GEMBAR-GEMBORKAN PKI, HARTA KEKAYAAN GATOT MENJULANG TINGGI, GAK ADA UTANG PULA!

Berita Nasional

Jayakartapos, Nama mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo kembali menjadi sorotan belakangan ini. Bukan cuma karena ikut dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), namun juga ramai dibincangkan mengenai kariernya yang gemilang di militer. Teranyar mencuat kabar bahwa Gatot dicopot dari jabatan Panglima TNI akibat pemutaran film G30SKI.

Dikutip dari berbagai sumber, karier Gatot Nurmantyo selama bertugas di militer terbilang sangat cemerlang. Ia merupakan lulusan Akmil angkatan tahun 1982.

Gatot mengawali karier dengan menjadi pasukan infantri di baret hijau Kostrad. Selama beberapa tahun, Gatot dikirim ke Papua sebagai Komandan Kodim, antara lain Dandim 1707 Merauke, kemudian Dandim 1701 Jayapura. Jabatan teritorial lainnya yakni Komandan Korem Suryakencana dan Panglima Kodam Brawijaya.

Karier Gator terus menanjak hingga menjadi Gubernur Akmil tahun 2010. Kemudian beranjak lagi jadi Kepala Staf TNI hingga kemudian menjadi  Panglima TNI di 2015.

Lalu seberapa banyak harta Gatot yang kini sudah purnawirawan jenderal TNI?

Dikutip dari elhkpn.kpk.go.id, Selasa (29/9/2020), tercatat Gatot terakhir kali menyetor Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2018 atau di akhir masa jabatannya sebagai Panglima TNI.

Total harta kekayaan yang dilaporkan Gatot yakni sebesar Rp26.683.257.860. Jumlah tersebut meningkat tajam dari laporan sebelumnya yakni saat Gatot menjabat Gubernur Akmil pada 2010. Saat itu harta Gatot yang dilaporkannya yakni sebesar Rp7,19 miliar. Lalu berselang lima tahun kemudian atau pada tahun 2015 saat menjadi Kepala Staf TNI AD, aset yang dilaporkannya naik menjadi Rp13,9 miliar.

Sebagian besar harta Gatot tersebut bersumber dari nilai aset properti miliknya yang sekira Rp15,43 miliar. Dia melaporkan memiliki 17 bidang tanah dan bangunan, dan terbanyak berada di Bogor dan Jakarta. Tanah lain tersebar di berbagai daerah seperti Sukabumi, Solo, Klungkung, Depok, dan Maluku Tengah.

Untuk kendaraan, Gatot melaporkan kepemilikan atas tiga unit mobil yakni Toyota Harrier Jeep tahun 2001 dengan taksiran nilai Rp120 juta, Toyota Alphard tahun 2006 senilai Rp385 juta, dan Toyota Kijang tahun 1996 senilai Rp40 juta.

Semua aset tanah dan bangunan serta kendaraan milik Gatot dilaporkannya merupakan hasil sendiri alias bukan dari hasil warisan ataupun hibah.

Selain itu, Gatot juga melaporkan kekayaan lain berupa harta bergerak senilai Rp46 juta, kemudian kas dan setara kas dengan nilai cukup besar yakni Rp10,65 miliar. Gatot juga mengaku tidak memiliki utang.(WartaEkonomi)