ELLY ROSITA SILABAN: PERJUANGAN MELAWAN OMNIBUS LAW JANGAN BERKELOMPOK TAPI BERJUANG BERSAMA-SAMA

Berita Kabar Buruh Nasional

Jayakartapos-Jakarta. Kami menghargai perjuangan teman-teman GEBRAK, KPA dan mahasiswa, semoga membuahkan hasil karena kita sama-sama berjuang hanya menggunakan strategy yang berbeda. Pendapat saya pribadi adalah, selama ada pengelompokan dan tidak berjuang bersama tidak akan efektif. Lalu apakah semua kluster di Omnibuslaw ditolak? Masyarakat akan melihat ketidak kompakan semua elemen dalam menyikapi omnibuslaw. Dan ini adalah nilai yang harus kita perbaiki kedepan, supaya masing-masing elemen tidak ada yang menganggap paling berjasa dan paling hebat sendiri, padahal tujuannya sama.

Demikian dikemukakan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI, red), Elly Rosita Silaban dengan Redaksi di Jakarta melalui Whatsapp. Berikut petikan wawancaranya.

Pemerintah tetap akan mengesahkan Omnibus Law kemungkinan pada Oktober 2020, bagaimana kira kira reaksi massa?

Jawaban : Kita meminta untuk RDPU ketika pembahasan terutama di RUU Ciker Naker, memang tidak ada yang tau bagaimana bentuk RUU setelah jadi, karena memang kita khawatir jangan sampai apa yang kita perjuangkan tidak mempengaruhi. Inilah yang nantinya membuat kaum buruh marah kalau dianggap sepele dan merasa dibohongi dan dipermainkan. Kami masih menunggu, karena sampai sekarang RUU ciker naker kan belum dibahas. Kalau memang tidak ada yang berubah, seperti yang kami perjuangkan selama ini melalui aksi, dialog, lobby dan menyerahkan kertas posisi, kita akan bertemu di mahkamah konstitusi untuk judicial review. Memang ada dari kalangan aktivist yang hanya mengkritisi apa yang kita lakukan dan sedang kita rencanakan, sementara mereka- mereka itu tidak melakukan apapun sama sekali.

Gugatan Surpres Omnibus Law ke PTUN diperkirakan akan ditolak, ada komentar?

Jawaban : Seperti pernyataan saya diatas, fragmentasi-lah yang membuat perjuangan menjadi lemah. Misalnya gugatan surpres tidak melibatkan serikat buruh-serikat buruh besar yang selama ini sudah melakukan banyak upaya

Bagaimana konsolidasi yang dilakukan elemen mahasiswa dan buruh, apa sudah dilaksanakan?

Jawaban : Khusus untuk KSBSI, sejauh ini belum ada konsolidasi dengan mahasiswa, kami masih hanya dengan sesama serikat buruh-serikat pekerja.

Aparat penegak hukum dikabarkan akan melakukan law enforcement terhadap kelompok manapun yang melakukan aksi menolak Omnibus Law di masa PSBB?

Jawaban : Kita semua tau apa arti PSBB, saya rasa agak sulit untuk melakukan aksi di masa PSBB di Jakarta, saya tidak tau apakah akan diijinkan dengan mengikuti prosedur protokol, jaga jarak, masker, dan hand sanitizer? Tapi terlepas dari semua itu KSBSI mendukung kawan-kawan yang akan aksi tanggal 24 dan 25 September, semoga berhasil karena itulah yang kita perjuangkan (Red/Wijaya).