Mengapa Menggunakan Yang Lain Jika Kita Punya Yang Lebih Baik

Berita
Andi Naja FP Paraga (Penulis)

 

oleh : Andi Naja FP Paraga *)

Adakah kita gagal memahami keyakinan kita sendiri serta tata cara yang sudah diatur oleh Dzat yang Maha Kuasa sehingga kita menggunakan Keyakinan dan pola diluar dari itu.  Bukankah semua Solusi sudah diberikan.

Mari kita perhatikan satu persatu sebagai berikut :

Untuk mendapatkan Pembelajaran fokus-konsentrasi  sekaligus kesehatan bukankah lebih Illahiyah dengan Sholat ,bukan meditasi.

Untuk melakukan evaluasi bukankah kita sudah memiliki pola hidup muhasabah daripada sekedar self healing.

Bukankah untuk menghilangkan segala jenis penyakit tubuh kita punya As shiyam atau puasa sebagai detox yang lebih Ampuh.

Kita memiliki amalan sedekah sebagai pembuang kesialan daripada sekedar ruwatan.

Jika ingin memenuhi vitamin untuk jasmani dan rohani biasakan saling memaafkan tanpa harus mengkonsumsi berbagai jenis Vitamin yang berbeda-beda untuk kebutuhan yang berbeda-beda.

Bukankah pelipur lara apabila tidak punya hutang sehingga hari-hari kita menjadi lebih tenang tanpa duka lara.

Jika ingin awet muda sebaiknya Jangan mencampuri urusan yang tidak perlu. Yakinlah bahwa hidup akan lebih indah jika mengurusi  keperluan yang benar-benar keperluan kita.

Nutrisi terbaik bagi Seseorang sebetulnya sederhana, yaitu berprasangka baik saja. Semakin membiasakan berprasangka baik, tentu semakin baik nutrisi bagi jiwa dan raga seseorang.

Sebaik-baik pembersih hati  dan pembersih jiwa, stop membicarakan keburukan orang lain dan tidak bicara kotor, serta iri dengki terhadap sesama.

Ingin menghilangkan prahara sebaiknya hindari Perdebatan. Jangan jadikan berdebat sebagai kebiasaan, apalagi berkesimpulan yang memenangkan perdebatan dialah orang pintar.

Jika ingin kebaikan kita bertambah lama dan banyak, hindari membicarakan Kebaikan apalagi keberhasilan pribadi, dan untuk mengukur rendah hatimu jangan menyebut-nyebut kelebihanmu. Buktikan dengan perbuatan dan anggaplah kau tidak berbuat apa-apa. Jika ingin mendeteksi keikhlasanmu, sebaiknya jangan biasakan menyebut kebaikanmu. Biarlah orang lain yang menyebut-nyebutnya.

Yang terakhir mari manfaatkan DOA sebagai saripati ibadah dan ruh-jiwa dari perbuatan dan pengabdian itu adalah ketulusan penuh cinta yang disebut ikhlas.

Hayo.. masih perlukah jurus-jurus yang lain. Kita tentu inginkan Cahaya terang benderang dalam hidup kita selamanya,tetapi memelihara dan mengembang-biakkan dosa akan membuat hidup menjadi gelap. Perbanyak mohon ampun kepada Tuhan dan jangan mengulangi kembali.

 

*) Penulis merupakan aktivis Buruh SBSI

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.