Berlindung kepada Allah dari ditutup-rapatnya Hati​ (QS. al Baqoroh [2]: 6-7) Bagian ke-2 Selesai

Berita
﴿إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ۝ خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ۝ (البقرة[٢]:٦-٧)
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mau beriman itu sama saja atas mereka, mau engkau ancam mereka ataupun engkau tidak ancam mereka, tidak akan mereka beriman. Allah telah materaikan atas hati-hati mereka;  dan atas pendengaran mereka dan atas penglihatan-penglihatan mereka ada tutupan. Dan adalah bagi mereka adaab yang besar  (QS. al Baqoroh [2]: 6-7)
Asbabun Nuzul
Menurut Ibnu Abbas Ra. kedua ayat ini diturunkan berkenaan dengan para pendeta Yahudi di sekitar Madinah yang menolak dan mengingkari ciri-ciri kenabian Nabi Muhammad Saw.
Penafsiran ini menurut at Thobary adalah penafsiran yang paling tepat bila dibandingkan dengan penafsiran yang lain, karena kata kufr sendiri secara etimologis mengandung arti menutupi. Kata ini dialamatkan kepada para Pendata Yahudi di Madinah kerena mereka telah menyembunyikan dan telah menutup-nutupi ciri-ciri kanabian (nubuwat) Nabi Muhammad Saw. padahal mereka sangat mengenali nubuwat itu seperti mereka mengenali anak mereka sendiri. _(Tafsir at Thobary)_
Sabda Rosul Riyadush shoolihiin
Pertama
 أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ وَأَبَا هُرَيْرَةَ حَدَّثَاهُ أَنَّهُمَا سَمِعَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَى أَعْوَادِ مِنْبَرِهِ لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ (اخرجه مسلم)
Bahwasannya Abdulloh bin Umar dan Abu Huroiroh Ra. keduanya telah menceritakan, bahwa keduanya mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda di atas mimbarnya:
1. Hendaklah orang yang suka meninggalkan shalat Jum’at menghentikan perbuatannya,
2. Atau mereka ingin Allah membutakan hati mereka, dan sesudah itu mereka benar-benar menjadi orang yang lalai.
(HR. Muslim: 1432, an Nasa’i:1353, Ibnu Majah:786 , Ahmad: 2025 , ad Darimi:1524)
Makna Khotm mencap (mematerai) dan menutup hingga tidak dapat menerima hidayah sebagaimana Firman Alloh dalam surat al Baqoroh ayat 7  di atas
Kedua
عَنْ أَبِي الْجَعْدِ يَعْنِي الضَّمْرِيَّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ
Dari Abu Ja’d yaitu Adl Dlamri dia berkata, Rosulullah Shollahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
1. Barang siapa yang meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena meremehkannya,
2. Maka Allah akan menutup hatinya.
(HR. at Tirmidzi: 460,Abu Daud: 888, an Nasa,i : 1352, Ibnu Majah: 1115, Ahmad:14032, Malik: 227, ad Darimi: 1525)
Paling menakutkan diri kita adalah ketika Alloh tarik kenikmatan dalam beribadah disebabkan kita senantiasa tenggelam dalam dosa tanpa coba untuk keluar dari dosa. Ketika itulah hati menjadi tertutup dari hidayah. na’udzu billaahi min dzaalik  Aamiin.
 Allahu A’lam bish Showab.​​
بارك الله لكم جميعا ونفعنا الله بالعلوم النافعة
​Matan Ibnu Majah
Majlis Ta’lim dan Kajian

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.