PHK DAN JAMINAN BPJS KESEHATAN

Berita Kabar Buruh Nasional
Foto: Andi Naja FP Paraga (Penulis)

Oleh : Andi Naja FP Paraga

Jayakartapos, Kegalauan muncul dari ribuan buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja terkait Pelayanan BPJS Kesehatan. Menurut Undang-undang No.24 Pekerja/Buruh yang ter-PHK masih mendapatkan pelayanan 6(enam) bulan setelah ter-PHK namun acapkali fakta yang ada justru berbeda setelah ter-PHK para Pekerja/Buruh justru mengeluhkan sulitnya mendapatkan pelayanan hingga kerap harus berdebat ringan.

Sebetulnya hal ini tidak perlu terjadi jika semua pihak khususnya pihak rumah sakit memiliki pemahaman yang sama dan buruh/Pekerja yang ter-PHK mengantongi bukti bahwa telah ter-PHK dengan bukti putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau menunjukkan akta PHK. Dokumen-dokumen tersebut diserahkan kepada BPJS Kesehatan dan selanjutnya Pekerja/Buruh dan tersebut beserta keluarganya diberikan jaminan maksimal 6(enam) bulan pelayanan tanpa bayar atau tanpa iuran lagi di Pelayanan Kelas 3(,tiga).

Sebaiknya memang persyaratan lebih dipermudah dan Pemerintah seharusnya mendorongnya cukup dengan Informasi dari perusahaan atau pekerja saja maka BPJS Kesehatan tetap bisa menjamin pelayanan terhadap korban PHK tanpa harus menunggu dokumen putusan atau akta PB dari Pengadilan Hubungan Industrial(PHI). Masalahnya pemerintah membutuhkan usulan dan sebaiknya usulan tersebut datangnya dari Serikat Buruh/Serikat Pekerja.

Menurut hemat kami justru inilah saat yang tepat pemudahan persyaratan itu diajukan kepada Pemerintah mengingat hampir semua SP/SB mendapatkan laporan anggotanya di-PHK. Kita mendorong adanya PERPPU terkait pemudahan tersebut justru diharapkan bisa terbit diakhir bulan April atau diawal bulan Mei 2020. Pertanyaannya kapan mulai diusulkan.(ANFPP)

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.