BERDAKWAH TIDAK HARUS SEMPURNA

Berita Hijrah

يقول أحد الحكماء: قد ينصحك شخص بأمر وهو لا يفعله .. ليس لأنه متناقض، بل ربما تمنى لك الخير في

أمر لم يستطيع فعله

Kadang ada seseorang yang memberimu suatu nasihat, namun orang itu sendiri tidak mengerjakannya. Sebetulnya ini bukanlah hal yang saling bertolak belakang. Namun bisa jadi orang itu berharap engkau memperoleh kebaikan dalam perkara yang belum sanggup ia lakukan.

PENJELASAN :

  1. Idealnya seorang yang mengajak kepada kebaikan harus melakukan terlebih dahulu karena telinganya lebih dekat dari telinga orang yang ia dakwahi karena jika tidak ia akan mendapatkan ancaman dari Allah, seraya berfirman : Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan, sungguh amat besar kebencian Allah kamu mengatakan tetapi kamu tidak mengerjakannya. (QS. Ashhaf ayat 2-3)

  1. Tidak semua yang kita sampaikan harus kita lakukan terlebih dahulu, seperti ketika kita melihat ada orang yang di anugerahi harta berlimpah, tetapi dia tidak kunjung pergi ke tanah suci, maka kita boleh menasihatinya agar segera berangkat kesana karena nabi saw berpesan “Bersegeralah kalian berhaji-yaitu haji yang wajib-karena salah seorang diantara kalian tidak tahu apa yang akan menimpanya” [HR.Ahmad, dihasankan oleh Al-Albany). Sedangkan orang yang menasihatinya belum berangkat ke tanah suci karena belum memilki kemampuan”

  1. Ada orang tua yang karena usianya sulit menghafal Al Quran, maka ia boleh memerintahkan anaknya untuk menghafal Al Quran agar anaknya lebih baik dari dirinya dan agar ia mendapatkan mahkota bercahaya di akhirat kelak buah dari kesungguhannya karena telah mendidik anaknya menjadi ahlul Quran

  1. Adanya orang yang mengajakmu kepada jalan kebaikan sedangkan ia tidak mampu melakukannya karena ketidakmampuannya bukan karena tidak ingin, itu karena ia ingin mendapatkan pahala mengajak pada kebaikan dan ia ingin agar engkau lebih baik dari dirinya, nabi saw bersabda :

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

  1. Dakwah ini tidak harus di isi oleh orang yang sempurna, tetapi jalan dakwah ini adalah jalan orang-orang yang kuat melewati onak dan duri, jalan orang-orang yang mau memperbaiki dirinya ketika mereka mendapatkan kesalahan karena mereka yakin bersama dakwah diri mereka akan menjadi lebih baik.

Ustadz Faisal Kunhi