M. IMDADUN RAHMAT: HIZBUT TAHRIR ORGANISASI BAWAH TANAH

Berita Nasional

Jayakartapos, Bicara soal hizbut tahrir itu bicara jejak-jejak, karena hizbut tahrir adalah organisasi bawah tanah, clandestine. Dan dimana-mana struktur resminya kita tidak tahu, dan yang muncul adalah lapis ke sekian dari struktur hizbut tahrir yang resmi. Sebagai organisasi yang bergerak dibawah tanah, memang publik dan peneliti sekalipun hanya bisa mengendus jejak-jejaknyam demikian dikatakan oleh Dr. M. Imdadun Rahmat, M.Si dalam webinar dengan tema “ Jejak HTI dan Klaim Khilafah di Nusantara”, Senin (31/08).

Menurutnya, Hizbut Tahrir bukan merupakan sebuah organisasi yang terbuka, yang transparan, menyampaikan informasi publik secara penuh seperti yang diamanatkan undang-undang. HTI merupakan organisasi rahasia, oleh karenanya yang bisa kita dapat dari HTI ini hanya jejak-jejaknya saja, bukan hakekatnya Hizbut Tahrir ini seperti apa. Peneliti seperti saya pun masih bertanya-tanya, sebenarnya aslinya Hizbut Tahrir itu seperti apa?

Hizbut Tahrir ini lahir di Yordania tahun 1952 sebagai pecahan dari Ikhwanul Muslimin. Tahun 1952 ini saya sebut sebuah kelahiran dalam tanda petik, karena semenjak lahir Hizbut Tahrir di Yordania itu tidak mendapatkan pengesahan dari pemerintah. Jadi pertama kali mengajukan ijin kepada pemerintsh Yordania, itu langsung di tolak, karena ideologi dan pemikiran Hizbut Tahrir ini  ada banyak masalah, antara lain bertentangan dengan konstitusi dan sistem pemerintahan Yordania. Secara resmi Hizbut Tahrir itu tidak pernah lahir kecuali di Indonesia, karena mendapatkan pengesahan dari Kementrian hukum dan undang-undang pada masa itu, dan saat ini sudah dibubarkan, terang penulis buku Arus Baru Islam Radikal.

Menurut  Dr. Dina Y Sulaeman, di Indonesia HTI mengklaim bahwa mereka organisasi dakwah, kami damai-damai saja, cuma berdakwah, tapi konflik Libya dan konflik Suriah, itu membuktikan bahwa klaim-klaim mereka itu bohong, karena ketika Libya waktu itu mulai ada demonstrasi massa melawan Khadafi, dan diklaim oleh negara-negara barat dan NATO bahwa rakyat sudah tidak setuju lagi dengan Khadafi, karena Khadafi melakukan kekerasan kepada rakyatnya, barat mengatakan demikian, dan Hizbut Tahrir disana narasinya sama, bahwa Khadafi ini Fir’aun, kemudian rezim yang tiran, ini mengabaikan fakta dari PBB berdasarkan data yang valid bahwa Libya ini negara yang termakmur di Afrika.

Yang pertama kali angkat senjata di Suriah itu milisi-milisi yang mengibarkan bendera Al Qaeda, yang menurut HTI adalah jihad. Itu mereka menyebrang, pindah ke Suriah untuk memulai penggulingan rezim, dan ternyata pada tahun 2012 mereka menyatakan bahwa perjuangan mereka adalah untuk mendirikan khilafah di Suriah. Ismail Yusanto menyatakan  bahwa HTI berbaiat pada Jabhat Al Nusra di Suriah, anda bisa periksa di google, jelas pengamat Timur Tengah ini.

Jabhat Al Nusra ini siapa?  Jabhat Al Nusra adalah organisasi teroris dan sudah resmi disebut teroris oleh PBB dan sudah masuk ke daftar teroris yang keturunannya Al Qaeda.  Dan aksi-aksinya memang aksi teroris, aksi teroris ini apa, jadi yang dilawan rakyat sipil tanpa pandang bulu, misalnya menaruh bom ditempat umum,  kan yang meninggal disana tidak dapat diduga siapa saja, bisa, polisi, bisa aparat yang kena, bisa juga rakyat sipil, anak-anak dan perempuan , siapa saja yang ada di lokasi itu, terang Dina Sulaeman.

Sedangkan menurut A. Ginanjar Sya’ban seorang peneliti naskah-naskah kuno ulama nusantara, bahwa sejarah hubungan antara wilayah nusantara dengan pusat-pusat peradaban Islam yang ada di Timur tengah dan wilayah lainnya adalah sesuatu dan HTI itu sesuatu yang lain, apakah kita akan melihat sejarah peradaban Islam itu berhubungan dengan HTI atau sebaliknya, HTI itu sedang mencatut sejarah besar umat Islam untuk kepentingan ideologi dan kepentingan politik mereka untuk menutupi gerakan makar mereka,

Sebagaimana kita tahu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Nabi Muhammad hidup sekitar tahun 572 hingga wafatnya tahun 632, lalu beliau digantikan oleh Khulafa Rasyidun dari tahun 632 hingga tahun 661. Cara pengangkatan para pengganti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu tidak sama antara satu dengan lainnya.  Para ulama Ahlushunah mengatakan bahwa kekhalifahan itu sebenarnya selesai sejak selesainya sahabat Ali , Sahabat Ali ini kekhalifahannya sempat diwariskan kepada putra beliau yaitu sayidina Hasan, tapi kemudian tampuk politik pemerintahan diambil alih oleh sahabat yang lain yaitu Mu’awiyah bin Abu Sufyan  dengan jejak sejarahnya yang dikenal dalam sejarah islam yaitu proses tahkim, terang A. Ginanjar Sya’ban.

Kekhilafahan itu adalah bagian dari sejarah peradaban Islam yang memang ada, fakta-faktanya nyata. Tapi kemudian kita tidak bisa terima ketika bagian besar sejarah agung peradaban Islam ini dicatut, kemudian dikerdilkan bahkan dimanfaatkan untuk menutupi klaim politik, klaim propaganda yang dilakukan oleh sekelompok pihak, yang mana sekelompok pihak ini jelas-jelas dalam ideologi mereka tidak sama dengan ideologi sejarah kekhilafahan yang membentang selama 13 abad, baik secara akidahnya, baik secara fikihnya dan seterusnya, ujar peneliti naskah-naskah kuno ulama nusantara yang juga seorang dosen Pascasarjana Unusia Jakarta.(BK)