CORONA VIRUS DAPAT MEMBUNUH EKONOMI GLOBAL

Berita Global
Foto: Otjih Sewandarijatun (Penulis)

Oleh : Otjih Sewandarijatun *)

Jayakartapos, Mewabahnya Corona virus yang akhir-akhir ini dikenal dengan istilah Covid 19 telah menyebakan lebih dari 25.000 meninggal dunia diseluruh dunia. Virus ini harus ditangani secara benar untuk mencegah persebarannya ke banyak tempat dan banyak negara.

Jika wabah ini tidak dapat berakhir secepatnya, banyak negara terutama yang kurang memiliki dana yang cukup atau cash flownya terganggu karena hutang luar negeri, tidak memiliki cadangan pangan, air dan kebutuhan pokok hidup lainnya dan tidak memiliki suplai kebutuhan pokok yang baik akan terkena dampak yang paling mengerikan dan paling menderita. Indonesia harus waspada terkait ancaman masa depan yang terhubung dengan Covid 19.

Ditengah mewabahnya Covid 19, akhir-akhir ini terjadi perang harga minyak antara Arab Saudi-Rusia dan Amerika Serikat. Dampak dari adanya perang harga minyak ini, menyebabkan harga minyak anjlok dari US $ 65 per barel menjadi hanya US $ 20 per barel. Disamping itu, rencana pertemuan APEC yang dijadwalkan pada 6 April 2020 juga akan ditunda.

Corona virus dan perang harga minyak akan membuat ekonomi global menderita dan mengalami shutdown, dan banyak negara akan memasuki masa krisis yang berkepanjangan tidak hanya disebabkan karena Covid 19 melainkan juga sebagai dampak adanya perang minyak ini. indonesia harus waspada terkait masalah ini.

Pemerintahan Jokowi telah membuat sejumlah kebijakan terkait penanganan Covid 19 dengan jaring pengaman sosial (social safety net) dan diyakini banyak presiden, kanselir dan perdana menteri di berbagai negara juga akan membuat kebijakan yang sama, karena pada dasarnya mereka sangat khawatir dan ketakutan jika sektor ekonomi informal, kalangan pengangguran dan orang-orang yang mengalami kelaparan akan membuat kerusuhan sosial dan rasis di negaranya masing-masing.

Corona virus juga telah memukul dan membuat sejumlah aktifitas ekonomi global terpengaruh dengan ditutupnya atau kurang beroperasinya atau ditutupnya bandar udara, pelabuhan, perjalanan kereta api, perbankan, kantor pemerintahan, pasar modern dan mall, hotel, restoran, bar dan lain-lain di banyak negara. Kondisi ini akan memicu dan membuat banyak komunitas orang yang kelaparan, pengangguran, masyarakat miskin lainnya, sejumlah fakta-fakta menakutkan dan mengerikan lainnya akan terjadi di banyak negara, dan hal itu jelas akan menciptakan ketidakpastian global (global uncertainty).

*) Penulis adalah pemerhati masalah internasional. Alumnus Universitas Udayana, Bali.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.