IDEOLOGI LONTE !

Berita Nasional

Jayakartapos, Diksi lonte menjadi tranding topik heboh saat ini. Diksi tabu atau tidak familiar di ucapkan setiap orang, namun menjadi bahan amunisi meningkatkan level eksistensi diri seorang tokoh agama. Bahkan klaim dirinya Habib untuk sosialiasikan secara luas keturunan langsung Nabi tersuci oleh Rizieq Syihab. Diksi lonte diucapkan berkali-kali sebagai bentuk letupan emosi mantera seorang Rizieq Syihab mendiskriditkan kompetitor politiknya disaat momentum syiar agama.

Kegelisahan Rizieq Syihab mensikapi pernyataan Nikita Mizarni, seyogyanya dapat berbeda dimensi pemaknaan ketika dilihat aspek konteks pernyataan tersebut. Tapi efek bagi Rizieq Syihab, seperti badai tsunami dapat menenggelamkan kapal berisi kelompok kepentingan. Aktor Rizieq Syihab berperan sebagai poros mercusuar kelompok itu karena memiliki talenta olah kotak-katik diksi orasi disinkronisasi cover dakwah spritualnya.

Mengapa Rizieq Syihab sangat sensitif disandingkan dengan Nikita Mizarni sebagai rival politiknya, apakah akan merebut panggung politik disusul market dakwah politiknya sehingga memunculkan ketakutan luar biasa, berujung mendiskreditkan Nikita sebagai seorang Lonte. Ayunan ritme pernyataan politik ternyata berlanjut dikemas para pendukung fanatiknya untuk go public agar tercipta tranding topic di masyarakat. Apakah Nikita Mizarni dikalbu Rizieq Syihab dianalisis mengusung ideologi Lonte, sehingga berpotensi ancaman nyata para pendukung dan kelompok kepentingan mereka.

Kelompok kepentingan dan Rizieq Syihab berupaya membangun stigma seolah-olah munculnya ideologi lonte. Padahal hal ini, siasat mereka menutupi provokasi bertubi-tubi dilancarkan Rizieq Syihab mengawal dan merawat ideologi Negara berbasis agama yang saat ini terus menerus di propagandakan disuntik ke sasaran opini masyarakat. Indonesia sudah zona nyaman hidup berasaskan Bhineka Tunggal Ika sebagai oksigen merawat multiperbedaan agama dan suku di terbesar di dunia.

loading...

Provokasi Rizieq Syihab berbasis Ideologi Agama sebagai bentuk perusakan kualitas oksigen agar terciptanya polusi super membahayakan keselamatan Negara Kesatuan Indonesia. Rekam jejak sejarah mencatat bagaimana ideologi agama dipaksakan oleh satu figur kekuatan anti demokrasi mencabik-cabik sejumlah negara di Kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah seperti Libya, Irak, Suriah dan Afghanistan. Semuanya hancur berkeping-keping karena pemaksaan ideologi tunggal agama. Tapi bukan karena hancur bersumber akar masalahnya pada Ideologi Lonte.

Perebutan market area opini public mencermati fenomena itu, pandangan publik kiranya tidak kering dan gagal faham menelusuri perjalanan sejarah kebrutalan faham berlebel agama membuat peti mati demokrasi di sejumlah negara Timur Tengah. Apalagi sudah terang benderang rencana besar Rezieq Syihab melaksanakan copy paste skeranio itu terhadap demokrasi Pancasila Indonesia. Ideologi lonte menurut kaca mata ideologi berbasis agama merusak sendi sosial, meskipun belum pernah ada dasar tesis dan anti tesis teorinya itu, apalagi ketika disandingkan Ideologi berbasis agama nyata merebut kekuasaan melalui kekerasan fisik, pengunaan senjata, ancaman dan merusak semua sistem kenegaraan pada akhirnya menciptakan kemiskinan terstruktur bahkan kemerosotan moral dan etika.

Penulis: Agung Setia Budi S.I.P, M.Sos
(Studi Pengkajian Sosial Politik Pembangunan Wilayah)

Disclaimer : Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.