SPMI: UU SAPU JAGAT BERBAHAYA BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA

Berita Hukum

Jayakartapos, Serikat Pekerja Migran Indonesia sangat mendukung penolakan yang dilakukan oleh elemen masyarakat, sebab undang-undang sapu jagad (omnibus law, red) ini sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa, dimana undang-undang ini lebih melindungi investasi ketimbang melindungi komponen rakyat khususnya yang berpenghasilan kecil, ujar Sekjend Serikat Pekerja Migran Indonesia Nicho Silalahi kepada redaksi beberapa waktu lalu.

Sekjend yang juga merupakan Plt Ketua Umum Serikat Pekerja Migran Indonesia ini menyampaikan bahwa undang-undang ini tidak lebih sebagai alat legitimasi untuk mempertegas bahwa perbudakan modern menjadi legal, maka dari itu dengan tegas kami menolak undang-undang ini, sebab tidak sedikitpun berbicara tentang perlindungan hak pekerja khususnya para pekerja migran.

Saat redaksi menanyakan jika Omnibus Law ini disahkan, maka kaum buruh melakukan aksi penolakan, apakah hal ini dapat membahayakan keberlanjutan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin? Menurut Nicho Silalahi membahayakan atau tidaknya keberlanjutan pemerintahan Jokowi – Ma’arif Amin bukan menjadi urusanya, sebab yang kami butuhkan itu pemerintahan yang berkeadilan serta berpihak pada rakyat khususnya para pekerja dimana pun mereka berada. Jika nanti disahkan undang-undang sapu jagad ini maka biarlah itu menjadi catatan sejarah bahwa rezim hari ini berkuasa tidak lebih menjadi perpanjangan tangan kaum pemilik kapital dan oligarki, dan kami dari Serikat Pekerja Migran Indonesia akan mendorong untuk melakukan perlawanan luas dan jika takdir sejarahnya rezim ini ditumbangkan oleh rakyat maka biarlah itu terjadi.

Terkait hari tani nasional disinyalir beberapa elemen buruh akan melakukan aksi penolakan omnibus law, yang menyiratkan bahwa kesepahaman DPR RI dengan 16 serikat buruh yang tergabung dalam tim pembahasan omnibus law tidak berfungsi apa-apa, menanggapi hal itu, Sekjend SPMI mengatakan bahwa kami tidak mencampuri kesepakatan apa yang telah dilakukan oleh teman – teman dari 16 serikat buruh itu, sebab kami tidak terlibat apapun dengan mereka dan kami lebih memilih mendukung gerakan yang menolak seluruh produk undang-undang sapu jagad ini. Karena bagi kami undang-undang ini sangat berbahaya serta mengancam kehidupan berbangsa dan bertanah air. (Bima)