan terus terjadi seiring dengan kebijakan sejumlah pemerintah daerah untuk memperpanjang masa belajar sekolah di rumah serta bekerja dari rumah atau work from home.

Kedua, penerapan kebijakan bekerja dari rumah alias work from home (WFH) terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di DKI Jakarta. Selama satu pekan, angka kecelakaan menurun sebanyak 10%.

Ketiga, meningkatnya kepedulian sosial dan kesalehan masyarakat dengan fenomena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat prasejahtera dan pekerja informal yang paling terdampak akibat pandemi covid-19, sebanyak 50 warteg di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang menyediakan makanan gratis. Bagi pembeli yang mau makan gratis di warteg tersebut, tidak ada aturan kaku. Setiap warteg sudah distimulus dengan 100 porsi gratis. “Beberapa warteg malah menggratiskan atau mendiskon di luar yang 100 porsi itu,” kata Direktur Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT), Lukman Azis.

Ikhtiar pemerintah dan rakyat Indonesia
Menghadapi ancaman virus Corona yang belum dapat dipastikan kapan berakhirnya, Pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia sudah melakukan sejumlah ikhtiar dengan serius.

Ada beberapa ikhtiar atau usaha yang telah dilakukan dan akan dilakukan pemerintah bersama rakyat Indonesia antara lain : pertama, sejumlah kepala daerah meminta warga asal wilayah mereka yang merantau di kota-kota besar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan daerah lain tidak mudik selama pandemi virus korona baru (covid-19). Pasalnya, bersama dengan aktivitas mudik dikhawatirkan terjadi penularan covid-19 secara masif dan membentuk episentrum penyebaran baru di luar wilayah Jabodetabek.

Kedua, Presiden Joko Widodo telah memberi arahan terkait dengan bantuan yang akan diberikan pemerintah untuk masyarakat a.l. relaksasi kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk untuk pengemudi ojek dan taksi daring, subsidi kredit pemilikan rumah (KPR), bantuan bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), dan menambah penyaluran bagi penerima Kartu Sembako. Bantuan tersebut diharapkan mampu meredam gejolak ekonomi yang timbul akibat kian meluasnya pandemi di Indonesia. Meskipun Jokowi telah menekankan bahwa salah satu fokus bantuan adalah untuk mempertahankan daya beli masyarakat, tetapi skema penyaluran maupun penerima manfaatnya masih perlu diperjelas.

Ketiga, kebijakan stimulus juga terus dikeluarkan. Terhitung sudah tiga jilid kebijakan stimulus yang sudah diterbitkan, yakni jilid I hingga III. Kebijakan Stimulus Jilid I (Bidang Pariwisata) Diskon tiket penerbangan domestik Pembebasan pajak restoran serta hotel Insentif berupa diskon tiket untuk penerbangan internasional (ditunda)

Jilid II (Fiskal dan Nonfiskal) Pembebasan pajak penghasilan (PPh) 21 untuk pekerja Penundaan pengenaan PPh Pasal 22 Impor Pengurangan PPh Pasal 25 Badan sebesar 30% Percepatan dan kenaikan batas maksimum restitusi pajak. Jilid III Bidang kesehatan Perlindungan sosial Menjaga kinerja pelaku usaha.

Keempat, Pemerintah mengeluarkan insentif bagi tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam perang melawan wabah Corona. Insentif bulanan Dokter spesialis: Rp15 juta; Dokter umum/gigi: Rp10 juta; Bidan/perawat: Rp7,5 juta Tenaga medis lain: Rp5 juta dan santunan kematian sebesar Rp300 juta.

Kelima, pemerintah membangun RS Darurat berlokasi di Pulang Galang dengan perkiraan dana Rp400 miliar, dimana RS ini memiliki kapasitas 900 ranjang ruang perawatan, kapasitas 80 ranjang ruang perawatan isolasi 20 ranjang ruang ICU Menyiapkan Wisma Atlet dan beberapa hotel di DKI Jakarta untuk mendukung pemberantasan covid-19.

