AWAS! CHAOS POLITIK DAN EKONOMI GARA-GARA COVID 19

Berita Nasional
Foto: Ilustrasi, sumber foto: Musketeers

Oleh : Daniel Filipus Kogoya *)

Jayakartapos, Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales mobil pada Januari—Februari 2020 turun 5,86% dari periode yang sama tahun lalu 169.964 unit menjadi hanya 159.997 unit. Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan penjualan pada kuartal pertama 2020 begitu terdampak virus corona (COVID-19) setelah sebelumnya menghadapi pasar yang tertekan akibat banjir awal tahun.

Segmen mobil niaga diharapkan tumbuh pada tahun ini setelah pada tahun lalu mengalami penurunan penjualan sebesar 18%. Namun, pandemi corona mengancam peluang pertumbuhan itu.

Sementara itu, keputusan maskapai penerbangan AirAsia Indonesia menghentikan operasi sementara di Tanah Air seperti terdengar berita biasa di tengah ingar bingar berita korban meninggal akibat terjangkit virus corona. Padahal, maskapai penerbangan yang sebagian sahamnya dikuasai taipan Tony Fernandes itu mengumumkan menyetop sementara rute domestik pada 1—21 April 2020 dan rute internasional pada 1 April hingga 17 Mei 2020.

Tak hanya AirAsia Indonesia, dalam skala lebih kecil maskapai berjadwal TransNusa juga menghentikan sementara operasi penerbangan ke seluruh Indonesia hingga 15 April 2020.

Sebagian maskapai lainnya seperti Garuda Indonesia, Lion Air Group, Sriwijaya Air juga telah memangkas layanan penerbangan, baik domestik maupun internasional. Semua langkah itu diterapkan untuk mencegah kerugian setelah permintaan penerbangan anjlok hingga tersisa di bawah 50%. Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiratmadja menceritakan penurunan secara drastis jumlah penumpang pesawat udara mulai dirasakan sejak awal Maret 2020.

Bahkan, seluruh maskapai penerbangan berjadwal sudah mengurangi jumlah penerbangan baik, rute maupun frekuensinya, sampai dengan 50% atau lebih. Bila penuntasan pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) makin tidak pasti, dia meramalkan industri aviasi bakal kian terpuruk bahkan sebagian operator penerbangan memilih tidak beroperasi karena bangkrut.

Untuk mengurangi kerugian yang diderita, jika sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi di antaranya memilih opsi tutup operasi serta melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya. Opsi PHK dilakukan kepada pilot, awak kabin, teknisi dan karyawan pendukung lainnya. Dampak kebangkrutan maskapai nasional bukan hanya di industri penerbangan, tetapi juga industri pendukungnya baik hilir maupun hulu seperti bengkel pesawat, ground handling, dan agen perjalanan.

Harga rata rata karet Sumatra Selatan pada Maret menyentuh titik terendah sepanjang 2020 yakni Rp14.809 per kilogram (kg). Jika kondisi ini terus berlanjut maka pabrik terancam menyetop produksi.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel, harga rata-rata terendah yakni pada kadar karet kering (KKK) 100%. Artinya, jika petani menjual KKK 60%—50%, maka harga yang diterima petani lebih rendah. kini petani di Sumsel mulai mengkhawatirkan penutupan pabrik karet. Apalagi sejumlah pabrik daerah lain seperti Bengkulu, Jambi dan Sumatra Barat mulai setop produksi.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan saat ini masyarakat menahan daya beli untuk sementara waktu terimbas Coronavirus disease 2019 (COVID-19).

Pada saat yang sama, dia melanjutkan pengeluaran pengembang terus berjalan sehingga mengakibatkan arus kas (cash fl ow) menjadi tidak seimbang.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyatakan bahwa saat ini pengembang dihadapi masalah arus kas menyusul dampak pandemi COVID-19 ke industri properti. Masalah cash flow timbul karena kini suku bunga pinjaman masih tinggi di sejumlah perbankan.

