JUMISIH : KAMI AKAN UNJUK RASA TOLAK OMNIBUS LAW TANGGAL 14 AGUSTUS 2020

Berita Kabar Buruh Nasional

Jayakartapos-Jakarta. Menjelang detik-detik berakhirnya pembahasan RUU Omnibus Law Ciptaker oleh Baleg DPR RI, sikap penolakan dan dukungan terkait produk hukum tersebut terus berlanjut, bahkan rencana aksi unjuk rasa secara bergantian sudah dibahas dalam konsolidasi elemen buruh di beberapa daerah. Berkaitan dengan isu yang strategis dan menarik ini, Redaksi mewawancarai Jumisih yang juga Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik atau FBLP di Jakarta belum lama ini. Berikut petikan wawancaranya:

Ada rencana unjuk rasa buruh menolak Omnibus Law tanggal 13 dan 14 Agustus 2020, apakah organisasi anda akan bergabung/ikut unjuk rasa tersebut?
Jawaban : Ya, kami dari FBLP KPBI akan aksi di tanggal 14 AgustuS bersama GEBRAK

Sejauh ini, bagaimana konsolidasi antara elemen mahasiswa dan buruh dalam menolak Omnibus Law? Apa sudah pernah dilakukan rapat bersama?
Jawaban : Tentu. Antar gerakan tergabung dalam GEBRAK (Gerakan Buruh Bersama Rakyat)

Apakah elemen buruh dan mahasiswa sudah mempersiapkan tim hukum/pengacara terkait perjuangan melawan Omnibus Law?
Jawaban : Ya.

Apakah cabang cabang organisasi Anda sudah siap mengikuti rencana unjuk rasa menolak omnibus law termasuk jika aksi tersebut berubah menjadi chaos?
Jawaban : Kami sama-sama tergabung di KPBI. Secara konfederasi, KPBI sudah menyerukan ke seluruh Federasi Serikat Anggota – FSA. Soal chaos itu bisa saja terjadi dalam aksi manapun. Jadi anggota lebih dipersiapkan untuk siap jika hal-hal itu terjadi (Red/Wijaya).