Keenam, pemerintah memastikan memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) dan ventilator di rumah sakit untuk penanganan pandemi covid-19. Sebanyak 170 ribu APD yang diimpor dari Tiongkok telah masuk lagi ke Indonesia dan siap didistribusikan ke sejumlah provinsi di Tanah Air. Selain itu, bantuan peralatan medis dari pemerintah Tiongkok kepada Indonesia juga tiba semalam dari Shanghai. Paket bantuan medis tersebut berupa alat tes korona, masker N95, masker bedah, pakaian pelindung medis, ventilator portabel, dan lain-lain. Pasokan medis itu akan digunakan untuk pencegahan dan pengendalian pandemi covid-19 melalui BNPB.

Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan 105 ribu APD ke sejumlah daerah, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan Yogyakarta.

Ketujuh, Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan jajaran Polri telah membubarkan 7.031 kerumunan massa sejak dikeluarkan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Korona (Covid-19).

Pada akhirnya memang peran para pelaku usaha, termasuk di sektor jasa keuangan nonbank, dapat menjadi kunci yang membantu mengatasi penyebaran wabah. Saat ini, berbagai pihak sedang bahu membahu untuk memutus mata rantai sekaligus mengatasi dampak COVID-19. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengakui dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, akademisi, media, hingga pengusaha, sangat diperlukan.

Dukungan pebisnis terutama terkait dengan komitmen pembatasan sosial lewat mekanisme bekerja dari rumah (work from home/WFH) serta bantuan donasi. Semoga langkah bersama kita diridhoi Alloh SWT dan segera mengakhiri wabah Corona ini. Aamiin Ya Robbal Alamiiin.

*) Penulis adalah kolumnis dan pemerhati masalah komunikasi massa serta kajian strategis Indonesia. Alumnus pasca sarjana Universitas Indonesia (UI)

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

DAMPAK STRATEGIS PENYEBARAN COVID-19
By: On:

DAMPAK STRATEGIS PENYEBARAN COVID-19

Foto: Ilustrasi, sumber foto:The Conversation

Penulis: Almira Fadhillah (Pasca Sarjana Univ. Gunadharma)

Jayakartapos, Hasil dari laporan penelitian Imperial Collage of London, Inggris. Jumlah kasus terkait virus corona baru atau COVID-19 di dunia diprediksi bisa mencapai angka 7 miliar infeksi dan 40 juta kematian pada tahun ini, jika masyarakat tetap tidak melakukan tindakan preventif pencegahan penyebaran virus seperti karantina dan pembatasan sosial. Hasil penelitian ini cukup mengkhawatirkan karena dunia sedang menghadapi darurat kesehatan yang parah dan akut karena pandemi global covid-19 yang berimbas langsung pada sektor ekonomi secara meluas.

Di Indonesia sendiri, hingga Sabtu (28/3/2020), kasus Covid-19 telah mencapai 1.155, dengan 102 meninggal, 59 sembuh. Perbandingan persentase kematian pun meningkat 8,8% dibanding seminggu lalu 8,2 %. Trend yang terus meningkat dalam tiap hari semakin memicu keresahan masyarakat sekaligus tekanan dipelbagai bidang dalam negeri. Mulai dari aktifitas pendidikan, pariwisata, hingga aktifitas peribadatan yang bersifat massal ikut terhambat akibat meluasnya penyebaran covid-19.

Dampak ke sendi-sendi ekonomi dalam negeri pun mulai terasa. Sektor-sektor ekonomi, seperti umkm, bursa saham, otomotif, perbankan, manufaktur hingga penerbangan ikut terganggu. Alhasil kondisi seperti ini bisa memicu resesi ekonomi Indonesia dan akan menambah kepanikan masyarakat bila tidak sesegera mungkin tertangani.

