KETIKA JOE BIDEN SITIR HADIST NABI

Berita Global

Oleh : Andi Naja FP Paraga

Jayakartapos, Pilpres Amerika Serikat memang momen Demokrasi yang besar di Tahun 2020 ini bahkan kerap ada yang berpendapat siapapun yang terpilih didalam Pilpres Negara Adi Daya ini dikatakan sebagai Presiden Dunia. Tentu banyak yang tidak sependapat dengan anggapan itu termasuk saya. Tapi biarlah semua itu menjadi dinamika berpendapat. Sekali lagi Pilpres Amerika selalu menarik lebih-lebih Pilpres Tahun 2020 ini.

Donald Trump Sang Petahana dan Joe Biden Sang Penantang selama masa kampanye masing-masing memiliki pola yang berbeda walaupun tetap ada kesamaannya. Namun Joe Biden Capres yang diusung Partai Demokrat pada Pilpres 2020 ini sangat berbeda dengan Donald Trump bahkan dengan Capres-capres dari Partai Demokrat sebelumnya seperti Barack Obama dan John Mc Can.

Joe Biden dalam salah satu kampanyenya menyitir Sebuah Hadist Nabi Muhammad SAWW tentang Sikap menghadapi Kemungkaran. Walaupun Joe Biden hanya menggunakan terjemahannya saja dalam bahasa inggris telah membuat dunia Islam dan Umat Islam pandangan dan fikirannya tertuju pada Capres berusia 77 tahun ini. Tentu saja Orasi Joe Biden mampu memikat hati Penduduk Muslim Amerika Serikat ditambah lagi keinginannya mengakomodir perwakilan Muslim Amerika Serikat didalam Pemerintahannya.

” Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya ia cegah dengan tangannya,jika ia tidak mampu dengan tangannya maka cegahlah dengan kisahnya,tapi bila ia tak mampu juga dengan lisannya hendaknya dengan hatinya. Tetapi mencegah dengan hati adalah selemah-lemahnya Iman’ . Ini Jelas Sebuah Hadist Diriwayatkan oleh Imam Buchary dan Imam Muslim yang sangat populer. Saya meyakini semua Da’i Pengkhutbah sering membawa hadist ini sebagai tema Ceramah atau Khutbah. Hebatnya Joe Biden mampu membahasakan dalam kampanye dengan lugas.

loading...

Terbayang dalam Fikiran saya akan apa sesungguhnya yang terjadi di Amerika Serikat ketika Seorang Mantan Wakil Presiden dua Periode dan kini pemilik dukungan 290 Electoral dalam Pilpres 2020 yang akan dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat diawal Tahun 2021. Mengapa Joe Biden memilih Hadist tentang Sikap menghadapi Kemungkaran. Apakah ini berarti tingkat Kemungkaran di Negeri Adidaya ini sudah sangat memprihatinkan namun tidak ditemukan Solusinya. Akan muncul banyak lagi pertanyaan dalam benak saya apalagi ketika melihat kebijakan Politik Amerika Serikat Era Donald Trump baik kebijakan kedalam ataupun kebijakan keluar yang kerap mengundang kegaduhan besar.

Tapi kita boleh berharap bahwa ketika Joe Biden resmi menjadi Presiden ia akan terinspirasi dan termotivasi memimpin Negara Besar ini sepanjang masa jabatannya. Joe Biden akan sangat malu jika ia melihat kemungkaran di Benua besar itu tanpa berbuat apa-apa. Begitu juga ketika Joe Biden melihat kemungkaran akibat terorisme dan Imperialisme gaya baru terhadap Negara-negara yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah seperti di Indonesia. Saya lalu berfikir apa yang akan dilakukan Joe Biden terhadap Terorisme di Indonesia. Bagaimana Joe Biden menyikapi maraknya Kelompok Kanan Garis Keras yang kerap mengganggu Stabilitas Keamanan Suatu Negara dengan alasan menegakkan Syariat Islam tapi dengan pola-pola yang tidak Islami bahkan terkesan urakan dan berantakan.

Saya hanya bisa berkata ‘I am Waiting For Your Action Mr Presiden. Orasimu adalah hutang Mr Joe Bidan. (ANFPP121120)

Disclaimer : Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.