SEKIRANYA SANG NABI BERTAMU PADA IDUL FITRIMU

Berita Hijrah
Foto: Andi Naja FP Paraga (Penulis)

Oleh : Andi Naja FP Paraga

Jayakartapos, Ketika Hijrah ke Yastrib(Madinah) Sang Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW disambut dengan Kegembiraan yang besar. Orang-orang Kaya di Madinah mendandan rumah-rumah mereka dengan harapan menjadi rumah singgahan sementara Sang Nabi namun lisan suci beliau berkata biarlah aku memilih rumah dimana Ontaku berhenti dan Onta Sang Nabi terus berjalan melewati rumah-rumah mewah penduduk Madinah menuju sebuah Gubuk . Gubuk Siapa Gerangan. Siapakah orang yg paling beruntung itu. Ya Rabb itu Gubuk dari Ayub Al Anshari orang yang paling miskin di Madinah. Abu Ayub dan Istrinya adalah pasangan yang paling bahagia dihari itu karena rumahnya akan didiami Kekasih Tuhan Semesta Alam hingga rampungnya Pembangunan Masjid Nabi dan Rasulullah SAWW membuat rumah dekat dengan Masjid itu.

Gubuk Abu Ayub itu 2 lantai dan Sang Nabi memilih lantai bawah. Pada mam pertama Sang Nabi tidur dirumahnya Abu Ayub dan Istrinya sangat gelisah sehingga keduanya tak bisa tidur hingga pagi. Beliau berkata kepada istrinya Sungguh Celakalah kami,bagaimana mungkin kami bisa tidur diatas sementara Kekasih Rabbul Alamin tidur dibawah. Pagi harinya pasangan suami istri menghadap Sang Nabi dan menyatakan perasaannya hingga Sang Nabi berkenan pindah ke lantai atas. Begitulah Akhlak Ayub Al Anshari bersama istrinya terhadap Junjungannya sehingga ia sangat dihormati Sang Nabi hingga menjadi Sahabat Utama namun hampir para penulis sejarah melupakannya.

Narasi Pengantar diatas membawa saya merenung Sekiranya Sang Nabi hadir ditengah-tengah kita dan menjadi Tamu Idul Fitri kita maka Saya Sangat Yakin beliau akan menjadi Tamu Buruh-buruh yang dirumahkan dan yang di-PHK untuk menunjukkan betapa Kekasih Rabbul Alamin Sangat berpihak kepada Kelompok Mistadh’afin yaitu kelompok lemah dan teraniaya. Beliau akan memberinya,menghiburnya hingga rumah-rumah Kaum Mustadh’afin itu tercurahi Cahaya Kenabian yang melimpah.

Saya kira Sang Nabi pun akan bertamu ke rumah-rumah Para Dermawan walaupun mereka dikafirkan orang yang lainnya. Beliau akan memberi penghormatan kepada mereka karena kedermawanannya terhadap Hamba-hamba Allah SWT yang hidupnya sangat memprihatinkan. Dikisahkan Bahwa beliau pernah mendatangi Seorang Penyembah berhala di Madinah namun dikenal sangat Dermawan. Sang Nabi memujinya sehingga membuat penyembah berhala itu bertanya Apakah Tuhanmu menyukai orang yang dermawan ? Sang Nabipun menjawab Ya. Kemudian Sang Penyembah Berhala ang Dermawan itu berkata Maka Saksikanlah, Aku bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Aku Bersaksi bahwa engkau Muhammad Utusan Allah

Mengapa Sang Nabi tidak mendatangi rumah-rumah Ahli Ibadah,bukankah mereka itu orang-orang yang rajin menghaturkan penyembuhannya. Mereka rajin mendirikan Sholat dan puasa sunnat,mereka juga rajin berzikir dan menghabiskan waktunya sepanjang malam. Rupanya Para Sejarawan pun pernah mengisahkan hal seperti ini. Sang Nabi mengatakan kepada mereka bahwa sungguh semua ibadah ritualmu itu hanya untuk pribadimu tapi tidak membuat Tuhan tersenyum hingga kalian mendatangi Kaum Fuqara dan masakin memberikan rezekimu kepada mereka karena Allah SWT berada ditengah orang orang kelaparan dan ditengah orang-orang yang terdzalimi.

Rumah berikutnya yang akan didatangi Sang Nabi adalah rumah orang-orang yang melalui do’a-do’anya menjadi pintu rezeki-rezekimu. Itulah Para Pembantumu, ajudan, sopir-sopirmu dan siapapun yang Allah SWT titipkan hidup mereka kepadamu. Sungguhkah kalian sudah berbuat adil dengan mereka ?. Apakah Pakaianmu,makananmu sama dengan mereka?. Jika belum berarti anda belum bersikap adil karena itu koreksilah dirimu sekarang juga.

Dikisahkan Seorang Sahabat Agung Sang Nabi bernama Abu Dzar Al Giffari beliau memakaikan pakaian yang indah kepada pembantunya sama dengan pakaian yang digunakannya. Hingga Seseorang berkata kepadanya Ambillah Pakaian pembantumu dan pakailah untukmu walaupun kau harus berpakaian dua lapis. Abu Dzar tidak melakukannya hingga ia bertemu Sang Nabi dan menceritakan nasehat temannya itu. Sang Nabi Bersabda Sekiranya engkau memenuhi keinginan temanmu itu maka Tuhan akan memurkaimu. Abu Dzar Al Giffari adalah satu dari sedikit orang yang paling sering bersama Sang Nabi dan karenanya beliau sangat faham bagaimana memperlakukan Pembantunya.

Demikian
Semoga bermanfaat
Ishfahu Lana Yashfahillahu Lakum
Minal Aidzin Wal Faidzin
Taqaballallahu Minna wa Minkum
Al Faqir
Andi Naja FP Paraga

Disclaimer : Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.