MOGOK KERJA DAN ANCAMAN PHK

Berita Nasional

Oleh : Tommy Chang Kautsar *)

Jayakartapos, Digembar gemborkan oleh KSPI melalui siaran pers yang disebarluaskan ke media massa, diinformasikan ada 32 federasi buruh yang akan melakukan mogok nasional mulai 6 sampai 8 Oktober 2020 di Jakarta dan beberapa daerah, namun penulis yakin ini hanya propaganda dan strategi kampanye kelompok buruh tertentu saja, karena banyak elemen buruh yang tidak ingin melakukan mogok kerja.

Kelompok buruh yang tidak mau melakukan unjuk rasa dan mogok kerja karena menyadari strategi tersebut akan merugikan buruh, bisa ditunggangi kelompok yang berpura pura pro kepentingan buruh, namun sebenarnya hanya ingin ‘bermain ombak” diatas nasib buruh untuk meraih keuntungan pragmatis, ekonomis dan politis. Mereka yang menolak unjuk rasa dan mogok kerja juga menyadari malah jika dilakukan akan mempersulit upaya bersama mengatasi resesi ekonomi.

Mogok kerja di era ekonomi yang sulit seperti saat ini, malah merupakan “upaya bunuh diri” karena namanya mogok kerja akan mengganggu proses produksi walaupun pesertanya dibatasi, dan pengusaha tidak mau rugi, sehingga wajar bila mereka memecat atau mem-PHK buruh yang ikut mogok kerja dan unjuk rasa.

Mogok kerja memang hak buruh namun mogok kerja akan menimbulkan antipati, kecurigaan, hubungan industrial dan komunikasi yang terganggu, sehingga mogok kerja dan unjuk rasa hanya dilakukan buruh dan organisasi buruh yang tidak visioner dan putus asa/desperate, sehingga malah mematikan masa depannya akibat semangat kerja dan niat kerjanya yang kurang tulus.

Penulis juga tidak yakin federasi buruh atau serikat buruh yang merencanakan dan melaksanakan mogok kerja dan unjuk rasa akan bertanggung jawab penuh di jika buruh yang mogok dan berunjuk rasa dipecat pasca mengikuti instruksi serikat buruh tersebut? Saat ini, jika kehilangan pekerjaan sama artinya dengan kehilangan masa depan, karena mencari kerja di era saat ini sangat berat dan kompetitif.

Jargon jargon yang digunakan propagandis pro mogok kerja dan unjuk rasa memang harus pro buruh, sebab mereka mengandalkan dan mempermainkan emosi buruh untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya sebenarnya.

Keberadaan federasi atau serikat buruh yang baik adalah menjaga hubungan industrial, menggunakan jalur hukum yang benar jika berselisih soal ketenagakerjaan bukan malah mengajak mogok kerja dan unjuk rasa. Percayalah mogok kerja dan unjuk rasa 6 sampai 8 Oktober 2020 hanyalah jalan menuju PHK. So, jangan dilakukan. Semoga dipahami teman pekerja.

*) Penulis adalah pekerja yang memanfaatkan era digital.

Disclaimer : Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.