DEPINAS & DEPIDAR SOKSI SE- INDONESIA, GELAR NOBAR JJ-HYBRID FILM PENUMPASAN PENGKHIANATAN G30S/PKI

Berita Nasional

Jayakartapos-Jakarta, Dalam masa pandemi Covid 19 yang cukup panjang ini, kita semua prihatin dengan beban yang berat ini. Namun ironisnya, masih ada pihak-pihak tertentu yang bukannya turut prihatin dan bagaimana meringankan beban bangsa ini, tetapi justru tega menambah beban. Ada oknum2 yang  mengambil ‘kesempatan dalam kesusahan’, dan bahkan ada pula yang ‘memanaskan suhu’ perpolitikan nasional yang kontra produktif, ujar Ketua Umum Depinas SOKSI Ir. Ali Wongso Halomoan Sinaga, dalam acara nobar jj hybrid film pengkhianatan G30S/PKI.

Dalam sambutannya Ali Wongso menyesalkan pihak- pihak tertentu itu dan marilah kita mengajak agar bersama kita menjaga kepentingan bangsa diatas segala kepentingan dengan membangun kesejukan iklim politik nasional dan mengajak semua  bahu membahu dalam keprihatinan untuk kebaikan kehidupan bersama ditengah pandemi ini dengan senantiasa menjaga disiplin menerapkan protokol kesehatan sambil berdoa terus menerus, semoga pandemi covid 19 ini segera berlalu, sehingga dunia dan kususnya bangsa kita ini lebih cepat pulih dan akan bangkit.

Dalam kaitan Pilkada 2020 yang sedang berproses dimasa pandemi ini, para kader SOKSI hendaknya dapat berperanserta aktif dengan semangat yang militan dan kreatif, dalam batas koridor protokol kesehatan dan peraturan ketentuan KPU yang berlaku, untuk memenangkan para calon kita sesuai arahan Ketua Umum Partai GOLKAR, Bapak Airlangga Hartarto, ungkapnya Ali Wongso.

Dalam sambutannya saat nonton bareng film “Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI” , Ali Wongso mengutip tulisan Julius Pour dalam bukunya ” Tragedi G30S Fakta atau Rekayasa”  dari hal 27-28 :

“Pada waktu itu, Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani merestui pembentukan Persatuan Karyawan Perusahaan Negara (PKPN). Organisasi ini kemudian berubah nama menjadi Sentral Organisasi Karyawan Sosialis Indonesia (SOKSI) yang dipimpin Mayor (Inf) Suhardiman”. “Lahirnya SOKSI merupakan salah satu bentuk langkah terbuka dari Jenderal Yani dalam membendung pengaruh PKI yang memiliki Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI).”
Untuk lebih lengkapnya, saudara-saudara dapat membaca sendiri bukunya nanti.

Dari refleksi sejarah itu , kita dapat mengambil pelajaran dan nilai yang baik tentang bagaimana semangat, integritas dan jatidiri yang komit serta militan dengan penuh resiko dan kerelaan berkorban demi membendung PKI dengan menolak “Nasakom” yang bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Dari refleksi sejarah ini pula kita dapat memahami jika Pendiri SOKSI, Pak Suhardiman dimasa hidupnya pernah mengatakan kepada saya dan beberapa kader bahwa “Jenderal Achmad Yani adalah Pendiri Utama SOKSI”, jelas Ketua Umum Depinas SOKSI.

Ir. Ali Wongso Halomoan Sinaga mennegaskan bahwa sebagai kader-kader SOKSI sekarang ini, sudah tentu kita mesti dapat mewarisi nilai-nilai baik dari refleksi sejarah itu, maka kita harus mampu mengidentifikasi diri dan mengaktualisasikan diri sebagai Pengawal dan Pengaman sekaligus Pengamal Pancasila yang tanggap dan tangguh serta trengginas melalui Pembangunan Nasional.

Sebagai Pengawal dan Pengaman Pancasila, SOKSI harus siap berhadapan kapanpun dengan kekuatan manapun atas nama ideologi apapun atau paham apapun yang bertentangan dan merongrong atau mengancam Pancasila, ungkapnya.

Karena itulah SOKSI selama ini bersikap tegas mempertahankan TAP MPRS No. XXV Tahun 1966 Tentang PKI organisasi terlarang dan pelarangan penyebaran paham atau ajaran komunisme/marxisme-leninisme di Indonesia.
Konsisten dengan itu, SOKSI juga menentang segala bentuk paham “radikalisme” dan “intoleransi” yang merupakan gangguan dan ancaman bagi Pancasila.
Seiring dengan sikap itu, guna membangun iklim politik kondusif bagi bangsa, SOKSI memandang perlu kembali menata dan membangun sistem pendidikan politik bangsa dengan berbasis ideologi nasional Pancasila, yang efektif dan kredibel pada masa pasca pandemi covid 19 mendatang, tandas Ketua Umum Depinas SOKSI

Bagi SOKSI, bahwa “Indonesia adalah masyarakat bangsa negara Pancasila”, itu final dan final serta mesti diamalkan atau dilaksanakan konsisten melalui pembangunan nasional.
Sebagai Pengamal Pancasila, SOKSI harus siap berperanserta aktif dan efektif untuk mensukseskan percepatan Pembangunan Nasional yang menyeluruh, sistematis dan optimal serta berkesinambungan sebagai pengamalan Pancasila yang bermuara pada tujuan dan cita-cita bangsa selaras alinea ke 4 pembukaan UUD 1945,ujarnya.

Ali Wongso pun menyatakan konsisten dengan itu, maka setiap kader SOKSI wajib harus siap dan mampu sebagai Pengawal dan Pengaman sekaligus Pengamal Pancasila melalui Pembangunan Nasional dibawah kepemimpinan nasional Presiden JOKOWI, yang kita percaya dan dukung penuh sejak Pilpres 2014 dibawah arahan langsung Pendiri SOKSI Pak Suhardiman (dengan penugasan beliau pada 17 Mei 2014 kepada Wakil Ketum SOKSI ketika itu), dan selanjutnya kita dukung penuh kembali dalam Pilpres 2019 sesuai amanat Munas X SOKSI Tahun 2017.