PSBB TAK EFEKTIF DI PELABUHAN SUNDA KELAPA

Berita Hukum

Oleh: Andi Naja FP Paraga

Jayakartapos, Kegiatan Bongkar Muat oleh Buruh TKBM Pelabuhan Sunda Kelapa tetap berlangsung sebagaimana biasa walaupun Pemerintah Propensi DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)dan Pemerintah Pusat menekankan Sosial Dibanding karena proses bongkar muat barang memerlukan kesigapan dan ketepatan waktu,terutama untuk bongkar muat kaolin harus cepat dan tepat.

Demikian penjelasan Wim M Ikhsan 65 tahun yang selalu berada di Pelabuhan Tua tersebut sejak diberlakukan PSBB di Jakarta. Namun tidak berarti kegiatan bongkar muat tanpa kendala mengingat perusahaan penerima kaolin yang berdomisili di Jakarta mematuhi PSBB yang diberlakukan Pemerintah Daerah. Kesulitannya pihak perusahaan penerima perlu menyesuaikan waktu penerimaan barang di Pabrik,ketersediaan buruh ditempat penerimaan dan pengawasan aparat kepolisian yang ketat. Ya mau tidak mau harus begitu’tambahnya.

Kalau soal protokol kesehatan di Pelabuhan bongkar muat seperti di Pelabuhan Sunda Kelapa sulit bisa ideal karena kita bekerja ditempat terbuka memindahkan karung karung besar kaolin dari Kapal menggunakan derek dan diletakkan diatas forklip lalu dipindahkan ke truk-truk besar. Debu kaolin ini tak beda banyaknya dengan debu biasa,tapi TKBM sudah sejak dahulu bermasker. Jadi PSBB dan Sosial Distancing yang ideal tak mungkin bisa dipraktekkan disini,tambah Mantan Wakil Ketua Organda Pelabuhan Sunda Kelapa itu.

Wim M Ikhsan berharap PSBB diluar Pelabuhan tidak mempersulit prosedur dan birokrasi pengurusan administrasi muatan dan jasa angkutan sehingga Buruh TKBM tidak terlalu banyak kehilangan waktu tanpa aktifitas. Jika hal itu terus terjadi maka Buruh TKBM tidak memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari’ kalau seperti itu keadaannya maka hidup mereka semakin parah’ Keluh Pria Tua yang masih bersemangat beraktifitas ini.(ANFPP100820)