OPM KLAIM TEMBAK MATI 14 ANGGOTA PASUKAN TNI-POLRI DAN 1 ORANG ANGGOTA BIN

Berita Militer dan Keamanan

Jayakartapos, Sebanyak 14 perwira pasukan elit Indonesia ditembak mati Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (Komnas TPNPB).

Sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengaku pembunuhan itu dilakukan sepanjang September 2020.

TPNPB-OPM menyebut jika para perwira yang ditembak pada 5 hingga 19 September 2020 itu salah satunya ada anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menyebut jika korban menyamar sebagai tukang ojek.

Sebby menegaskan informasi itu berdasarkan informasi resmi dari Intelligence Papua atau Papua Intelligence Service (PIS). “Di wilayah konflik perang, tidak mungkin masyarakat sipil menjadi tukang ojek,” kata Sebby mengutip SuaraPapua.com, Minggu 27 September 2020.

Diketahui, TNI-Polri menggelar operasi Nemangkawai sejak tahun 2019. Sebby Sambom pun membenarkan jumlah TNI yang ditembak mati tersebut. Kata dia, rata-rata yang ditembak adalah murni pasukan Indonesia.

loading...

“Iya benar, bulan September 2020 ini semuanya 14 orang sudah kami tembak,” katanya.

Dalam pertempuran ini, TPNPB mengklaim bahwa jumlah tentara Indonesia yang tewas dan terluka sebagaimana dilaporkan Indonesia tidak sesuai dengan kenyataan. Selain itu, diakuinya uuntuk September 2020 ini, anggota TPNPB tidak ada yang gugur.

Sebby menegaskan bahwa alam Papua tidak mengijinkan petugas datang dengan niat jahat di Papua. Akibatnya sebuah truk TNI terbalik di Kabupaten Intan Jaya pada Jumat 11 September 2020.

Kecelakaan itu mengakibatkan, dua orang prajurit bernama Sertu Heri Susanto dan Pratu Jhan Risky Pratama Purbatua meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan 13 lainnya mengalami luka berat dan dua di antaranya luka ringan.(Reqnews)