KIM JONG UN MULAI SAJIKAN ANJING UNTUK SANTAPAN

Berita Global

Jayakartapos, Kim Jong Un pemimpin diktator asal Korea Utara itu selalu mencetus ide-ide gila atau bisa dibilang aneh di negaranya.

Dulu, ia meminta rakyatnya untuk menyumbangkan tinja mereka masing-masing. Hal ini bertujuan untuk mengatasi krisis pupuk di Korea Utara.

Tidak hanya itu, ia juga memungut sumbangan dari warganya hanya untuk membiayai perawatan jasad mendiang ayah dan kakeknya yang juga merupakan pimpinan Korea Utara sebelum dirinya.

Kini, Korea Utara sekarang mulai dilanda kemiskinan. Lantaran, stok pangan mereka mulai menipis. Rakyak kini mulai menjerit kelaparan.

Kim Jong Un pun berusaha untuk mencari cara mengatasi hal tersebut. Hingga ia mengeluarkan ide gila lagi yaitu memerintahkan agar warganya mengkonsumsi daging anjing.

Tidak sampai disitu, Kim Jong Un memburu semua anjing milik para elit Korea Utara untuk dijadikan santapan di restoran.

Menu daging anjing di Korea Utara tersebut disebut sebagai dangongi.

Setiap musim panas, Korea Utara secara rutin mengadakan festival Bok Nal Days. Festival ini merupakan festival yang membuat beragam makanan dari daging anjing. Jutaan anjing dibunuh dan dijadikan santapan makan besar di acara festival itu.

Dilansir dari Daily Star, para pimpinan Korea Utara telah melarang kalangan elit untuk memelihara anjing. Larangan ini dicetuskan karena semakin menipisnya stok makanan di negara tersebut.

Sebuah sumber dalam negeri mengatakan, larangan itu dikeluarkan oleh Kim Jong Un pada bulan lalu karena memiliki ideologi kapitalis yang tercermar.

Mereka mengatakan kepada surat kabar sayap kanan Korea Selatan The Chosun Ilbo: “Pihak berwenang telah mengidentifikasi keluarga yang memelihara anjing. Meraka dipaksa menyerahkan peliharaannya.”

Beberapa anjing akan dikirim ke kebun binatang. Sementara, anjing yang lain dibawa ke restoran.

Menurut publikasi tersebut, pemilik hewan peliharaan di negara Korea Utara mengutuk Kim Jong Un di belakangnya. Namun, hanya sedikit yang bisa mereka lakukan.

Sejak lama memiliki hewan peliharaan dianggap sebagai dedensi Barat, tetapi sudah pudar belakangan ini.

Para elit Pyongyang bahkan secara terbuka memamerkan anjing peliharaannya sejak negara itu menjadi tuan rumah di Festival Pemuda dan Pelajar Dunia tahun 1989.

Sumber itu mengatakan “Orang biasa memelihara babi dan ternak di beranda mereka. Tapi pejabat tinggi dan peliharaan anjingnya yang mahal lah yang memicu kebencian.”

Seorang pembelot mengatakan kepada publikasi bahwa larangan tersebut tidak diberlakukan dengan serius. Namun, kali ini larangan itu lebih ketat dari sebelumnya.

Muncul mata-mata Korea Utara melancarkan serangan dunia maya terhadap anggota dewan PBB awal tahun ini, kata panel ahli dalam laporan yang belum dirilis.

Sebanyak 11 pejabat dari enam anggota Dewan Keamanan menjadi sasaran serangan dunia maya yang dirancang untuk mengekstraksi informasi sebanyak mungkin dari mereka.

Badan intelijen Korea Utara memimpin peretasan tersebut, menurut laporan yang dikirimkan ke komite organisasi di Korea Utara.