Category: Hukum

Sat Reskrim Polres Muba Tangkap 3 Pelaku Judi
By: On:

Sat Reskrim Polres Muba Tangkap 3 Pelaku Judi

Foto: Pelaku judi yang berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Musi Banyuasin, sumber foto: Dok. Polres Musi Banyuasin

 

 

JP-Muba, Satuan Reserse Kriminal Polres Musi Banyuasin berhasil menangkap tiga orang pelaku perjudian dalam “Operasi Balak Polda Sumsel 2019”. Ketiga pelaku ditangkap di Rt.4 Kelurahan Mangun jaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (22/09) malam.

Ketiga pelaku yang diamankan Sat Reskrim Polres Muba yaitu Juni (39) warga Rt.4 Kelurahan Mangun jaya, kecamatan Babat Toman selaku penyedia tempat perjudian, Ono (42) warga Rt.4 Kelurahan Mangun jaya, kecamatan Babat Toman dan Abel Marvinus (21) warga RT 18 Rw 03, Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman selaku pemain togel.

Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 (dua) unit mesin jackpot warna kuning dan coklat, uang tunai Rp. 277.000 (dua ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah), koin jackpot 356 Keping, 2 (dua) buah piring plastik warna biru untuk tempat menyimpan koin.( Margareth)

Gelar Operasi Pekat, Polsek Pulubala Sita Berbagai Jenis Miras
By: On:

Gelar Operasi Pekat, Polsek Pulubala Sita Berbagai Jenis Miras

 

JP-Gorontalo, Untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan, Polsek Pulubala menggelar operasi pekat Otanaha 2019, Rabu malam (26/06).Operasi pekat Otanaha 2019 dipimpin langsung oleh Kapolsek Pulubala, Ipda Alfin Dwi Wahyudi Nuntung S.Trk.

Sasaran dari operasi pekat Otanaha 2019 adalah judi, miras, sajam, prostitusi dan narkoba. Dalam operasi pekat Otanaha 2019 petugas berhasil menyita berbagai jenis minuman keras dari beberapa tempat di willayah hukum Polsek Pulubala.

Di Desa Pulubula, Kecamatan Pulubala, petugas berhasil menyita 3 botol minuman merek Kasegaran, 15 botol minuman merek bir Bintang, 2 sak besar 10 liter minuman merek cap Tikus, 5 botol minuman merek Pinaraci.

Di Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, petugas berhasil menyita 11 botol minuman cap tikus dengan ukuran perbotol 500 ml, 6 botol bir Bintang, 13 botol minuman merek Kasegaran, dan 2 botol minuman merek Pinaraci.

Di Desa Ayumolingo, Kecammatan Pulubala, petugas berhasil menyita 7 botol minuman merek Pinaraci, 3 botol minuman merek bir Bintang, 7 botol minuman merek Kasegaran, dan 10 botol cap Tikus ukuran 600 ml.(Harwib)

2 Orang Luka-Luka Diserang OTK di Propelet Cilegon
By: On:

2 Orang Luka-Luka Diserang OTK di Propelet Cilegon

 

JP-Cilegon, 2 orang menderita luka-luka akibat diserang oleh OTK, Selasa dini hari (25/06). Sekira pukul 00.20 WIB, di perumahan Propelet PT. Krakatau steel telah terjadi penyerangan oleh OTK terhadap Wahyudi Bin Hazimi (25) warga Karang tengah, Kampung Telu Rt.11. Rw. 04, Desa Pabean, Kecamatan Purwakarta, Cilegon dan Sudaryani Bin Nasir (25) warga Linkar Sumur Menjangan Rt.02 Rw. 01, Kelurahan Kota Sari, Kecamatan Grogol, Cilegon.

