ODIE HUDIYANTO : KAMI TIDAK IKUT UNJUK RASA 13 DAN 14 AGUSTUS 2020 MENOLAK OMNIBUS LAW

Berita Kabar Buruh Nasional

Jayakartapos, Kami menyatakan tidak bergabung dalam aksi unjuk rasa tersebut karena banyak iblis-iblis gelap yang akan ikut bermain termasuk geng khilafah yang ikut aksi dengan tameng tolak UU HIP. Lah… ideologi mereka saja anti Pancasila, gimana ceritanya sok menjadi pembela Pancasila. Bahaya jika kepentingan pekerja dirusak oleh para bandit bandit itu. Apalagi mereka berniat menggulingkan pemerintah seperti tahun 1998.
Berikut petikan wawancara dengan Odie Hudiyanto yang juga Sekretaris Umum Federasi Serikat Pekerja Mandiri Independen Sektor Hotel, Restoran, Katering, Pariwisata dan Jasa Lainnya dengan Redaksi di Jakarta belum lama ini

Sejauh ini, bagaimana konsolidasi antara elemen mahasiswa dan buruh dalam menolak Omnibus Law? Apa sudah pernah dilakukan rapat bersama?
Jawaban : Untuk aksi unjuk rasa yang sekarang, kita memilih tidak ikut konsolidasi. Fokus pada bantuan pemerintah untuk pekerja melalui program bantuan uang tunai melalui BPJS.

Apakah elemen buruh dan mahasiswa sudah mempersiapkan tim hukum/pengacara terkait perjuangan melawan Omnibus Law?
Jawaban : Kita sudah mempunyai tim hukum untuk uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK)

Apakah sudah ada dukungan perjuangan dari kelompok buruh, mahasiswa dan NGO di luar negeri terkait perlawanan menolak Omnibus Law?
Jawaban : Tidak perlu ada bantuan NGO dan sebagainya dari luar negeri karena perjuangan menolak omnibus law cluster tenaga kerja cukup melalui organisasi buruh di dalam negeri

Apakah cabang cabang organisasi Anda sudah siap mengikuti rencana unjuk rasa menolak omnibus law termasuk jika aksi tersebut berubah menjadi chaos?
Jawaban : Kita tidak ikut aksi unjuk rasa jika iblis-iblis perusak bangsa itu menjadi penumpang gelap. Indonesia Raya harus tetap berkibar dengan semangat kemandirian buruh tanpa penumpang gelap itu (Red/Wijaya).