Pada situasi ini, beberapa negara merespon dengan melakukan lockdown atau sekedar membatasi akses keluar masuk ke wilayah guna meminimalisasi penyebaran covid-19. Kebijakan ini memiliki plus minus pada beberapa aspek. Kelebihannya penyebaran virus dapat diminimalisasi, serta kendali pemerintah terhadap hal ini menjadi lebih mudah. Kekurangan kebijakan ini menghambat sektor pariwisata, sektor ritel karena pasokan bahan baku menipis dengan adanya lockdown tersebut. Mungkin resiko ini tidak begitu parah bila sekedar dilakukan pembatasan akses keluar masuk saja, sehingga sektor pasokan bahan masih diperbolehkan keluar masuk pada wilayah tersebut.

Di Indonesia, kebijakan belum mengarah ke lockdown. Pemerintah masih sebatas membatasi aktivitas masyarakat yang berada di luar rumah dan melakukan kebijakan physical distancing. Kebijakan ini turut diikuti dengan kebijakan turunan oleh masing-masing pemimpin daerah dengan mengeluarkan kebijakan WFH (Work From Home).

Namun, bukan berarti peristiwa ini melulu berdampak negatif. Ada beberapa dampak strategis dengan adanya pandemi Covid-19 dan Kebijakan WFH diberlakukan di antaranya; rantai hulu hilir industri e–commerce yang justru meningkat jumlah permintaan dan kapasitas layanan ditengah pandemi Covid-19. Diikuti jasa pengiriman sebagai turunan dari meningkatnya industri e-commerce. Kemudian turunannya lagi adalah Pabrik produksi secondary yang memasok finish goods untuk penjualan e-commerce seperti pabrik packaging dan plastik.

Ada lagi produk-produk yang terkait dengan perlindungan, misalnya perlengkapan imunitas dan perlindungan diri. Belum lagi, jasa layanan higienitas atau sanitasi seperti penyemprotan disinfektan dan hama ikut pula meningkat. Industri obat tradisional juga ikut terdongkrak meningkat permintaannya seiring kesadaran masyarakat terhadap pentingnya daya tahan tubuh agar terhindar dari covid-19.

Dampak strategis lainnya adalah sektor pangan. Dengan keterbatasan akses masyarakat ke luar lingkungan sekitarnya mengakibatkan munculnya lonjakan permintaan akan kebutuhan pokok. Ajakan pemerintah melakukan kegiatan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah mendorong masyarakat untuk melakukan pembelian sembako secara masif sebagai upaya untuk memenuhi ketersediaan waktu mendatang. Dengan begitu, import untuk komoditas pangan berpeluang menjadi ikut meningkat guna menutupi kekurangan stok pangan dari industri lokal. Disamping itu, ketersediaan yang memadai di pasar akan mampu menjaga kestabilan harga sehingga daya beli masyarakat bisa terjaga. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan dan Syawal dimana permintaan kebutuhan pangan selalu meningkat.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

EKONOMI NASIONAL MULAI MERADANG KARENA COVID 19
By: On:

EKONOMI NASIONAL MULAI MERADANG KARENA COVID 19

Foto: Ilustrasi, sumber foto: Luthfy Syahban-Tim Infografis-Detik

Oleh : Evita Rahayu *)

Jayakartapos, Sejumlah emiten perkebunan kelapa sawit mulai waswas dengan kebijakan Pemerintah India yang memberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). Direktur Keuangan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. Lucas Kurniawan mengatakan, pihaknya masih memantau lockdown India dan dampak yang kemungkinan akan ditimbulkan, terutama terhadap prospek penjualan crude palm oil (CPO).

Peningkatan aset perbankan pada tahun ini akan sulit menyamai torehan tahun lalu. Kondisi ini diperparah dengan COVID-19 yang cukup menyulitkan perekonomian. Dengan adanya wabah corona, pertumbuhan ekonomi akan terpangkas drastis yang artinya pertumbuhan kredit juga akan sangat rendah. Dengan demikian pertumbuhan aset pada 2020 juga akan sangat rendah jauh di bawah capaian 2019. Dengan kondisi ekonomi yang terpapar virus corona, perbankan sulit mendorong pertumbuhan aset. Hal yang bisa dilakukan adalah menekan kredit bermasalah yang berisiko meningkat.