Wahyudi Bin Hazimi (25) menderita luka tusuk bagian perut, 4 luka sayatan di bagian pelipis sebelah kanan, 2 luka sayatan di tangan kanan, dan 1 luka sayatan di leher bagian belakang. Sedangkan Sudaryani Bin Nasir (25) menderita luka sayatan di kaki kiri, dan 1 luka sayatan di bagian pelipis.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh redaksi, bahwa saat kejadian, Dayat yang sedaang berjaga di pos keamanan mendapatkan laporan dari anggota keamanan yang melaksanakan jaga di pos Santani perumahan Propelet. Menurut petugas keamanan yang berjaga di pos Santani, bahwa telah terjadi tindak pidana penyerangan membabi buta menggunakan senjata tajam kepada masyarakat yang sedang berada di pangkalan ojek simpang 4 perumahan propelet PT. Krakatau steel.

Penyerangan tersebut dilakukan oleh pemuda bermasker menggunakan 9 motor berboncengan dengan membawa sajam. Mengetahui peristiwa penyerangan itu, anggota keamanan perumahan Propelet Krakatau Steel langsung berkoordinasi dengan anggota patroli keamanan yang berada di pos jaga. Selanjutnya anggota patroli bersama anggota piket jaga Dit Pam Obvit dan Yanma Polda Banten merapat ke TKP dan di dapati 2 orang yang menjadi korban penyerangan dan terdapat luka bacok, lalu kedua korban tersebut langsung dibawa kerumah sakit Krakatau Medika untuk dilakukan tindakan medis.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa zsbuah tas ransel, sebuah tas selempang berisi badik, selanjutnya barang bukti tersebut diamankan oleh unit 1 Jatanras Reskrimum Polres Cilegon.(Irawan)

Yusril Bantah Berita Antara News Riau Bahwa Ayat-Ayat Al-Qur’an Tidak Relevan di Sidang Sengketa Pilpres di MK
By: On:

Yusril Bantah Berita Antara News Riau Bahwa Ayat-Ayat Al-Qur’an Tidak Relevan di Sidang Sengketa Pilpres di MK

 

JP-Jakarta, Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra membantah pemberitaan Antara News Riau yang memberitakan bahwa dirinya mengatakan ayat-ayat Al-Qur’an tidak relevan dengan sidang sengketa Pilpres di MK. Akibat pemberitaan seperti itu Yusril merasa dirinya dirugikan karena dia mendapat kecaman dan tudingan di berbagai media sosial.

“Ada yang bilang saya ini sudah kafir, sekuler, munafik, pengkhianat dan sejenisnya. Padahal saya tidak pernah berkata demikian di sidang MK” tegas Yusril. “Sebagai Mu’min saya yakin bahwa Al-Qur’an itu relevan dengan segala zaman. Namun tentu ayat-ayat tertentu dari al-Qur’an haruslah diterapkan dalam konteks yang tepat, sehingga relevan dengan situasi atau keadaan tertentu.

Yusril mengatakan bahwa dia mengkritik penggunaan dua ayat Al-Qur’an oleh Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi yang mengutip Surah Al Hajj ayat 65 dan Surah as Sajdah ayat 25 yang memang berbicara tentang perselisihan.

Menurut Yusril kedua ayat tersebut tidak relevan dengan sidang MK yang memeriksa perselisihan hasil akhir Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Sebab kedua ayat itu berbicara tentang perselisihan doktrin fundamental suatu agama mengenai konsepsi ketuhanan, yang masuk ke bidang teologi atau Ushuluddin.

Kalau konsepsi tentang Tuhan diperdebatkan oleh pemeluk agama yang berbeda, tentulah masalah itu takkan selesai dibahas di dunia ini. Karena itu, biarlah Allah memberi keputusan tentang apa yang diperselihkan oleh pemeluk agama yang berbeda itu di akhirat nanti. Demikian maksud kedua ayat yang dikutip Kuasa Hukum Prabowo Sandi itu.

Sedangkan perselisihan hasil Pilpres, menurut Yusril bukanlah perselisihan teologis yang baru akan diselesaikan Tuhan di akhirat nanti. Perselisihan itu dapat diselesaikan oleh manusia di dunia ini tanpa harus menunggu datangnya hari kiamat. Di sidang MK itu Yusril lantas mengutip tiga ayat Al-Qur’an yang memerintahkan agar manusia membentuk badan peradilan untuk memutus sengketa antara mereka dengan berpedoman pada keadilan. Ayat-ayat yang dikutip Yusril adalah Surah An Nisa ayat 58 dan ayat 135 serta Surah Al Maidah ayat 8 yang semuanya menekankan asas keadilan dalam Islam.