Pebisnis properti mengapresiasi langkah pemerintah yang akan menu runkan tarif PPh Badan dari 25% menjadi 22% pada tahun pajak 2020 dan 2021, sedangkan pada 2022 tarif PPh Badan akan menjadi 20%. Langkah itu berlaku melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19 dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Hanya saja, Ali menyatakan bahwa pemangkasan tersebut hanya berdampak kecil bagi pengembang properti. Dia menyatakan bahwa ada beberapa hal yang jadi catatan terkait pengaturan cash flow perusahaan properti yang sebetulnya tidak terkait dengan pajak. Berdasarkan temuannya, pengembang kelas menengah hanya mampu bertahan hingga 1 bulan sampai dengan 3 bulan mendatang. Adapun, pengembang kelas bawah lebih memprihatinkan yaitu hanya mampu bertahan hingga 1 bulan.

Kemudian, gelombang penutupan pabrik sepatu dan sepeda akan dimulai pada pekan ini seiring dengan minimnya permintaan. Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengatakan sejumlah pabrikan di bawah asosiasi tersebut segera setop produksi.

Firman menyatakan nilai produksi pabrikan berorientasi dalam negeri menopang sekitar 45% dati total nilai produksi alas kaki nasional.

Sementara itu, pabrikan berorientasi ekspor menopang sekitar 50%. Dengan kata lain, hampir separuh pabrikan sepatu di dalam negeri akan merumahkan tenaga kerjanya pada awal kuartal II/2020. Adapun, Firman memprediksi seluruh pabrikan alas kaki menghentikan produksinya pada 1 Juni 2020. Berhentinya seluruh pabrikan alas kaki pada awal Juni 2020 akan membuat sekitar 800.000 tenaga kerja industri alas kaki akan dirumahkan. Ketua Asosiasi Industri Persepedaan (AIPI) Rudiyono menyatakan kapasitas produsi rata-rata pabrikan sepeda saat ini merosot sekitar 40%—70%.

Adapun, pada akhir kuartal I/2020 telah ada tiga pabrikan yang menghentikan produksi sama sekali, dan sekitar 1.000 tenaga kerja dirumahkan.
Sementara itu, Indonesia Iron and Steel Association (IISIA) mendata pasar baja nasional saat ini susut sekitar 80%. Wakil Ketua Umum IISIA Ismail Mandry mengatakan bahwa utilitas pabrikan baja nasional tinggal 20%. Adapun, industri lain yang melaporkan adanya penyusutan pasar antara lain keramik, kaca lembaran, dan kimia dasar. Industri tekstil dan produk tekstil sempat melaporkan
adanya gangguan permintaan tapi kini sudah mengalihkan sebagian produksi untuk alat pelindung diri serta masker nonmedis.

Merujuk data Kementerian Ketenagakerjaan, selama pandemi ini berlangsung hingga 1 April, total pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 2.311 orang dari 56 perusahaan di Indonesia. Bahkan, ada 153 perusahaan yang telah merumahkan 9.183 pekerja.

Adapun, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi B. Sukamdani menjelaskan langkah efisiensi dilakukan pengusaha di tengah menurunnya pendapatan dan tingginya beban usaha.

Berdasarkan data Purchasing Managers’ Index (PMI), produktivitas sektor manufaktur Indonesia anjlok ke angka 45,3 pada Maret 2020, melemah dibandingkan dengan Februari sebesar 51,9. Hal ini dapat diartikan bahwa industri sama sekali tidak berekspansi. Akibatnya, banyak pengusaha yang memilih untuk merumahkan karyawan karena roda bisnis mulai tersendat.

Dari berbagai fakta dan fenomena diatas, penulis hanya ingin menggarisbawahi bakal akan munculnya ancaman serius terhadap perekonomian nasional yang tentunya akan berimbas pada situasi Polkamnas, jika Covid 19 penanganannya tidak terpadu, pengawasan penggunaan keuangan negara selama masa darurat Covid tidak berjalan dengan baik, termasuk akan terganggunya roda pemerintahan dengan semakin lamanya penerapan work from home, dimana hal ini akan mengganggu roda perekonomian.

Jika roda perekonomian terganggu, maka kemungkinan chaos ekonomi dan politik akan terjadi, dan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin kemungkinan akan berada di batas kekuasaannya (the edge of throne). Semoga saja ini tidak terjadi. Ayo selamatkan Indonesia.

*) Penulis adalah pemerhati masalah ekonomi politik. Tinggal di Manokwari, Papua Barat.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.