Satu demi satu pengusaha pusat perbelanjaan memutuskan untuk menutup sementara atau sebagian operasional mal di Jakarta akibat anjloknya jumlah kunjungan, seiring dengan terus meluasnya penyebaran pandemi COVID-19. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengaku, kunjungan ke pusat perbelanjaan menurun drastis sejak isu penyebaran virus corona merebak dibandingkan dengan kondisi normal.

Menurutnya, pendapatan semua pusat perbelanjaan dipastikan menurun terimbas isu COVID-19. Hanya saja, APPBI belum mencatat berapa potensi kerugian yang terjadi. Saat ini, para pengusaha pusat perbelanjaan masih fokus dalam penanganan operasional yang dinilai cukup kompleks. Hal ini lantaran di satu sisi pelaku pusat belanja harus turut serta membantu pencegahan COVID-19, tetapi juga mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Rusmin Lawin membenarkan pengelola pusat perbelanjaan tengah menghadapi tantangan berat menyusul merebaknya virus corona jenis baru itu. Sejumlah mal telah menutup sementara operasionalnya, seperti jaringan mal Summarecon, Senayan City, Lippo Mall, dan Plaza Indonesia. Adapun, mal lainnya kemungkinan akan menyusul. Dalam jangka pendek, sejumlah pusat perbelanjaan memang telah mengantisipasi penyebaran COVID-19 dengan hanya mengurangi jam operasional, menyediakan cairan sanitasi tangan dan masker, serta mengadakan beberapa promo.

Pada perkembangan lain, Perumda Pasar Jaya juga melakukan penutupan sementara sampai 5 April 2020 seluruh pasar yang berada di kawasaan Tanah Abang yang dikelola oleh Pasar Jaya.

Penutupan ini dilakukan di Pasar Tanah Abang Blok A, Blok B, dan Blok F. Hanya Pasar Tanah Abang Blok G yang masih buka, meskipun dibatasi untuk pedagang yang berjualan jenis bahan pangan saja. Penutupan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penyebaran COVID-19.

Pelaku usaha tambang batu bara diperkirakan merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) perusahaan di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Sejalan dengan itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menerbitkan beleid yang mengatur tentang tata cara pemberian wilayah, perizinan, dan pelaporan pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara.

Beleid tersebut, tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2020. Permen yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 6 Maret sekaligus mencabut sebagian maupun seluruhnya Permen ESDM No. 48/2017, Permen ESDM No. 11/2018, Permen No. 22/2018, Permen No.51/2018.

Salah satu poin dalam beleid ini mengatur perubahan waktu revisi RKAB produksi batu bara. Dalam Permen ESDM No. 7/2020 Pasal 89, perusahaan dapat mengajukan revisi RKAB dengan menyampaikan laporan periode kuartal pertama dan paling lambat 31 Juli pada tahun berjalan.

Situasi saat ini yang me maksa segenap masyarakat untuk bekerja dari rumah (work from home/ WFH) dan belajar dari rumah, bukanlah perkara yang mudah. Pengeluaran untuk di luar rumah memang berkurang, tetapi beban rumah tangga (RT) malah bertambah, terutama untuk kebutuhan listrik. Kenaikan konsumsi listrik sebagian besar berasal dari penggunaan pendingan udara, kenaikan frekuensi penggunan pompa air karena penggunaan air yang meningkat, serta penggunaan internet, dan perangkat rumah tangga seperti pemanas air.

Pengamat perbankan Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefi anto mengatakan, kondisi ekonomi pada saat ini masih sulit diprediksi. Bahkan, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan hanya menyentuh angka 3%.