Yusril bahkan mengatakan ayat Al-Qur’an Surah An Nisa ayat 135 yang mengatakan “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang-orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika mereka kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar-balikkan kata-kata atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”.

Teks asli Surah An Nisa ayat 135 itu, dalam Bahasa Arab, telah terpampang di dinding Ruangan Depan Gedung Mahkamah Konstitusi. Karena itu, Yusril percaya MK akan memutus sengketa Pilpres ini dengan jujur dan adil. Tidak ada alasan meragukan kredebilitas MK untuk menyekesaikan sengeketa ini sebagaimana dikatakan Bambang Widjoyanto, Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo Sandi.

Sebab itu, dalam berbagai kesempatan sidang, Yusril meminta MK agar memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada Kuasa Hukum Prabowo Sandi untuk mengemukakan permohonan atau gugatannya dan membawa semua alat bukti yang mereka miliki. Sebab, kata Yusril, kalau mereka menuduh Pemilu dan Pilpres penuh kecurangan dan terjadi pelanggaran secara Terstruktur, Sistematik dan Masif (TSM), maka merekalah yang wajib membuktikannya.

Yusril mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, yang mengatakan bahwa seandainya setiap orang boleh menuduh sesuka hatinya, maka akan ada orang yang menuntut balas akan harta dan darah dari sesuatu kaum. “Namun kewajiban untuk membuktikan tuduhan ada pada orang yang menuduh. Sedangkan mereka yang menyangkal tuduhan, wajib menguatkannya dengan sumpah”.

Hadits itu menurut Yusril menjadi dasar universal hukum pembuktian, termasuk hukum acara di negara kita. Karena itu kewajiban Prabowo Sandi untuk membuktikan di sidang MK apakah benar telah terjadi kecurangan dan pelanggaran TSM dalam Pemilu 2019. Sidang MK terbuka untuk umum dan disiarkan langsung oleh televisi agar tidak ada yang ditutup-tutupi, jelas Yusril.

“Saya pun penasaran bukti apa yang akan dibawa oleh kuasa hukum Prabowo Sandi ke sidang MK ini. Kalau mereka berhasil membuktikan, permohonan mereka pasti akan dikabulkan MK. Namun sebaliknya, jika gagal membuktikan, permohonan mereka pasti ditolak. Kalau gagal membuktikan, bisa saja Prabowo Sandi nanti jadi sasaran gugatan balik: anda telah melakukan fitnah dan kebohongan terhadap sesuatu yang anda tidak bisa membuktikannya.” Demikian keterangan Yusril kepada media.*****

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2313500198742317&id=100002470798411

Posting Ancaman Terhadap Presiden, Guru Honorer di Pamekasan Dibekuk Polisi
By: On:

Posting Ancaman Terhadap Presiden, Guru Honorer di Pamekasan Dibekuk Polisi

 

JP-Pamekasan, Hairil Anwar (35) seorang guru honorer asal Dusun Morsongai, Panaan, Pamekasan, Madura, diamankan Subdit V Cyber Crime Polda Jawa Timur, karena membuat postingan ancaman untuk membunuh Presiden Joko Widodo di Facebook.

Hairil membuat postingan ancaman yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo di akun Facebook palsu bernama Putra Kurniawan.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, mengatakan, berkaitan dengan undang-undang ITE, dan hal-hal yang menyangkut ujaran kebencian, SARA, Minggu (19/05).

Tak hanya menebar ancama kepada, Hairil juga melakukan penghinaan terhadap Menko Polhukam Wiranto. Dalam postingannya, Hairil mempertanyakan Wiranto yang diam saja melihat banyaknya KPPS yang meninggal.(Chandra)