PBB MENGUTUK PEMBUNUHAN PENJAGA PERDAMAIAN INDONESIA DI REPUBLIK DEMOKRATIK KONGO

Berita Global

Jayakartapos, PBB mengecam keras serangan yang diyakini dilakukan oleh milisi pemberontak terhadap pasukan penjaga perdamaian yang bertugas dengan Misi Stabilisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), yang menewaskan satu ‘helm biru’ Indonesia gugur, dan satu lagi cedera.

Serangan oleh apa yang disebut Pasukan Demokrat Sekutu (ADF) di DRC timur, terjadi pada hari Senin, di dekat kota Beni, ketika patroli MONUSCO diserang. Penjaga perdamaian yang terluka dilaporkan dalam kondisi stabil.

Zerrougui: Mereka ‘mempertaruhkan hidup mereka setiap hari’

Kepala MONUSCO dan Perwakilan Khusus PBB, Leila Zerrougui, mengutuk serangan yang diduga ADF dalam serangkaian cuitannya, mencatat bahwa tentara yang mengalami luka-luka telah mengambil bagian dalam sebuah proyek untuk membangun jembatan di daerah Hululu.

Mengutip dari UN News, Zerrougui menekankan “pengorbanan ‘helm biru’ pria dan wanita yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari jauh dari rumah, untuk melindungi warga sipil dan mengembalikan stabilitas Republik Demokratik Kongo.”

ADF bermula di negara tetangga Uganda pada 1990-an, sebagai oposisi terhadap Presiden Uganda Yoweri Museveni, dan memindahkan basis operasinya melintasi perbatasan ke Republik Demokratik Kongo.

loading...

Kelompok itu membunuh 15 tentara PBB di pangkalan mereka di dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, 14 dari Tanzania, dan tujuh dalam serangan pada Desember tahun berikutnya.

Guterres menegaskan dukungan PBB

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga penjaga perdamaian yang telah meninggal, juga kepada Pemerintah Indonesia, dan berharap prajurit helm biru Konga yang terluka cepat pulih.

Sekretaris Jenderal ingat bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian PBB dapat merupakan kejahatan perang, dan menyerukan pemerintah Kongo untuk menyelidiki, dan “dengan cepat membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan”.

Ketua PBB menegaskan bahwa PBB akan terus “mendukung Pemerintah Kongo dan orang-orang dalam upaya mereka untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di timur negara itu.”

Dewan Keamanan meminta investigasi cepat

Anggota Dewan Keamanan PBB sangat mengutuk serangan itu, dalam sebuah pernyataan pada Selasa pagi (23/06), menyatakan belasungkawa terdalam mereka kepada keluarga korban, pemerintah Indonesia dan PBB. Mereka berharap pemulihan cepat bagi yang terluka.