MAKANAN HALAL MELAHIRKAN AMAL SHOLEH Part 2

Berita
(QS. al Mu’minuun [23]: 51)
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ (المؤمنون[٢٣]:٥١)
“Wahai Rosul-rosul, makanlah dari benda-benda yang baik dan beramallah (amal) sholih, karena sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. al Mu’minuun [23]: 51)
*Sabda Rosul Riyadus Shoolihiin*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ: *{ يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ }* وَقَالَ: *{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ }* ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ
Dari Abu Huroiroh Ra. ia berkata; Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rosul. Firman-Nya: “Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal sholih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Dan Allah juga berfirman: *’Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.”* Kemudian Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?.”
(HR. Muslim: 1686, at Tirmidzi:2915, Ahmad: 7998, ad Darimi: 2601)
_Hadits di atas memberikan beberapa faidah:_
1.  Allah SWT. mempunyai sifat yang sempurnadan tidak menerima segala bentuk shodaqoh ari hasil usaha yang harom.
2.  Para Nabi As. dan orang-orang mu’min mempunyai kewajiban yang sama dalam menjalankan hukum-hukum agama, namun para Nabi As. mempunyai beberapa kekhususan.
3.  Bolehnya memakan rezeki yang Thoyyib (baik) selama dari hasil usaha yang disyari’atkan dan yang halal.
4.  Di antara penyebab tidak dikabulkannya do’a adalah memakan harta yang haram, dan di antara penyebab  dikabulkannya do’a adalah memakan yang thoyib dari yang halal.
_(Dr. Mustofa Sa’id al Khin, Nuzhatul Muttaqiin Syarhu Riyadhis Sholihin,)_
_Allahu A’lam bish Showab._
بارك الله لكم جميعا ونفعنا الله بالعلوم النافعة
Published by :
*MATAN IBNU MAJAH*
Majlis Ta’lim dan Kajian

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.