Bagaimanapun juga, wabah pandemik Covid19 memang merupakan “pukulan mematikan/deadly punch” dan juga pendadakan strategis yang kurang diantisipasi sebelumnya. Hanya dengan sinergi, kolaborasi, kerjasama, mematuhi aturan negara/pemerintah, tenang dan tetap berpikiran positif dengan berdoa sehingga wabah atau mungkin sebagian orang menilainya sebagai azab ini akan segera berakhir.

Karena dalam perspektif keagamaan, Covid 19 bisa terjadi sebagai ujian atas keserakahan manusia, korupsi yang tidak henti, like and dislike yang mematikan karir seseorang, maksiat, kurang peduli dengan nasib sesama, serta termasuk kurang sabar menerima cobaan dan kurang dalam sedekah maupun membayar zakat. Banyak pelajaran yang dapat dipetik. Semoga.

*) Penulis adalah pemerhati masalah Indonesia.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

CORONAPHOBIA DAN PSIKOMATIS COVID-19
By: On:

CORONAPHOBIA DAN PSIKOMATIS COVID-19

Foto: Ilustrasi, sumber foto: Radar Lampung

Oleh: DR Adi W Gunawan, ST.,MPd.,CCH

Jayakartapos, Saya dihubungi beberapa calon klien yang minta waktu jumpa saya untuk menjalani sesi terapi. Kata mereka ini kondisi mendesak dan minta agar mereka bisa segera jumpa saya.

Saya tanya, apa masalahnya, ternyata mereka rata-rata mengalami perasaan takut, cemas, yang berakibat pada kondisi pikiran tidak tenang, hati tidak damai, dan sulit tidur.

Saya tanya lagi, mulai kapan gangguan emosi ini muncul atau mereka alami, hampir semua menjawab mereka mengalami kecemasan tinggi sejak ramai diberitakan tentang virus corona (Covid-19).

Bahkan ada tiga calon klien yang mengaku mengalami gejala serupa dengan Covid-19 seperti flu, batuk kering, tenggorokan sakit, dan demam.

Saya tanya lagi, apakah mereka ada keluar rumah, ke tempat ramai, kumpul-kumpul sama teman, bersalaman atau berdekatan dengan orang yang mengalami Covid-19 atau orang dalam pengawasan, dan semua menjawab tidak.

Mereka bahkan mengatakan bahwa sudah dua minggu lebih mereka tidak ke mana-mana, hanya istirahat dan melakukan kegiatan dari rumah.

Saya tanya lagi, apakah mereka rutin atau sering baca informasi atau berita, baik itu dari media massa seperti televisi, surat kabar, atau dari media sosial, terutama dari grup percakapan seperti WA atau Telegram, dan mereka semua menjawab ya. Sekarang jelas duduk persoalan dan akar masalahnya.

Saya mohon maaf karena belum bisa jumpa mereka. Saat ini saya dan semua hipnoterapis AWGI, untuk sementara waktu, berhenti total melakukan terapi. Ini untuk kebaikan bersama dan mematuhi himbauan pemerintah untuk melakukan social/physical distancing untuk meredam penyebaran Covid-19.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini?

Saya beri mereka beberapa saran dan masukan. Pertama, mereka berhenti total membaca atau mencari informasi atau meneruskan informasi terkait Covid-19.

Tidak ada gunanya untuk hidup mereka dengan mengetahui sudah berapa banyak orang yang terkena Covid-19, berapa yang meninggal, dan berapa yang sembuh.

Saya minta mereka berhenti total membaca atau mencari informasi atau meneruskan informasi terkait Covid-19 minimal selama dua minggu dan setelahnya mereka bisa beri laporan perkembangan yang dialami.

Kedua, saya sarankan mereka untuk banyak membaca buku-buku positif, nonton film atau video yang lucu, karaoke, senam atau olahraga, rileksasi atau meditasi, berdoa, atau apa saja yang positif dan bisa membuat pikiran dan perasaan mereka tenang dan bahagia.

