PEMERINTAH JANGAN MEMBINGUNGKAN

Berita Hukum
Foto: Andi Naja FP Paraga (Penulis)

Oleh : Andi Naja FP Paraga

Jayakartapos,Pemerintah pusat tidak konsisten atau ambivalen didalam membuat dan menjalankan peraturan pelaksanaan atas Undang undang No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan berupa peraturan pemerintah No.21/ 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) Penanganan Covid 19,Jo Keppres No.11/2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat,Jo Keppres No.12/2029 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Covid 19 sebagai Bencana Nasional.

Pemerintah pun sudah menerbitkan Permen Kumham RI No.11/2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah NKRI yang ternyata menjadi Pintu Masuk bagi 500 TKA asal Cina ke Indonesia,sementara negara lain yang juga terpapar virus corona melarang Imigran masuk ke negara mereka dengan ketat. Sungguh membingungkan. Disatu sisi rakyat dihimbau dengan sedikit memaksa rakyat tidak keluar rumah hingga pelarangan mudik lebaran jika tidak terpaksa demi memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Rakyat kebanyakan telah taat menjalankan Protokol Kesehatan seperti Social Distancing serta memakai masker tapi Ironisnya Permen Kumham RI No.11/2020 justru membuka pintu dan menggelar karpet merah bagi masuknya TKA Asal Cina.

Kehidupan Rakyatnya sendiri khususnya menengah ke bawah sudah bagaikan jatuh tertimpa tangga,kehilangan mata pencaharian yang biasa diperoleh dan tanpa menerima bantuan sosial. Tak ubahnya menjalankan hukuman pidana penjara dirumah sendiri,sementara TKA Cina diijinkan masuk. Terlepas dari perdebatan darimana asalnya Covid 19 dan pulihnya Negeri Cina dari Covid 19 seharusnya pemerintah tetap konsisten terhadap peraturan yang dibuat sendiri. Apa yang dipertontonkan pemerintah ini sungguh menunjukkan ketidak konsistenan yang parah. Pemerintah terlihat kebingungan bahkan lebih panik dari rakyatnya hanya karena TKA dari Cina.

Semakin disayangkan disaat Jutaan Buruh terancam ter-PHK bahkan ratusan ribu buruh sudah jelas telah ter-PHK ditambah jutaan buruh sudah dirumahkan disaat seharusnya Buruh memperingati Hari Buruh Internasional Tahun 2020 dengan suka cita tapi semua hancur lebih karena Virus Corona justru Pemerintah Pusat memberi Lampu Hijau masuknya TKA Asing bahkan Pemerintah Pusat mengabaikan Keprihatinan Sang Bupati dimana daerahnya menjadi sasaran 500 TKA tersebut. Mengapa pemerintah memilih berbenturan antara satu dengan yang lain apalagi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah hanya demi TKA Asing yang memang secara aturan harusnya tidak dibolehkan masuk. Pemerintah sangat membingungkan.(ANFPP020520)

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.