MENGAPA TIDAK ADA BINTANG MAHAPUTRA UNTUK AKTIFIS BURUH

Berita Kabar Buruh Nasional

Oleh : Andi Naja FP Paraga

Pengantar

Jayakartapos, Mensyukuri banyaknya Putra-Putri Terbaik Bangsa yang mendapatkan Bintang Kehormatan Mahaputra pada Tahun 2020 tentu perlu karena memperoleh Bintang Mahaputra bukan persoalan mudah pasti ada kreteria dan kualitasnya.

Tapi ada pertanyaan yang mengusik kami mengapa Pejuang Buruh belum pernah mendapatkan Bintang Mahaputra. Bukankah diantara mereka banyak yang konsisten dalam perjuangannya berpuluh-puluh tahun hingga menua tak surut dari medan perjuangan bahkan penyumbang gagasan,pemikiran hingga berjuang mengatasi perselisihan ditingkat perusahaan. Apakah Presiden tidak memiliki catatan siapa diantara Para Pejuang Buruh yang memenuhi Kreteria yang diinginkan Negara.

Bintang Mahaputra penting bagi Pejuang Buruh

Bila Bangsa ini menghargai Karya bhakti semua elemen bangsa tanpa kecuali maka Pejuang Buruh pun layak mendapatkan Gelar Mahaputra sebagai bentuk apresiasi Negara terhadap perjalanan panjang perjuangan mereka. Kehadiran Pejuang Buruh dalam perjalanan panjang Negara Kesatuan Republik Indonesia telah memberi kontribusi yang mahal dan tidak ringan. Diantara mereka ada yang tidak lagi mementingkan kebutuhan pribadi bahkan keluarganya demi memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi buruh.

Tidak hanya Pemerintah bahkan Para Pengusaha pun memiliki catatan siapa pejuang buruh yang sangat konsisten membangun komunikasi dengan mereka dan merumuskan konsep yang bisa semakin memperbaiki kualitas Hubungan Industrial di Indonesia. Para Pengusaha pasti memiliki catatan tentang Pejuang Buruh yang turut berperan mengatasi atau setidaknya mengurangi terjadinya mogok kerja hingga demonstrasi dan berjuang menghindari PHK bagi buruh. Para Pejuang Buruh itu ada dimana saja. Ia bisa ada jauh ditempat yang sulit seperti di Kebun Sawit bahkan dilepas pantai tempat pengeboran minyak.

Almarhumah Marsinah Pejuang Buruh yang terlupakan

Almarhumah Marsinah hanya Seorang Buruh Pabrik yang terbunuh dan ditemukan jenazahnya dengan bambu yang menancap di alat kelaminnya yang mampu mengkonsolidasikan Kawan-kawannya menuntut kenaikan upah namun hidupnya berakhir mengenaskan. Ia korban dari ketidakberpihakan Rezim dan Sistem dimasa lampau.

Almarhumah Marsinah layak digelari Pejuang Buruh bahkan layak untuk diperjuangkan untuk mendapatkan Gelar Pahlawan Buruh. Marsinah satu dari Buruh Pabrik Wanita yang menginspirasi perjuangan buruh masa berikutnya. Dari Rezim Orde Baru hingga Rezim Reformasi pasti kenal Almarhumah Marsinah.

Ia layak mendapatkan Bintang Kehormatan Mahaputra walaupun sudah meninggal lama jika standart penilaian didasarkan pada jejak rekam perjuangan dan tingkat resiko yang dideritanya. Bahkan lebih dari itu ia pantas dianugrah gelar Pahlawan Buruh oleh Negara tanpa harus memenuhi syarat-syarat administrasi yang banyak dan syarat-syarat Non Administrasi yang begitu memberatkan.

Penutup

Jika Presiden RI selaku Kepala Negara memiliki Tim Verifikasi terhadap Para Pejuang yang mengakomodir Perjuangan Pejuang Buruh pastilah Tahun 2020 ini Salah satu Pejuang Buruh mendapatkan Gelar dan Bintang Mahaputra. Tapi mari kita perjuangkan untuk tahun depan.(ANFPP140820)

Disclaimer : Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.