Cukup sudah kita menebar dan menyebar informasi terkait virus corona (Covid-19) di media sosial dan grup percakapan seperti WA atau Telegram yang justru semakin menguatkan berbagai emosi negatif seperti takut, khawatir, cemas, merasa tidak berdaya, dll.

Sekarang waktunya kita melawan virus corona (Covid-19) dengan berpikir positif dan merasakan emosi positif, mengirimkan vibrasi positif untuk diri sendiri dan lingkungan, menyebar informasi yang sifatnya meneduhkan, menenangkan untuk kebaikan diri sendiri dan bersama.

Lalu, bagaimana sampai orang mengalami psikosomatis Covid-19?

Informasi masuk ke pikiran bawah sadar melalui lima jalur:

1. Otoritas : informasi, benar atau salah, yang disampaikan oleh figur otoritas pasti dengan mudah masuk dan diterima oleh pikiran bawah sadar (PBS) sebagai kebenaran.

2. Emosi : setiap informasi yang diterima individu, bila disertai emosi intens, baik positif atau negatif, akan dicatat oleh PBS sebagai sesuatu yang penting.

3. Repetisi : informasi serupa bila terus diulang, dilihat, dibaca, dibicarakan, diingat, dibayangkan, atau didengarkan pasti masuk ke memori PBS.

4. Identifikasi Kelompok: saat informasi ini diterima atau dinyatakan benar oleh satu kelompok atau komunitas, setiap anggota kelompok ini menerimanya sebagai kebenaran.

5. Relaksasi pikiran : saat pikiran rileks, sore atau malam hari saat mau tidur, atau pagi hari saat baru bangun tidur, bila kita membaca, mendengar, menonton tayangan atau informasi tertentu, informasi ini langsung masuk ke PBS tanpa bisa disaring oleh faktor kritis pikiran sadar.

Informasi tentang Covid-19, benar atau salah, yang telah terekam di PBS, tidak akan pernah bisa hilang. Informasi ini akan terus ada di memori sampai dilakukan upaya secara sadar untuk mengganti informasi ini dengan informasi lain.

Semakin seseorang membaca dan mengingat gejala-gejala Covid-19, semakin ia mengulang memunculkan informasi ini di pikirannya, semakin kuat informasi ini jadinya, dan semakin ia terpengaruh. Ia menjadi semakin cemas dan takut.

Disadari atau tidak, ia akan memeriksa kondisi fisiknya, apakah ada gejala yang sama atau menyerupai Covid-19. Ini sesungguhnya adalah hal yang wajar karena semua orang pasti ingin selamat, ingin tetap hidup. Dan fungsi utama PBS adalah melindungi dan menjaga keselamatan hidup kita.

Semakin ia melakuan pengecekan, semakin PBS mendapat informasi bahwa ini adalah sesuatu yang penting. Dan sesuai hukum pikiran, apa yang menjadi fokus pasti bertumbuh dan menguat. Ini menjadi semakin kuat saat dilandasi emosi negatif intens.

Akhirnya, PBS memunculkan simtom atau gejala yang sama atau serupa dengan gejala Covid-19. Saat ini terjadi, individu menjadi semakin cemas, takut, panik, dan gejalanya menjadi semakin nyata, semakin kuat.

Semakin ia cemas atau takut, semakin stres ia, semakin banyak hormon stres diproduksi oleh tubuhnya, dan semakin tertekan kerja sistem imun, dan semakin besar kemungkinan ia jatuh sakit, semakin besar risikonya bila ia benar-benar terpapar virus corona.

Virus corona belum tentu mengenai semua orang. Namun saat ini hampir semua orang sudah tertular virus pikiran yang membuat mereka cemas, khawatir, takut, paranoid.

Sekarang saatnya kita bangkit bersama melawan virus corona. Lakukan apapun yang bisa kita lakukan untuk menghambat kemungkinan virus corona semakin tersebar.

Dan berlakulah CERDAS dan BIJAK. Sebarkan hanya berita-berita positif. SARING sebelum SHARING.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.